Tidur setelah sahur kerap dipilih banyak orang untuk memulihkan energi saat berpuasa, terutama ketika waktu istirahat malam tidak mencukupi. Namun, bagaimana pandangan medis mengenai kebiasaan ini? Memahami dampak tidur setelah sahur penting agar kondisi tubuh tetap terjaga dan ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman.

Selama Ramadan, perubahan jadwal makan dan istirahat, termasuk kebiasaan tidur setelah sahur, dapat berpengaruh pada kondisi tubuh. Untuk menentukan pilihan yang tepat, penting memahami bagaimana tidur setelah sahur memengaruhi kesehatan serta berbagai risiko yang bisa muncul.

Tidur setelah Sahur, Boleh atau Tidak? - Alodokter

Efek Tidur Setelah Sahur bagi Kesehatan

Tidak sedikit orang yang memilih langsung tidur setelah sahur. Padahal, setelah makan, tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi secara optimal. Jika kebiasaan ini dilakukan, tidur setelah sahur dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Berikut adalah berbagai efek yang muncul ketika Anda tidur setelah sahur, yaitu:

1. Muncul gangguan pencernaan

Tidur setelah sahur dapat memperlambat proses pencernaan karena tubuh langsung berada dalam posisi berbaring setelah makan. Kondisi ini berisiko menimbulkan gangguan pencernaan, seperti perut terasa penuh, kembung,dan begah.

2. Meningkatnya risiko refluks asam lambung

Saat tidur, katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah) cenderung lebih lemas sehingga asam lambung lebih mudah naik. Kondisi ini dapat memicu atau memperburuk GERD (gastroesophageal reflux disease), dengan keluhan berupa sensasi panas, perih, atau rasa pahit di kerongkongan dan mulut, terutama ketika lambung masih terisi makanan.

3. Mengurangi kualitas tidur

Tidur setelah sahur saat perut masih penuh dapat menurunkan kualitas tidur. Bukannya merasa lebih segar dan berenergi, Anda justru bisa sering terbangun ketika tidur, tidur terasa tidak nyenyak, atau bangun dalam kondisi tubuh masih lelah. 

Hal ini terjadi karena sistem pencernaan masih aktif bekerja saat Anda tidur, sehingga tubuh tidak benar-benar beristirahat secara optimal.

4. Tubuh terasa kurang bertenaga

Makanan yang tidak tercerna sempurna akibat langsung tidur setelah sahur membuat penyerapan nutrisi jadi kurang optimal. Tubuh pun bisa cepat lemas, mengantuk, dan sulit fokus sepanjang hari.

5. Berat badan berpotensi naik

Jika tidur setelah sahur dilakukan terus-menerus, kalori yang tidak digunakan tubuh cenderung menumpuk sebagai lemak. Tanpa diimbangi aktivitas fisik, risiko kenaikan berat badan selama Ramadan bisa meningkat.

Penting diingat, dampak di atas bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kesehatan dan pola makan saat sahur. Memberi jeda waktu antara sahur dan tidur sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh selama bulan puasa.

Lalu, Bolehkah Tidur Setelah Sahur?

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidur setelah sahur sebenarnya boleh dilakukan, tetapi tidak dianjurkan jika langsung setelah makan. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan secara optimal sebelum beristirahat.

Jika ingin tidur kembali, sebaiknya beri jeda terlebih dahulu agar risiko gangguan pencernaan, naiknya asam lambung, serta penurunan kualitas tidur dapat diminimalkan.

Tips Sehat Agar Tidak Tertidur Setelah Sahur

Agar tubuh tetap sehat dan bertenaga selama menjalani puasa, Anda dapat menerapkan beberapa tips berikut ini:

  • Pilih makanan sahur yang ringan dan mudah dicerna, yakni kombinasi protein dan serat.
  • Cukupi kebutuhan cairan untuk mencegah kantuk dan masalah pencernaan.
  • Beri jeda waktu sebelum tidur minimal 1–2 jam setelah sahur.
  • Biarkan tubuh mencerna makanan sebelum tidur kembali.
  • Lakukan aktivitas ringan setelah sahur, seperti berjalan ringan, membaca, atau menyiapkan keperluan harian agar kantuk berkurang.
  • Cukupi waktu tidur di malam hari agar tidak kekurangan waktu istirahat.
  • Hindari konsumsi kafein berlebihan saat sahur.

Jika rasa kantuk tak tertahankan setelah sahur, tidur setelah sahur sebenarnya masih boleh dilakukan asalkan tidak langsung setelah makan. Anda dapat memilih posisi setengah duduk atau miring ke kiri untuk membantu kerja lambung, serta membatasi durasi tidur agar tidak mengganggu aktivitas selama berpuasa.

Namun, secara umum kebiasaan langsung tidur setelah sahur kurang dianjurkan karena dapat menghambat proses pencernaan dan sirkulasi tubuh. Posisi tubuh yang kurang ideal setelah makan berisiko menimbulkan ketidaknyamanan, seperti perut terasa penuh atau naiknya asam lambung. 

Jika dilakukan berulang, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas istirahat dan kesehatan selama menjalani puasa lho.

Bila selama Ramadan Anda sering mengalami gangguan pencernaan, mudah lelah, atau tidur tidak nyenyak, sebaiknya jangan mengabaikan kondisi tersebut. Untuk keluhan ringan, Anda dapat berkonsultasi melalui layanan Chat Bersama Dokter, sementara pemeriksaan langsung dianjurkan jika keluhan semakin berat atau berlangsung lama.