Dewasa ini ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan para wanita. Tidak jarang, pekerjaan-pekerjaan ini membuat para wanita yang sedang hamil harus berdiri berjam-jam selama bekerja. Bila seperti ini, apa yang harus dilakukan? Simak penjelasannya di sini, yuk, Bumil!

Mungkin Bumil sudah banyak mendengar bermacam-macam larangan atau imbauan untuk tidak terlalu lama berdiri saat hamil. Namun, pekerjaan menuntut Bumil untuk berdiri dalam waktu lama. Nah, Bumil tidak perlu khawatir karena ada langkah-langkah yang bisa Bumil lakukan untuk menghindari komplikasi kehamilan yang mungkin terjadi akibat terlalu lama berdiri.

Tips Menghindari Bahaya Terlalu Lama Berdiri Saat Hamil - Alodokter

Dampak yang Mungkin Timbul Akibat Terlalu Lama Berdiri

Sebenarnya berdiri dalam waktu yang lama tidak membahayakan kehamilan. Kendati demikian, terlalu lama berdiri tentu saja bisa membuat Bumil tidak nyaman, terutama pada kehamilan trimester tiga. Sebagian ibu hamil yang berdiri dalam waktu lama pada masa ini juga mengalami gejala kaki bengkak, kaki kram, serta nyeri punggung.

Meski secara umum berdiri terlalu lama tidak berbahaya, ibu hamil yang memiliki risiko tinggi mengalami persalinan prematur dan berat badan lahir bayi rendah perlu lebih berhati-hati, karena berdiri terlalu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya kedua hal tersebut.

Upaya Mengurangi Risiko Berdiri Terlalu Lama Saat Hamil

Jika pekerjaan mengharuskan Bumil untuk berdiri dalam waktu yang lama, ada baiknya Bumil memberitahukan kondisi kehamilan Bumil pada perusahaan tempat Bumil bekerja. Selain itu, Bumil juga bisa minta keringanan dari tempat kerja agar tidak harus berdiri terlalu lama.

Bila perlu, Bumil juga bisa meminta cuti hamil, terutama jika kehamilan termasuk berisiko tinggi, misalnya kehamilan dengan anak kembar, plasenta previa, preeklampsia, bayi tidak tumbuh normal, atau risiko keguguran.

Selain itu, adalah juga beberapa cara yang dapat Bumil lakukan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat berdiri terlalu lama, di antaranya:

  • Cukupi kebutuhan minum air mineral.
  • Istirahatlah dari posisi berdiri secara berkala, misalnya tiap 1–2 jam sekali. Ambil 5–10 menit untuk duduk atau jika mungkin berbaring dengan menaikkan kaki.
  • Saat duduk, hindari menyilangkan salah satu kaki di atas yang lain.
  • Saat tidur di malam hari, berbaringlah menghadap ke kiri, karena hal ini dapat membantu meredakan pembengkakan kaki dan melancarkan aliran darah ke rahim.
  • Saat berdiri, sedapat mungkin Bumil tetap bergerak aktif, seperti berjalan ke sana kemari untuk menjaga aliran darah agar tetap lancar, mengurangi pembengkakan, dan mengurangi risiko pembekuan darah.
  • Kenakan stoking kompresi (compression stockings) agar kaki tidak bengkak.
  • Kenakan sabuk kehamilan untuk menyangga perut, meratakan beban dari perut, dan meringankan beban pada kaki Bumil.
  • Kenakan sepatu yang nyaman untuk telapak kaki.

Nah, itu dia hal-hal yang bisa diakukan untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi atau ketidaknyamanan akibat terlalu lama berdiri saat hamil. Akan lebih baik lagi bila Bumil sudah berkonsultasi dengan dokter sejak awal kehamilan jika memang aktivitas sehari-hari atau pekerjaan Bumil melibatkan berdiri dalam waktu lama.