Di perkotaan, penggunaan toilet duduk lebih lumrah jika dibandingkan toilet jongkok. Padahal jika dilihat dari segi kesehatan, penggunaan toilet jongkok justru lebih direkomendasikan.

Toilet duduk mulai dikenal dan digunakan masyarakat pada pertengahan abad ke-19.  Sejak saat itu, penggunaan toilet jongkok mulai digantikan dengan toilet duduk. Namun sebagian orang yang tinggal di negara Asia, Afrika, dan beberapa negara bagian Eropa, masih menggunakan toilet jongkok untuk buang air besar (BAB).

Toilet Duduk Tidak Lebih Sehat Dibanding Toilet Jongkok - Alodokter

Pro-Kontra Toilet Duduk dan Toilet Jongkok

Perdebatan mengenai mana yang lebih sehat antara toilet duduk dan toilet jongkok masih terus bergulir. Namun, sebuah penelitian menyebutkan bahwa BAB dalam posisi jongkok atau menggunakan toilet jongkok lebih mudah dibandingkan dengan posisi duduk. Ini karena posisi jongkok dapat membuat otot-otot puborectalis melemas sehingga mempermudah keluarnya kotoran atau tinja.

Penelitian lain pun menyebutkan keunggulan penggunaan toilet jongkok dibanding toilet duduk. Dalam penelitian tersebut diungkap, adanya sedikit penekanan pada perut saat sedang berjongkok dapat mempermudah BAB. Inilah yang mungkin menyebabkan penggunaan toilet jongkok lebih direkomendasikan dibanding toilet duduk.

Toilet Duduk Lebih Berisiko Menyebabkan Dermatitis

Di masa lalu, dudukan toilet kerap dianggap menyebabkan dermatitis kontak, yang ditandai dengan iritasi kulit di sekitar paha dan bokong. Iritasi kemungkinan disebabkan oleh material pembuatan dudukan toilet. Toilet duduk yang menggunakan bahan  kayu yang telah divernis dan di cat di klaim menjadi penyebab iritasi kulit.

Untuk mengurangi risiko ini pada tahun 1980-an, penggunaan dudukan toilet berbahan kayu mulai diganti dengan bahan plastik. Perubahan ini telah membuat kasus dermatitis akibat dudukan toilet menurun drastis.

Di sisi lain, dermatitis yang disebabkan duduk di dudukan toilet juga dapat disebabkan bahan kimia dari produk pembersih yang digunakan untuk membersihkan sarana tersebut. Alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride didecyl dan dimethyl ammonium chloride adalah contoh dua bahan yang terbukti menyebabkan iritasi kulit.

Selain lebih berisiko menyebabkan dermatitis, dudukan toilet juga bisa jadi tempat berkumpul berbagai bakteri penyebab penyakit, seperti:

  • E.coli penyebab diare.
  • S.aureus penyebab pneumonia atau penyakit kulit.
  • Streptococcus penyebab gangguan tenggorokan.

Sedangkan virus seperti HIV dan herpes yang sering menakutkan bagi kebanyakan orang, umumnya tidak akan bertahan lama berada di luar tubuh manusia, termasuk dudukan toilet. Ditambah lagi infeksi virus ini hanya dapat terjadi jika Anda memiliki luka terbuka pada bagian yang bersentuhan dengan dudukan toilet.

Toilet Duduk Lebih Berisiko Menyebabkan Wasir

Secara medis, ternyata ada anggapan bahwa toilet jongkok lebih sehat dibanding toilet duduk. Terlalu lama duduk saat buang air di toilet duduk rupanya dapat menyebabkan wasir atau pembengkakan pembuluh darah. Ini disebabkan karena adanya peningkatan tekanan di pembuluh darah pada saluran cerna bagian bawah.

Wasir ditandai dengan gejala-gejala berupa:

Cara Menjaga Kebersihan Saat Menggunakan Toilet

Baik menggunakan toilet jongkok ataupun toilet duduk, penting untuk menjaga kebersihan toilet dengan baik. Hal ini bertujuan untuk memperkecil risiko terpapar bakteri penyebab penyakit terutama saat menggunakan toilet umum.

Dalam menjaga kebersihan toilet, berikut hal yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan pembersih dudukan toilet sebelum buang air, terutama di toilet umum. Produk pembersih ini umumnya berbentuk semprotan yang diaplikasikan ke dudukan toilet untuk kemudian dapat dilap dengan tisu.
  • Anda juga dapat menggunakan penutup dudukan toilet atau tisu untuk mencegah kulit bersentuhan langsung dengan dudukan toilet.
  • Bilasan air yang biasa digunakan untuk membuang kotoran dalam toilet juga berisiko menyemprotkan bakteri ke area lain dari toilet seperti lantai ataupun dinding. Oleh karenanya, tutup toilet ketika membilas. Serta, hindari meletakkan tas atau bawaan Anda di lantai toilet saat Anda buang air. Tempatkan barang Anda pada gantungan yang biasa disediakan di dinding atau pintu.

Saat sedang menggunakan toilet duduk, disarankan untuk menggunakan tisu ketika membuka dan menutup atau saat menekan tombol bilas. Hal ini karena kran air di wastafel dan tombol untuk menyiram, merupakan area bakteri sering berkumpul.

Terakhir, jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan fasilitas toilet umum. Sebab bakteri yang berada di toilet dapat menempel di tangan dan berpindah ke mulut. Kemudian jangan lupa untuk mengeringkannya dengan benar. Jika memilih menggunakan tisu, sebaiknya gunakan tisu yang tersimpan dalam tempat tertutup.