Ultilox adalah obat untuk mengatasi gejala akibat kelebihan asam lambung dan penumpukan gas di saluran cerna, seperti rasa tidak nyaman di perut, nyeri ulu hati, dan perut kembung. Ultilox tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan suspensi.
Ultilox mengandung aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Kedua bahan tersebut merupakan antasida yang bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Oleh karena itu, keluhan akibat naiknya asam lambung bisa reda dengan obat ini.

Tidak hanya itu, Ultilox juga mengandung simethicone yang merupakan antikembung. Kandungan ini bekerja dengan cara menyatukan gelembung gas kecil di saluran cerna menjadi gelembung yang lebih besar. Dengan begitu, gas dalam perut lebih mudah dikeluarkan melalui sendawa atau kentut dan keluhan perut kembung bisa mereda.
Karena kombinasi ketiga bahannya, Ultilox bisa digunakan untuk mengatasi gejala sakit maag karena gastritis, tukak lambung, dan tukak usus dua belas jari. Ultilox termasuk obat bebas yang bisa didapatkan di apotek tanpa resep dokter.
Produk Ultilox
Produk Ultilox terdiri dari dua varian, yaitu:
- Ultilox 4 tablet, mengandung 250 mg aluminium hidroksida, 250 mg magnesium hidroksida, dan 50 mg simethicone tiap tablet kunyah
- Ultilox suspensi 150 ml, mengandung 500 mg aluminium hidroksida, 250 mg magnesium hidroksida, dan 4 mg simethicone per 5 ml cairan
Apa Itu Ultilox
| Bahan aktif | Aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, dan simethicone |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Antasida dan antiflatulensi (antikembung) |
| Manfaat | Meredakan gejala sakit maag akibat kelebihan asam lambung, termasuk pada gastritis, tukak lambung, dan ulkus duodenum |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Ultilox untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan aluminum hidroksida, serta magnesium hidroksida dan simethicone terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Antasida dan simethicone dalam Ultilox umumnya aman digunakan sebagai penanganan awal sakit maag pada masa kehamilan. Namun, penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan oleh dokter. | |
| Ultilox untuk ibu menyusui | Semua kandungan dalam varian produk Ultilox aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai. |
| Bentuk obat | Tablet kunyah dan suspensi |
Peringatan sebelum Menggunakan Ultilox
Ultilox tidak boleh digunakan sembarangan meski bisa didapatkan secara bebas. Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:
- Jangan menggunakan Ultilox jika Anda alergi terhadap kandungan di dalam obat ini. Konsultasikan ke dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki.
- Hindari penggunaan Ultilox jika Anda sedang mengalami diare atau sembelit. Individu yang sedang menjalani diet rendah magnesium juga tidak disarankan minum obat maag ini.
- Informasikan kepada dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, obstruksi usus, penyakit hati, atau perdarahan saluran cerna.
- Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Ultilox jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini dilakukan untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Ultilox.
Dosis dan Aturan Pakai Ultilox
Berdasarkan varian produknya, berikut ini adalah dosis umum penggunaan Ultilox:
Ultilox Tablet Kunyah
- Dewasa: 1–2 tablet kunyah, 3–4 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½–1 tablet kunyah, 3–4 kali sehari.
Ultilox Suspensi
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 1–2 sendok takar (5–10 ml), 3–4 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½–1 sendok takar (2,5–5 ml), 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Ultilox dengan Benar
Gunakan Ultilox sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan atau ikuti saran dokter sebelum menggunakan Ultilox. Jangan menggunakan Ultilox kurang atau melebihi dosis yang disarankan oleh dokter.
Agar mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal, ikutilah cara menggunakan Ultilox dengan benar di bawah ini:
- Konsumsilah Ultilox tablet kunyah atau Ultilox suspensi 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.
- Jika mengonsumsi Ultilox sediaan tablet kunyah, kunyahlah obat ini hingga lumat sebelum ditelan.
- Apabila menggunakan Ultilox sediaan suspensi, pastikan untuk mengocok botol sebelum obat dikonsumsi. Gunakan sendok takar yang disertakan di dalam kemasan agar dosisnya tepat.
- Bila Anda perlu mengonsumsi obat lain, minumlah obat tersebut 2 jam setelah atau sebelum mengonsumsi Ultilox.
- Hentikan penggunaan Ultilox jika gejala sakit maag sudah hilang.
- Konsultasikan ke dokter jika keluhan sakit maag belum membaik setelah 2 minggu menggunakan Ultilox. Obat maag yang dijual bebas tidak boleh digunakan lebih dari 2 minggu tanpa anjuran dari dokter.
- Simpan Ultilox di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Ultilox dengan Obat Lain
Aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida pada Ultilox dapat mengurangi efektivitas obat-obat berikut ini jika dikonsumsi secara bersamaan atau dalam waktu berdekatan:
- Antibiotik, seperti ciprofloxacin, cefdinir, atau tetracycline
- Antibiotik untuk pengobatan TBC, seperti rifampicin
- Antipsikotik, seperti chlorpromazine
- Levothyroxine untuk mengatasi hipotiroidisme atau menggantikan hormon tiroid
- Obat untuk infeksi HIV, seperti dolutegravir
- Rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol
- Suplemen zat besi untuk mengatasi anemia
Agar interaksi obat tidak terjadi, Anda bisa memberi jarak antar konsumsi obat setidaknya 2 jam. Selain itu, konsultasikan ke dokter jika Anda berencana untuk mengonsumsi Ultilox bersama dengan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Ultilox
Efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi Ultilox, antara lain:
Kandungan obat di dalam Ultilox dapat menyebabkan reaksi alergi atau efek samping serius, seperti:
- Pusing berat
- Napas pendek
- Detak jantung lambat atau tidak teratur (aritmia)
- Linglung
- Nyeri saat buang air kecil
Konsultasikan melalui Chat Bersama Dokter dengan dokter di aplikasi Alodokter jika timbul efek samping yang mengganggu. Dokter dapat memberikan obat atau solusi lain untuk mengatasi efek samping tersebut. Bila diperlukan pertolongan medis secepatnya, dokter dapat menyarankan Anda untuk segera ke IGD rumah sakit terdekat.