7 Hal Yang Perlu Dilakukan Calon Ayah

Tidak hanya seorang ibu hamil yang kerap merasa kewalahan, seorang calon ayah pun memiliki berbagai perasaan baru di dalam benaknya. Sebagian besar calon ayah bisa merasa khawatir, panik, takut, atau bahkan seperti belum siap untuk menjadi ayah ketika menyambut kehadiran Si Kecil. Ini karena kehamilan istri membawa perubahan besar di dalam hidup yang memerlukan penyesuaian yang besar pula.

Segala emosi yang bercampur aduk demikian sebenarnya merupakan hal yang normal. Emosi yang dirasakan calon ayah bahkan bisa menjadi lebih intens saat dihadapkan pada kehamilan yang tidak direncanakan. Namun memang setengah dari seluruh kehamilan nyatanya tidak terencana.

 

Jika kamu adalah seorang calon ayah, cobalah untuk menghabiskan waktu dengan teman yang telah berkeluarga, lebih baik lagi dengan teman yang memiliki bayi baru lahir. Kamu bisa berdiskusi untuk mendapatkan berbagai masukan mengenai persiapan menjadi ayah sekaligus cara merawat bayi.

Menjelang akhir kehamilan, saat usia kandungan istri berkisar 27-40 minggu, janin bisa terasa sangat berat sehingga istri sering kali merasa kelelahan dan uring-uringan. Ibu hamil juga mungkin akan merasakan ketakutan tentang menjalani persalinan nantinya. Ditambah lagi, bila istri sudah cuti hamil dari pekerjaannya, dia mungkin akan merasa kesepian di rumah. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan dukungan dan pengertian dari kamu. Tenangkan istri dan berikan dia motivasi agar tetap optimis menghadapi persalinan. Selain itu, masih banyak lagi yang dapat kamu lakukan untuk mendukung semua menjadi lebih lancar.

Menjalani Kebiasaan Sehat Bersama-sama

Pola makan sehat akan menjadi lebih mudah untuk diterapkan bila dijalani bersama-sama. Oleh karena itu, kamu perlu menerapkan pola makan sehat dan kebiasaan sehat lainnya agar istri juga terdorong untuk melakukannya. Bila kamu seorang perokok, kerahkan semua daya dan upaya untuk berhenti merokok, minimal tidak merokok di dekat istri karena paparan asap rokok sangat berbahaya bagi janin.

Lebih Peka Dalam Kehidupan Seks

Umumnya tidak ada alasan medis untuk absen melakukan hubungan seks saat istri sedang hamil. Namun di saat hamil, ada wanita yang menjadi enggan melakukan hubungan seks dan ada juga yang sebaliknya. Apa pun keadaannya, tetap dianggap normal. Bila Sang Bunda merupakan tipe yang tidak berselera terhadap seks selama hamil, maka Ayah harus bisa bersabar serta memaklumi keadaan yang satu ini.

Bila tidak memungkinkan untuk melakukan hubungan seks, carilah cara lain untuk tetap dekat satu sama lain dengan senantiasa membicarakannya baik-baik. Sebaliknya, bila memungkinkan untuk melakukan hubungan seks, ingatlah bahwa kemungkinan payudara istri terasa nyeri pada minggu-minggu awal kehamilan. Oleh karena itu, pastikan dulu istri merasa nyaman dan ada baiknya untuk mencoba-coba posisi seks yang berbeda selama kehamilan. Yang pasti, tunda berhubungan seks bila terjadi perdarahan atau istri merasakan nyeri.

Mulai Pelajari Pengetahuan Dasar tentang Proses Persalinan

Temani istri saat mengikuti kelas ibu hamil. Di dalam kelas, Ayah dapat mempelajari pijat ibu hamil dan teknik mengelola rasa sakit saat persalinan. Misalnya tentang bagaimana peran Ayah dalam memegangi belakang kepala dan bahu istri ketika sedang mengejan. Prosedur pijat hamil pun bukannya tanpa tujuan, melainkan untuk membantu istri agar menjalani persalinan dengan lebih lancar. Diskusikan dengan istri tentang apa yang bisa membuatnya nyaman.

Di samping itu, upayakan untuk menemani istri tiap kali memeriksakan diri kepada dokter agar Ayah dapat mengumpulkan informasi dan mengajukan pertanyaan, selain juga bisa mendengar detak jantung janin dan melihat gambar janin pada sonogram. Tidak ada salahnya jika kalian berdua melihat-lihat keadaan di rumah sakit hanya untuk melihat situasi di kamar bersalin. Jangan lupa juga untuk memetakan rute terbaik menuju rumah sakit bersalin pilihan kalian.

Berperan secara Langsung Meringankan Tugas Rumah Tangga

Sekarang adalah waktunya bagi calon ayah untuk mulai berbagi pekerjaan rumah tangga. Berikut adalah beberapa pekerjaan rumah yang bisa kamu lakukan.
  • Mulai mempersiapkan rumah untuk kehadiran bayi dengan melakukan perbaikan rumah atau renovasi yang selama ini terabaikan.
  • Belanja keperluan sehari-hari atau sekadar membawakan belanjaan agar istri tidak kelelahan.
  • Memasak untuk istri. Yang satu ini sangat membantu meringankan kesibukan istri di rumah dan agar dia dapat lebih mudah makan yang dibutuhkannya. Ingatlah bahwa bumil membutuhkan pasokan gizi yang ideal demi menjaga kesehatan diri dan janin.

Saatnya menjadi Suami Siaga yang Bisa Diandalkan

Berikut adalah daftar persiapan calon ayah yang bisa sangat berguna pada minggu-minggu akhir kehamilan istri.
  • Pastikan kamu bisa dihubungi tiap saat, jangan lupa untuk selalu menyalakan ponsel.
  • Simpan nomor-nomor penting di dalam ponsel, seperti nomor rumah sakit, ambulans, dokter kandungan istri, nomor orang tua,  dan nomor lainnya yang bisa dihubungi di saat-saat darurat.
  • Putuskan bagaimana mengantar istri ke rumah sakit, apakah dengan mobil pribadi, menggunakan ambulans, atau lainnya. Bila menggunakan mobil sendiri, pastikan bensin selalu tersedia dan mesin bekerja dengan baik. Jauh sebelum perkiraan hari persalinan, Ayah dapat mengetes terlebih dahulu mengendarai mobil untuk mengetahui berapa lama waktu yang kira-kira dibutuhkan dari rumah mencapai rumah sakit. Cari tahu jalur-jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan.
  • Ingatlah untuk mengemas tas sendiri yang berisikan makanan ringan, kamera, ponsel, charger, dan power bank. Bersiagalah untuk membantu istri mengemas barang-barang keperluan persalinan.
  • Jika sudah memiliki anak-anak, titipkan mereka selama istri berada di rumah sakit bersalin, misalnya dengan memesan tempat penitipan anak atau daycare. Yang pasti kalian selalu bisa menitipkan anak-anak pada orang tua atau kerabat yang dapat dipercaya.

Bersiap Untuk Persalinan Sang Istri

Tentu saja istirimu yang akan menjalani bagian terberat selama persalinan, namun kamu juga memiliki peran penting karena dia akan membutuhkan pendampingan. Dengan menemaninya bersalin, kamu dapat membantu menyediakan berbagai kebutuhan istri saat persalinan. Jika diperlukan, kamu harus bolak-balik untuk membeli atau mencari apa yang diperlukan istri, selain menjadi penghubung dengan anggota keluarga selama dia melahirkan.

Namun bila Ayah tidak dapat mendampingi bunda untuk bersalin, diskusikan hal ini dan carilah solusi alternatifnya, misalnya memikirkan siapa yang bisa menemani istri saat bersalin.

Bersiap Melihat Bayimu untuk Pertama Kalinya

Melihat bayimu lahir ke dunia dapat menjadi pengalaman yang luar biasa. Setelah Si Kecil lahir, suster akan menyerahkan bayi kepadamu. Jangan merasa ragu atau takut dengan Si Adek Bayi. Dekap dirinya erat-erat dengan tubuhmu.

Namun, jangan hanya mengagumi bayi mungilmu, pelajari bagaimana merawatnya juga. Cari tahu bagaimana mengganti popok atau memandikan bayi, membawakan camilan dan minuman untuk Sang Bunda bila bayimu menyusu dari Air Susu Ibu (ASI), atau memberikan dot bila bayimu menyusu dari dot sekaligus senantiasa mensterilkan dot. Dengan membantu merawat bayi, istrimu bisa beristirahat setelah menjalani persalinan yang melelahkan. Manfaatkan momen ini untuk membangun ikatan antara kamu dan bayi.

Selain tujuh hal di atas, calon Ayah bisa menggali lebih banyak informasi tentang persalinan dan cara merawat bayi baru lahir. Carilah berbagai informasi tersebut di website ini, makin banyak Ayah tahu, maka Ayah makin bisa membantu.