Segera Tanyakan 6 Hal Ini Padanya Bila Ingin Hubunganmu Langgeng

Ketika sedang dimabuk asmara, kita cenderung melihat pasangan dari sisi baiknya saja. Di satu sisi, berpikir positif tentang pasangan memang bagus di dalam suatu hubungan yang didasari komitmen, artinya sudah ada rasa saling memercayai. Namun di sisi lain, kamu mungkin harus menyiapkan mental untuk menghadapi semua keburukannya yang kini belum terungkap.

Penting bagimu untuk menanyakan beberapa hal penting kepada pasangan agar tidak terjadi salah paham yang bisa membawa prahara di masa depan.

Segera Tanyakan 6 Hal Ini Padanya Bila Ingin Hubunganmu Langgeng - Alodokter

Demi bisa melanjutkan status ‘komitmen awal’ ini ke tahap pernikahan, tanyakan hal berikut sebelum menikah. Namun, buat kamu yang sudah menikah juga tidak ada salahnya untuk mendiskusikan hal ini dengannya.

Kehidupan seksual

Berhubungan seksual merupakan keputusan besar karena terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan atau bahkan penyakit menular seksual dapat mengubah kehidupan kalian berdua. Tanyakanlah kepadanya apakah dia pernah mengkhawatirkan penyakit menular seksual (PMS) serta apakah dia pernah melakukan tes untuk mengetahui terinfeksi PMS atau tidak, lalu kapan tes itu dilakukan. Bila sudah melakukan tes, apakah dia menjalani semacam perawatan?

Tanyakan juga berapa orang yang pernah berhubungan seks dengannya dan apakah dia memiliki kutil kelamin. Apakah dia keberatan untuk menggunakan kondom dan apakah dia alergi kepada bahan kondom atau lateks tertentu, serta apakah dia sedang memakai alat kontrasepsi dalam bentuk apa pun.

Cobalah untuk berdiskusi dengan baik dan dengan pikiran terbuka tentang masalah ini. Dukung dan semangati dia untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikannya dan dengarkanlah. Wajar bila awalnya kamu grogi ketika membicarakan hal ini. Dan mungkin saja pertanyaan itu sulit untuk terlontar dari mulutmu sendiri. Namun, bila pasanganmu memang peduli padamu dan ingin kamu nyaman dalam berhubungan cinta dengannya, dia akan bercerita kepadamu. Ingatlah bahwa hubungan seksual bukanlah tentang kesenangan dari satu pihak, melainkan saling berbagi sebagai pasangan. Di samping itu, penting untuk melindungi kesehatan diri yang tidak ternilai harganya.

Bila dia atau dirimu sendiri sudah pernah melakukan hubungan seksual, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan PMS. Pemeriksaan tersebut terbilang mudah dan biasanya tidak mahal karena menggunakan sampel urine.

Riwayat utang

Bila sudah menikah, kalian bukan hanya berbagi cinta, tapi juga berbagi harta dan tanggungan. Agar kamu memiliki gambaran yang lebih utuh tentang perencanaan keuanganmu di masa mendatang, tanyakan kepadanya bagaimana riwayat utangnya dan apakah saat ini masih memiliki utang serta untuk tujuan apa dia berutang. Tidak menutup kemungkinan, riwayat utang pasanganmu dapat berdampak kepada kesempatanmu untuk mendapat pinjaman bank di masa mendatang.

Rencana mengenai anak

Penting bagi kalian untuk bertukar pikiran mengenai anak, seperti apakah kalian ingin punya anak dan berapa banyak. Diskusikan juga soal kemungkinan terburuk, misalnya bila salah seorang dari kalian atau justru keduanya memiliki masalah kesuburan. Apa yang akan kalian lakukan untuk menghadapi hal itu, apakah memilih untuk mengadopsi anak atau mencari segala cara agar bisa memiliki keturunan sendiri.

Bukan hanya tentang memiliki anak, tapi pikirkan juga bagaimana cara merawat dan mendidik anak-anakmu nanti. Apakah kalian akan menerapkan pola asuh orang tua kalian kepada anak atau justru menghindari pola asuh yang demikian.

Secara umum, ada tiga garis besar pola asuh anak, yaitu agresif, asertif, dan nonintervensi. Pola asuh agresif cenderung melibatkan aturan yang keras terhadap anak dan kurang fleksibel. Hal itu berkebalikan dengan pola asuh nonintervensi yang mana peraturan kepada anak cenderung lebih sedikit dan bersifat lebih fleksibel. Sementara itu, pola asuh asertif merupakan titik tengah dari kedua pola asuh sebelumnya.

Rencana membangun masa depan

Pembahasan ini bisa menjadi sesi diskusi yang cukup menyenangkan karena kalian bisa bercita-cita bagaimana kalian membangun biduk rumah tangga. Kalian memang bebas bermimpi, namun tetapkan rencana yang bisa kalian capai dalam lima tahun mendatang, misalnya ketika kalian sudah memiliki cukup uang untuk membeli rumah atau lima tahun mendatang kalian sudah memiliki anak. Pastikan apa yang kalian ingin capai dalam lima tahun ke depan?

Memahami pasangan dengan lebih baik

Ketika menghadapi masalah atau perbedaan pendapat, cobalah untuk memahami sudut pandang pasanganmu. Bersikaplah penuh kasih sayang, perhatian dan berminat dengan pendapatnya serta janji yang dapat meredam perasaan benci serta mengendurkan kemandekan.

Tanyakan padanya apa yang dia ingin kamu pahami lebih baik. Dia mungkin akan menjelaskan secara langsung apa yang sebelumnya tidak pernah kamu pahami atau menjelaskan tentang dirinya agar kamu lebih memahaminya sebagai pribadi yang utuh. Informasi tentang pasanganmu ini lebih penting daripada isu masalah itu sendiri.

Bagaimana melakukan keinginan pasangan

Dalam berkomunikasi dengan pasangan, sering kali kita menanyakan apa yang diinginkan pasangan secara umum. Namun, hal itu sebenarnya belum cukup. Tanyakan juga tentang bagaimana upaya mewujudkan keinginan pasangan.

Misalnya, pasanganmu butuh perhatianmu lebih banyak. Tanyakan lagi kepadanya mengenai apa yang dimaksud dengan perhatian yang lebih banyak, misalnya apakah mengajakmu berjalan-jalan, sering meneleponmu, atau lainnya.

Masa-masa pendekatan sebelum menikah seharusnya dimanfaatkan sebagai momen untuk mengakrabkan diri. Wajar bila kita memiliki begitu banyak ide untuk disampaikan atau masalah yang ingin ditanyakan. Asal jangan langsung membombardir si Dia dengan sejumlah pertanyaan yang rumit dan memusingkan, walaupun rasanya penting untuk segera diajukan. Pilih tempat yang nyaman agar bisa mendiskusikannya dengan santai. Agar dia lebih terbuka, tidak ada salahnya untuk mulai menceritakan kisahmu dahulu.