Alat Bantu Kateter Sebagai Solusi Inkontinensia Urine

Penumpukan air urine di dalam kandung kemih dapat menyebabkan tekanan berlebih pada ginjal. Seseorang yang mengalaminya berisiko terkena gagal ginjal atau bahkan kerusakan organ permanen. Dalam hal ini, sebuah alat bernama kateter urine akan digunakan pada pasien untuk membantu mengosongkan kandung kemih.

Pemasangan kateter urine khusus diperuntukkan orang-orang yang tidak mampu membuang air kecil sendiri dengan normal. Pada umumnya, penggunaan kateter bukan untuk selamanya, melainkan hanya sampai mereka mampu kembali buang air kecil sendiri. Namun ada juga kelompok lain yang membutuhkan bantuan kateter untuk jangka waktu yang lebih lama, seperti orang-orang lanjut usia, mengalami penyakit parah, atau cedera yang parah. Kondisi yang mereka alami ini akan berbeda-beda dan akan disesuaikan dengan waktu pemakaian alat bantu kateter, bisa lebih lama atau bahkan selamanya.

kateter - alodokter

Dasar-dasar Penggunaan Kateter

Kateter berbentuk selang panjang dengan diameter kecil yang berbahan cukup fleksibel. Selang kateter ini dapat terbuat dari plastik, karet, silikon, atau lateks. Fungsinya untuk mengalirkan urine yang sudah terkumpul di kandung kemih untuk dibuang dari tubuh. Pemasangan kateter dilakukan oleh perawat atau dokter di rumah sakit.

Kateter dimasukkan ke kandung kemih melalui uretra (lubang tempat keluarnya urine), atau bisa juga melalui sebuah lubang yang dibuat melalui sayatan di perut bagian bawah. Pada saat kateter ini sudah mencapai kandung kemih, urine akan mengalir keluar melalui selang, untuk kemudian dialirkan ke dalam sebuah kantong penampung khusus.

Berdasarkan jenis dan indikasinya, ada kateter yang langsung dilepas beberapa menit setelah penggunaan, ada juga yang baru dilepas setelah beberapa jam, hari, atau bahkan untuk jangka waktu yang lebih lama.

Jenis-Jenis Kateter dan Perlengkapannya

Ada tiga jenis kateter yang biasa digunakan. Pada dasarnya semua jenis berfungsi sama, namun hanya modelnya saja yang berbeda. Tiga jenis kateter tersebut adalah:

Intermittent catheter

Jenis ini digunakan apabila Anda memerlukan kateter untuk sementara waktu saja. Kateter akan dilepas setelah urine di kandung kemih sudah dikeluarkan semuanya. Kateter ini biasa dipakai untuk pasien-pasien paska operasi, atau pada pasien yang enggan membawa kantong penampung urine ke mana-mana.

Indwelling catheter

Ini adalah jenis kateter yang tetap dipasangkan di kandung kemih untuk sementara waktu. Kateter jenis ini dipasang dengan dua cara. Pertama, dipasang melalui uretra. Air seni akan keluar melalui kateter dari kandung kemih dan ditampung di kantong penampung urine. Cara kedua, kateter dimasukkan melalui lubang kecil yang dibuat di perut. Cara kedua ini hanya dapat dilakukan di rumah sakit dengan prosedur sterilisasi yang tepat.

Kateter jenis ini dilengkapi dengan balon kecil yang berfungsi mencegah kateter bergeser dan keluar dari tubuh. Balon tersebut akan dikempiskan dan dikeluarkan ketika kateter sudah selesai digunakan.

Kateter dengan tipe terbaru telah dilengkapi katup yang dapat dibuka sehingga urine dapat mengalir keluar secara otomatis.

Condom catheter

Kateter jenis ini harus diganti tiap hari. Bentuknya berupa sebuah alat menyerupai kondom dan dipasang pada bagian luar penis. Fungsinya sama saja, yaitu mengalirkan air seni ke kantong drainase. Kateter ini umumnya digunakan pada pria yang tidak memiliki gangguan di saluran kemih, namun gangguannya lebih ke arah mental atau psikis.

Kantong drainase

Kantong drainase atau kantong penampung urine adalah perlengkapan yang ditempelkan pada kateter. Kantong drainase dengan ukuran kecil dapat menampung air seni sebanyak 300-500 mililiter. Ketika kantong sudah penuh, Anda dapat membuang isinya ke toilet. Kantong jenis ini biasanya dilekatkan di kaki dan dapat ditutupi rok atau sarung.

Terdapat pula kantong drainase dengan ukuran yang lebih besar, daya tampungannya dapat mencapai 1-2 liter air seni. Berhubung ukurannya besar, Anda tidak dapat melekatkan di kaki, melainkan digantung di sisi tempat tidur. Sama seperti kantong drainase kecil, Anda dapat membuang isinya tiap kali kantong penuh atau tiap delapan jam.

Cara menggunakan kantong ini cukup sederhana, yaitu dengan meletakkannya lebih rendah daripada kandung kemih agar urine tidak mengalir kembali ke kandung kemih. Cara membersihkannya pun mudah, cukup isi kantong drainase yang kosong dengan campuran air dan cuka atau pemutih. Rendam selama 20 menit, lalu keringkan dengan cara digantung dan diangin-anginkan.

Jika Anda diharuskan menggunakan kateter, dokter atau perawat akan membantu memasangkan alat tersebut. Mintalah dokter atau perawat untuk menjelaskan cara penggunaan dan perawatannya.