Diary Kehamilan: Trimester Ketiga

Hore! Kehamilanmu kini sudah memasuki trimester ketiga (minggu ke-28 hingga ke-40). Itu artinya, waktumu untuk bertemu dengan Si Kecil sudah kian mendekat. Di trimester akhir ini, kamu sudah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan.

Bagi wanita hamil, trimester ketiga mungkin bisa membuat perasaan menjadi cemas, deg-degan, pokoknya tidak karuan, deh. Untuk menghindari pikiran-pikiran yang tidak jelas, lebih baik kamu fokus melakukan hal-hal yang bermanfaat di trimester ini. Harap dicatat, yah, di buku diary-mu agar tidak ada yang terlewatkan.

Diary kehamilan Trimester Ketiga

Pantau gerakan janin.  Memantau hal ini sangat penting, lho, guna mendeteksi ketidaknormalan pada janinmu. Biasanya, pada minggu ke-28, pergerakan janin sudah mulai sering terjadi seolah dia bisa menendang-nendang perutmu. Perhatikan apabila tiba-tiba janinmu mendadak tidak aktif bergerak seperti biasanya, karena mungkin itu bisa jadi tanda dia mengalami gangguan kesehatan.

Jika dia tidak begitu aktif bergerak pada minggu ke-36 hingga menjelang kehamilan, kamu tidak perlu khawatir. Karena pergerakannya memang akan sedikit melambat seiring pertumbuhannya di dalam kandungan.

Bersiap-siap untuk menyusui. Penting banget, nih, dilakukan jika kamu berencana menyusui Si Kecil secara eksklusif. Mulai saat ini, cobalah untuk mencari tahu tentang manfaat menyusui agar kamu makin semangat menerapkannya, bagaimana cara menyimpan ASI, lalu apa saja yang harus dilakukan ibu menyusui agar ASI-nya berkualitas, serta apa saja pantangannya. Semangat!

Kemasi perlengkapan untuk bersalin. Meski persalinanmu masih jauh dari tanggal prediksi, tidak ada salahnya untuk mengemasi segala perlengkapan yang dibutuhkan selama berada di rumah bersalin. Jadi, ketika tiba-tiba kamu melahirkan sebelum tanggal prediksi, kamu dan pasangan tidak perlu lagi direpotkan dengan hal tersebut.

Pelajari seluk-beluk dunia persalinan. Kamu harus mengetahui tanda-tanda persalinan, seperti apa prosesnya, dan berbagai komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Pelajari pula cara mengatasi rasa sakit saat persalinan baik secara alami maupun dengan bantuan obat-obatan atau jarum suntik.

Atasi ketakutan menjelang persalinan. Kamu mungkin berpikiran mengenai beberapa kemungkinan terburuk yang bisa saja menimpamu, seperti tidak kuat menahan rasa sakit saat persalinan, proses persalinan yang sulit, atau hal buruk lainnya. Terlintas pemikiran seperti itu wajar, kok, khususnya jika ini adalah kehamilan pertamamu. Namun, jangan biarkan pemikiran yang belum pasti terjadi itu terus menghantuimu dan membuatmu stres.

Untuk mengatasi ketakutan tersebut, kamu disarankan untuk mengonsultasikan segala hal yang kamu takuti kepada dokter kandunganmu. Tanyakan pula bagaimana cara mencegah agar hal itu tidak terjadi. Dengan begitu perasaanmu bisa menjadi lebih tenang.

Kamu juga bisa meminta tips dari orang-orang di sekitarmu yang sudah pernah menjalani masa-masa menegangkan ini seperti ibu, saudara, atau teman-temanmu.

Jadi, nikmati saja minggu-minggu terakhirmu menyandang predikat sebagai ibu hamil. Tidak perlu berpikiran yang aneh-aneh. Pikirkan saja masa-masa indah ketika Si Kecil sudah berada di pelukanmu.