Diethylcarbamazine

Pengertian Diethylcarbamazine

Diethylcarbamazine adalah obat yang digunakan untuk menangani infeksi yang disebabkan oleh cacing. Obat antiparasit ini berfungsi mengobati beberapa penyakit seperti filariasis, loiasis, toxocariasis, tropical pulmonary eosinophilia dan onchocerciasis. Diethylcarbamazine harus dikonsumsi dengan resep dokter.

Seperti obat-obatan lainnya, diethylcarbamazine bisa menimbulkan efek samping seperti rabun senja (night blindness), lapang pandang menyempit (tunnel vision), dan yang paling parah adalah kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, berkonsultasi dengan dokter sangat penting dilakukan selama masa pengobatan.

Diethylcarbamazine

Tentang diethylcarbamazine

Golongan Antiparasit
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi infeksi yang disebabkan cacing seperti:·         Filariasis

·         Toxocariasis

·         Loiasis

·         Onchocerciasis

·         Tropical pulmonary eosinophilia

Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Tablet

 Peringatan:

  • Bagi wanita yang sedang mengandung atau menyusui, sesuaikan dosis diethylcarbamazine dengan anjuran dokter.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi, baik oleh obat yang sama atau obat jenis lainnya.
  • Usahakan untuk tidak mengonsumsi alkohol atau merokok selama menjalani pengobatan agar terhindar dari risiko komplikasi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya agar dosis diethylcarbamazine dapat disesuaikan.
  • Disarankan untuk tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin selama menjalani pengobatan dengan diethylcarbamazine karena pada beberapa orang, obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis segera temui dokter.

Dosis Diethylcarbamazine

Dosis diethylcarbamazine untuk setiap pasien bisa berbeda-beda. Oleh sebab itu, pasien wajib mengikuti anjuran dokter atau membaca informasi yang tertera pada kemasan produk obat diethylcarbamazine sebelum menggunakannya. Biasanya, dokter akan menentukan dosis sesuai dengan berat badan pasien.

Pasien dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi diethylcarbamazine 1 mg/kg setiap hari. Dosis ini bisa ditingkatkan secara bertahap sampai 6 mg/kg setelah dalam kurun waktu tiga hari, dan dosis akan dipertahankan selama 3 minggu. Untuk memaksimalkan pengobatan, dokter mungkin akan mengombinasikan diethylcarbamazine dengan kortikosteroid.

Selain untuk pengobatan, diethylcarbamazine juga dapat digunakan sebagai obat pencegahan loiasis, dengan dosis pemberian untuk orang dewasa sebanyak 300 mg setiap minggunya. Khusus untuk anak-anak, dosis penggunaannya bisa ditanyakan langsung ke dokter.

Menggunakan Diethylcarbamazine dengan Benar

Untuk memaksimalkan pengobatan, pasien harus menggunakan diethylcarbamazine dengan benar. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan menggunakan obat diethylcarbamazine setelah makan untuk memaksimalkan efeknya terhadap tubuh.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi obat diethylcarbamazine, disarankan untuk segera melakukannya jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis obat diethylcarbamazine pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat. Usahakan agar tidak melewatkan satu dosis pun.

Walaupun mungkin sudah merasa sehat setelah beberapa kali mengonsumsi obat ini, pasien sangat disarankan untuk menghabiskan semua dosis yang sudah diberikan sesuai dengan resep dokter. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pengobatan, sekaligus mencegah kembalinya infeksi.

Diethylcarbamazine seringkali akan diresepkan bersamaan dengan obat kortikosteroid untuk mengatasi gejala peradangan. Pastikan untuk mengonsumsi dua obat tersebut sesuai dengan anjuran dokter tanpa melewatkan satu dosis pun.

Kenali efek samping dan bahaya diethylcarbamazine

Sama seperti obat-obat lain, diethylcarbamazine juga berpotensi menyebabkan efek samping. Selain beberapa efek samping jangka panjang yang telah disebutkan di atas, beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat antiparasit ini di antaranya:

  • Gatal-gatal dan pembengkakan di wajah, khususnya di bagian mata
  • Nyeri di bagian leher, ketiak, dan selangkangan
  • Ruam di kulit
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Mudah lelah
  • Badan lemas

Beberapa efek samping di atas mungkin akan hilang seiring berjalanannya waktu, bersamaan dengan proses adaptasi tubuh dengan obat yang dikonsumsi. Namun, jika efek samping ini tak kunjung hilang, segera hubungi dokter.