Hati-hati, Pola Makan Ibu Hamil yang Buruk Bisa Picu Bayi Lahir Cacat!

Pola makan yang kamu jalani selagi merencanakan kehamilan dan semasa hamil ternyata bisa berdampak buruk pada janin dalam kandungan, lho! Tidak percaya? Ini dia penjelasannya!

Saat merencanakan kehamilan dan semasa hamil, kamu dituntut untuk mengonsumsi makanan sehat yang direkomendasikan untuk mendukung kondisimu yang berbadan dua. Jika asupan tersebut tidak kamu penuhi, kamu berisiko melahirkan Si Kecil dengan kondisi cacat.

Hati hati Pola Makan Ibu Hamil yang Buruk Bisa Sebabkan Bayi Lahir Cacat

Bayi yang lahir cacat dapat mengalami kelainan fisik dan mental. Hal ini juga bisa memicu kematian pada bayi. Namun, kamu masih bisa mencegah hal itu terjadi dengan memenuhi asupan yang dianjurkan saat merencanakan kehamilan dan selagi hamil.

Menurut ahli diet, jika kamu kurang mengonsumsi asupan yang mengandung vitamin B9 atau asam folat, Si Kecil bisa berisiko lahir dengan kondisi cacat tabung saraf. Ini adalah cacat yang memengaruhi otak dan sumsum atau saraf tulang belakang. Kondisi ini biasanya dapat terjadi selama tiga bulan pertama kehamilan.

Dua jenis cacat tabung saraf yang paling umum yaitu spina bifida dan anensefali.

Spina bifida. Kondisi ini di mana tulang belakang janin tidak menutup sepenuhnya. Hal ini membuat saraf rusak dan kelumpuhan kaki.

Anensefali. Kondisi di mana otak dan tengkorak Si Kecil tidak berkembang. Kelainan tersebut bisa menyebabkan Si Kecil lahir dalam kondisi tidak bernyawa atau meninggal sesaat setelah lahir ke dunia.

Untuk mencegah hal itu terjadi, kamu disarankan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mcg per harinya, dimulai dari sebulan sebelum hamil hingga mencapai tiga bulan pertama kehamilan. Setelah kandungan memasuki usia empat hingga sembilan bulan, naikkan dosisnya menjadi 600 mcg.

Asam folat alami bisa kamu temui pada makanan seperti kacang tanah, asparagus, bayam, jeruk, atau sereal yang difortifikasi asam folat. Untuk praktisnya, kamu bisa mengonsumsi suplemen asam folat dengan dosis tersebut.

Selain asam folat, kamu juga mungkin berisiko melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf ketika kurang mengonsumsi makanan mengandung vitamin B12. Menurut ahli, vitamin ini sangat penting untuk menunjang fungsi sistem saraf serta produksi sel darah merah.

Kamu disarankan mengonsumsi vitamin B12 tiap harinya sebanyak 2.6 mcg selama kehamilan. Asupan ini bisa kamu temui secara alami pada telur, daging sapi, daging unggas, dan produk susu.

Kelainan lainnya

Selain cacat tabung saraf tulang belakang, pola makan kamu yang buruk juga bisa memicu bayi mengalami:
  • Bibir sumbing hingga ke langit-langit mulut. Kekurangan asupan bernutrisi saat hamil bisa meningkatkan peluang kamu melahirkan bayi dengan kondisi ini.
  • Penyakit jantung bawaan. Kondisi ini berisiko tinggi terjadi pada bayi jika kamu kurang mengonsumsi makanan mengandung vitamin B2 (riboflavin) dan B3 (niacin). Apalagi jika kamu juga suka mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh.
  • Gastroskisis. Jika kamu memiliki indeks massa tubuh yang terlalu rendah, ditambah kurang asupan protein atau zinc, kamu berisiko melahirkan bayi dengan kondisi gastroskisis atau cacat lahir di mana rongga perut bayi tidak menutup sempurna.
  • Hernia diafragma bawaan. Kondisi ini berisiko tinggi menimpa bayi jika kamu kurang mengonsumsi asupan mengandung vitamin E, vitamin B12, retinol, kalsium, dan selenium. Keadaan ini ditandai lubang pada selaput diafragma sehingga organ di rongga perut masuk ke rongga dada. Diafragma adalah selaput pembatas antara rongga dada dan rongga perut.
Jadi, jika ingin memiliki bayi yang sehat, yuk perhatikan asupan makanan selagi kamu masih dalam tahap merencanakan kehamilan dan selagi hamil.