Diagnosis herpes kelamin atau herpes genital bertujuan untuk memastikan penyebab luka atau keluhan di area kelamin, serta membedakannya dari penyakit menular seksual lain yang memiliki gejala serupa.

Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai sekaligus mencegah penularan lebih lanjut, termasuk risiko penularan dari ibu ke bayi.

Pemeriksaan untuk Diagnosis Herpes Genital

Berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan yang umumnya dilakukan dokter untuk mendiagnosis herpes genital:

Tanya jawab

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien, antara lain:

  • Keluhan yang dialami, seperti adanya luka lepuh, nyeri, gatal, atau perih di area kelamin
  • Waktu pertama kali gejala muncul dan apakah keluhan pernah kambuh sebelumnya
  • Riwayat hubungan seksual, termasuk penggunaan kondom dan kemungkinan kontak seksual berisiko
  • Riwayat penyakit menular seksual yang pernah diderita
  • Riwayat kehamilan atau rencana kehamilan, terutama pada pasien wanita

Pemeriksaan fisik

Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi pasien secara langsung. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Pemeriksaan area kelamin untuk melihat adanya luka lepuh, kemerahan, atau koreng
    Penilaian bentuk, ukuran, dan jumlah luka 
  • Pemeriksaan kelenjar getah bening di selangkangan untuk mendeteksi pembengkakan
  • Pada banyak kasus, dokter sudah dapat mencurigai herpes genital berdasarkan tampilan khas luka lepuh di area kelamin. Namun, untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan lanjutan sering kali tetap diperlukan.

Pemeriksaan penunjang

Jika diperlukan, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:

Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mendeteksi antibodi terhadap virus Herpes simplex (HSV) serta menilai adanya infeksi herpes, baik yang masih aktif maupun yang pernah terjadi sebelumnya.

Pemeriksaan sampel cairan dari luka

Dokter dapat mengambil sampel cairan dari luka lepuh di area kelamin. Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk memastikan keberadaan virus herpes.

Tes darah pada wanita hamil atau yang merencanakan kehamilan

Pemeriksaan darah untuk mendeteksi infeksi herpes juga dianjurkan pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau ibu hamil. Hal ini bertujuan untuk menurunkan risiko penularan virus herpes kepada bayi.

Diagnosis herpes genital yang akurat sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat dan mencegah komplikasi. Jika Anda memiliki luka mencurigakan di area kelamin atau memiliki risiko tertular penyakit menular seksual, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Untuk kemudahan dan kenyamanan, Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter guna mendapatkan penilaian awal dan arahan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi Anda.