Kapan Kista Jinak Berpotensi Menjadi Ganas?

Kebanyakan kista ovarium tidaklah berbahaya. Akan tetapi ada pula kista ovarium yang ganas. Karena kehadirannya yang sering kali tidak bergejala, kista ovarium yang tadinya jinak bisa berpotensi menjadi ganas.

Lantas, apa saja ciri-ciri sebuah kista jinak yang berpotensi menjadi ganas?

kapan kista jinak berpotensi menjadi ganas - alodokter

Kista ovarium adalah sebuah kantung berisi cairan yang tumbuh di indung telur (ovarium). Kebanyakan kista ovarium tidaklah berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Kehadirannya pun sering tidak disertai gejala.

Gejala baru dirasakan ketika kista telah membesar, pecah, atau menutupi suplai darah ke ovarium. Jika sudah memasuki tahap itu, Anda akan merasakan gejala-gejala seperti:

Gejala kista ovarium jinak dan ganas seringkali sulit dikenali karena kemiripannya. Namun jika Anda mendapati gejala di atas disertai penurunan berat badan, demam, kaki bengkak, dan sesak nafas, Anda perlu segera ke dokter dan mendapat pemeriksaan.

Seorang wanita yang telah menopause berpotensi lebih tinggi memiliki kista yang bersifat kanker. Menopause didefinisikan sebagai berhentinya siklus menstruasi seorang wanita. Umumnya hal ini terjadi pada wanita berusia 50 tahunan.

Jenis-jenis Kista Ovarium

Kebanyakan kista ovarium tidaklah bersifat kanker. Kista yang berkaitan dengan menstruasi disebut kista fungsional dan terdapat pada sekitar 24 persen kasus. Kista fungsional umumnya tidak perlu pengobatan karena akan hilang dengan sendirinya. 70 persen kista ovarium berpotensi menyebabkan penyakit namun jinak. Terakhir, jenis kista ganas. Sekitar 6 persen kista yang ditemukan pada ovarium adalah ganas dan memiliki sel kanker. Berikut ini adalah berbagai jenis kista dan penjelasaannya:

Kista fungsional

Kista jenis ini terbagi dua, yaitu kista folikel dan kista korpus luteum. Kehadirannya merupakan bagian dari siklus menstruasi penderitanya. Pada umumnya, kista jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit dan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan kemudian tanpa perawatan khusus.

Kista jinak

Berbeda dengan kista fungsional, kista jenis ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi. Jenis kista jinak ada banyak, diantaranya adalah kista dermoid, kista cystadenoma, dan kista endometrioma. Tiap kista jinak berpotensi berkembang menjadi kanker ovarium. Oleh karena itu, umumnya diangkat melalui operasi atau dipantau secara berkala karena ada yang bisa hilang tanpa penanganan medis.

Kista dermoid cenderung terjadi pada wanita muda. Kista ini bisa menghilang dengan sendirinya jika ukurannya masih kecil. Kista jenis ini jarang berkembang menjadi kanker. Berbeda dengan cystadenoma dan endomentrioma. Kedua jenis ini memang tergolong jinak. Namun, keduanya juga berpotensi memiliki sel kanker.

Kista ganas

Kista ini mengandung sel-sel kanker yang menyebabkan kanker ovarium. Pada umumnya, kista ganas terdiri dari kista jinak yang berubah menjadi ganas karena terlambat untuk diobati.

Bagaimana Mendeteksi Kista Ganas?

Ada beberapa cara yang dapat membantu Anda mengetahui apakah kista yang dimiliki berpotensi menyebabkan kanker atau tidak.

  • Tes darah CA-125. Kadar CA-125 pada seorang penderita kanker ovarium umumnya tinggi. Anda berpotensi memiliki kista yang bersifat kanker jika kadar CA-125 Anda tinggi. Namun, ini tidak bisa menjadi satu-satunya patokan. Kadar CA-125 seorang wanita juga bisa meningkat dalam keadaan menstruasi, hamil, memiliki radang panggul, atau endometriosis.
  • Ultrasonografi atau USG. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mendeteksi jenis, bentuk, ukuran, dan letak kista.
  • Biopsi. Walau umumnya digunakan untuk mendeteksi kanker, namun prosedur ini bisa juga digunakan untuk mengidentifikasi kondisi lain, seperti kista. Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel sejumlah jaringan dari bagian tubuh untuk diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan ini penting untuk menilai apakah kelainan bersifat jinak atau ganas.

Anda tidak bisa memakai satu cara saja untuk mendeteksi apakah kista bersifat kanker atau tidak. Ketiga hal di atas perlu dipertimbangkan secara bersamaan untuk menentukan langkah penanganan kista yang tepat untuk kondisi Anda. Lakukan pemeriksaan rutin demi mengetahui perkembangan kista Anda.