Kenali Detak Jantung Normal Saat Berolahraga

Detak jantung dapat menjadi indikator bahwa seseorang melakukan aktivitas terlalu keras. Detak jantung normal saat berolahraga perlu dikenali, agar tidak berlebihan dalam melakukan aktivitas.

Sesuatu yang berlebihan tentu tidaklah baik, begitu pula dengan olahraga. Sekalipun olahraga bermanfaat bagi kesehatan, jika dilakukan berlebihan Anda dapat merasakan sakit saat melakukan gerakan olahraga, napas menjadi pendek, dan detak jantung melewati batas normal.

kenali detak jantung normal saat berolahraga - alodokter

Panduan Detak Jantung Saat Olahraga

Pada saat berolahraga, tidak ada salahnya Anda tetap memerhatikan detak jantung Anda. Di bawah ini adalah panduan mengenai detak jantung berdasarkan usia. Batas atas digunakan untuk target detak jantung untuk setiap aktivitas atau olahraga dengan intensitas tinggi. Sedangkan batas bawah adalah target detak jantung untuk setiap olahraga atau aktivitas dengan intensitas menengah.

  • Usia 40 – 45 tahun: 85 hingga 155 detak per menit
  • Usia 50 – 55 tahun: 80 hingga 145 detak per menit
  • Usia 60 – 65 tahun: 75 hingga 135 detak per menit
  • Usia 70 tahun: 75 hingga 130 detak per menit

Selain panduan di atas, Anda juga bisa memperkirakan batas maksimal detak jantung Anda saat olahraga dengan cara sebagai berikut:

220 – (usia Anda) = perkiraan batas maksimal detak jantung saat olahraga.

Perhitungan di atas, hanyalah sebagai perkiraan. Untuk lebih tepatnya, Anda bisa melakukan tes latihan bergradasi (bertahap). Disarankan Anda juga melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu. Karena pengobatan atau kondisi medis dapat memengaruhi batas maksimal detak jantung seseorang.

Jika Anda rutin melakukan olahraga, mengetahui dan mengingat baik-baik informasi di atas adalah hal yang penting. Dengan mengetahui informasi tersebut, Anda akan lebih paham kapan harus mengurangi laju gerakan Anda dan kapan harus meningkatkannya. Sehingga manfaat olahraga akan terasa karena Anda tidak melakukannya secara berlebihan ataupun kurang.

Mengukur Intensitas Olahraga Secara Manual

Setelah Anda tahu bahwa detak jantung adalah indikator, Anda mungkin ingin lebih berhati-hati dalam melakukan olahraga. Jika Anda berolahraga di pusat kebugaran atau gym, mungkin Anda akan lebih mudah mengetahui detak jantung melalui monitor yang tersedia.

Namun, jika Anda melakukan olahraga di luar ruangan, mungkin akan lebih sulit untuk mengetahui dengan jelas berapa detak jantung pada saat itu. Anda bisa melakukan beberapa cara untuk mengindikasikan apakah intensitas olahraga Anda berada di tingkat sedang atau berat.

Caranya adalah dengan memperhatikan tanda-tanda pada tubuh Anda. Jika masih dalam batas sedang, Anda akan merasakan napas mulai cepat, namun tidak kehabisan napas. Kemudian Anda akan berkeringat setelah 10 menit berolahraga. Anda tidak dapat bernyanyi, tapi tetap dapat berbicara.

Jika intensitas olahraga Anda sudah mencapai level berat, pertama, Anda akan merasa napas cepat dan dalam. Kedua adalah Anda merasa perlu beristirahat sejenak sebelum berbicara atau Anda merasa sulit berbicara. Ketiga, yaitu ketika Anda sudah mulai merasa banyaknya keringat yang keluar dari tubuh padahal baru beberapa menit melakukan aktivitas.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa olahraga baik untuk kesehatan Anda. Namun, ingatlah untuk tidak melakukannya secara berlebihan. Dan jika Anda baru saja mulai melakukan olahraga, cobalah untuk mulai dari gerakan yang ringan agar tubuh tidak kaget.

Mengenali dengan baik detak jantung normal pada saat berolahraga akan membantu Anda dalam memperkirakan porsi olahraga yang tepat bagi tubuh. Sehingga manfaat kesehatan dalam menjalani olahraga pun bisa didapatkan dengan baik.