Kerap Alami Sinkop, Kenali dan Waspadai Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Sinkop adalah kondisi kehilangan kesadaran sementara yang biasanya berhubungan dengan kurangnya aliran darah ke otak. Dengan kata lain, sinkop adalah istilah medis untuk pingsan. Sinkop merupakan kondisi umum, namun juga bisa menjadi pertanda penyakit tertentu.

Sinkop paling sering terjadi ketika tekanan darah terlalu rendah (hipotensi) dan jantung tidak memompa pasokan oksigen ke otak secara normal.

syncope-alodokter

Penyebab Umum Sinkop yang Perlu Anda Ketahui

Ada beragam penyebab sinkop, mulai dari kondisi medis tertentu hingga faktor lingkungan. Sinkop juga bisa muncul akibat reaksi emosional terhadap situasi yang sangat sulit. Selain itu, sinkop juga bisa disebabkan oleh sakit yang parah, kadar gula darah rendah, penurunan tekanan darah, penurunan denyut jantung, atau perubahan jumlah darah.

Penyebab umum sinkop meliputi:

  • Tekanan darah rendah atau pembuluh darah yang melebar.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Terkumpulnya darah di bagian kaki karena perubahan posisi yang mendadak, misalnya berdiri dengan gerakan terlalu cepat.
  • Berdiri terlalu lama.
  • Rasa sakit atau nyeri dan rasa takut yang ekstrim.
  • Stres berat
  • Kehamilan.
  • Dehidrasi.
  • Kelelahan.
  • Keringatan berlebih.
  • Penyakit saraf seperti stroke, migrain, dan pada lansia yang menderita diabetes atau penyakit Parkinson.

Beberapa bentuk sinkop yang mengarah ke gangguan serius:

  • Sinkop disertai dengan nyeri dada.
  • Terpicu saat sedang olahraga.
  • Terkait dengan jantung berdebar atau detak jantung tidak beraturan.
  • Terdapat keluarga dengan riwayat kesehatan yang serupa atau kematian mendadak.

Sinkop juga bisa disebabkan oleh obat tertentu, contohnya obat untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, terdapat pula sinkop situasional, kondisi ini terjadi akibat situasi tertentu seperti melihat darah, batuk parah, tertawa, atau menelan.

Kondisi medis yang terkait jantung juga dapat menyebabkan sinkop. Adapun penyakit jantung yang bisa menyebabkan sinkop atau pingsan meliputi kelainan katup jantung, hipertensi pulmonal, dan penyakit otot jantung (kardiomiopati).

Gejala Umum Sinkop yang Perlu Anda Waspadai

Gejala yang umumnya muncul ketika sinkop akan terjadi, meliputi:

  • Pusing dan sakit kepala.
  • Mual dan jantung berdebar-debar.
  • Perasaan melayang.
  • Perubahan penglihatan atau penglihatan kabur.
  • Merasa lemas seluruh badan.
  • Denyut nadi lemah.
  • Perubahan suhu tubuh yang membuat Anda tiba-tiba merasa panas atau justru kedinginan.
  • Terlihat pucat.
  • Vertigo atau merasa pusing yang berputar.

Jika Anda mengalami gejala-gejala dan merasa akan pingsan, segeralah hentikan aktivitas lalu duduk dan berbaringlah dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala Anda. Hal ini akan membantu aliran darah kembali ke otak dan mencegah terjadinya sinkop.

Sedangkan untuk memberi pertolongan pada penderita sinkop adalah dengan cara mendudukkan atau membantu membaringkan, mengendurkan pakaian atau apa saja yang mungkin menghalangi pernapasannya. Jika orang tersebut kembali pingsan dalam waktu satu sampai dua menit, hubungi layanan medis darurat setempat.

Sinkop umumnya bukan merupakan kondisi serius dan tidak butuh penanganan khusus, namun Anda dianjurkan menemui dokter jika sinkop terjadi lebih dari satu kali, butuh waktu lama bagi Anda untuk sadar dari pingsan, jantung terasa berdebar kencang, memiliki riwayat nyeri dada, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes.

Referensi