Lindungi Anak Kita dari Bahaya Pergaulan Bebas

Masa remaja adalah masa yang indah untuk mengukir cerita penuh kenangan. Namun, impian memiliki masa muda yang indah bisa hilang dalam sekejap apabila terjerumus ke dalam bahaya pergaulan bebas.

Pergaulan bebas memiliki banyak pengertian tergantung dari pandangan moral seseorang. Salah satu bentuk pergaulan bebas dikaitkan dengan aktivitas hubungan seksual dengan orang yang berbeda-beda dan tanpa didasari ikatan pernikahan. Gaya hidup seperti ini dapat mengancam usia hidup seseorang. Bergonta-ganti pasangan dapat memperburuk kesehatan seksual dan memperpendek rentang hidup. Makin sering bergonta-ganti pasangan, maka risiko terkena penyakit menular seksual (PMS) pun makin tinggi, termasuk meningkatkan risiko terkena penyakit kanker.

dangers of promiscuity_compress

Bahaya Pergaulan Bebas Mengakibatkan Sejumlah Gangguan Kesehatan

Sebagian besar pelaku pergaulan bebas adalah remaja. Hal ini utamanya dikarenakan oleh minimnya edukasi mengenai hubungan seksual dan ketidaktahuan akan bahaya di baliknya. Tidak heran, begitu banyak kawula muda yang terjerumus ke jurang pergaulan bebas.

Lalu seperti apa saja bahaya pergaulan bebas yang dimaksud?

Faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan penyebaran PMS di antaranya usia muda, kerusakan kondom seperti bocor atau pemakaian yang keliru, hubungan sesama jenis, penyalahgunaan obat suntik, serta hubungan seksual prostitusi.

Sebagian orang tua merasa kurang nyaman ketika membahas persoalan seks dengan anak. Nyatanya, orang tua berperan utama untuk terlibat langsung dalam memberikan pendidikan seksual sejak anak berusia dini. Hal ini demi mencegah bahaya pergaulan bebas yang dapat mengakibatkan risiko PMS.

  • Mulai topik pembicaraan mengenai seks

Dalam satu waktu, ada kalanya Anda dan Sang Buah Hati memiliki waktu senggang di rumah. Pada waktu inilah, orang tua bisa membuka pembicaraan mengenai hubungan seks. Bersikaplah secara terbuka saat mendengar dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak. Apabila ada kendala dalam menjawab rasa ingin tahu mereka, orang tua bisa mencari informasi yang relevan dan memulai kembali di kesempatan berikutnya.

  • Berikan pemahaman mengenai bahaya yang bisa terjadi

Diskusikan hal ini dengan bijak dan jauh dari kesan menakut-nakuti. Berikan pemahaman kepadanya mengenai bahaya pergaulan bebas yang dapat mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan dan risiko infeksi PMS. Bekali juga mereka dengan pengetahuan tentang alat kontrol seksual atau kontrasepsi.

  • Dukung anak-anak Anda dalam kegiatan positifnya

Mendukung anak dalam kegiatan yang disenanginya akan meningkatkan harga diri dan percaya diri si anak sehingga dengan sendirinya si anak tidak beralih ke pergaulan bebas untuk menarik perhatian.

  • Aturan yang mencegah kesempatan terjadinya aktivitas seksual

Mulailah terapkan larangan pulang hingga larut malam. Lalu, memberi batas ruang interaksi ketika teman-temannya yang berlawanan jenis berkunjung ke rumah. Pantau terus aktivitasnya tanpa harus menginterupsi kegiatan yang mereka lakukan.

Waspadai pula pengaruh televisi, musik, film, atau jenis-jenis hiburan lain yang memikat anak. Anda bisa memberi mereka jadwal mengakses hiburan setelah waktu belajar dengan seimbang. Hal penting lainnya, berikan dorongan motivasi dan kesadaran kepada anak tentang pentingnya upaya menghargai diri sendiri. Alihkan perhatiannya dari bahaya pergaulan bebas melalui segudang aktivitas positif dan hobi yang bisa Anda dan Sang Buah hati lakukan bersama-sama.