Mengenal Tumor Payudara Jinak, Gejala dan Penanganannya

Secara umum, jenis tumor payudara dibagi menjadi dua, yakni tumor payudara ganas yang mengacu pada kanker payudara, dan tumor payudara jinak. Berikut beberapa gejala, penyebab, serta cara penanganan tumor payudara jinak yang perlu Anda ketahui.

Menemukan benjolan di payudara Anda bisa jadi pengalaman yang menakutkan, namun jangan dulu panik, karena tidak semua benjolan dan tumor bersifat kanker. Salah satu jenis tumor payudara yang sifatnya jinak adalah Fibroadenoma. Kendati tidak mengancam jiwa dan dapat mengecil serta hilang tanpa perawatan, beberapa tumor payudara jinak mungkin masih memerlukan penanganan.

Fibroadenoma merupakan tumor jinak (non-kanker) pada payudara yang terdiri dari jaringan kelenjar payudara dan jaringan stroma (ikat). Fibroadenoma paling sering terjadi pada wanita muda berusia di bawah 30 tahun, namun dapat ditemukan pula pada wanita di usia berapapun. Tidak seperti kanker payudara, yang tumbuh cepat dari waktu ke waktu dan bisa menyebar ke organ lain, tumor payudara jinak tetap berada di jaringan payudara. Umumnya, tumor payudara jinak berukuran kecil, antara 1 cm hingga 2 cm, dan tak lebih dari 5 cm.

Terdapat dua jenis tumor payudara jinak, yakni fibroadenoma sederhana dan fibroadenoma kompleks. Fibroadenoma sederhana masih terlihat sama dengan payudara normal jika dilihat dengan mikroskop dan tidak meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Sedangkan fibroadenoma kompleks mengandung komponen lain seperti makrokista dan penderitanya memiliki risiko satu setengah hingga dua kali lebih besar untuk menderita kanker payudara di kemudian hari.

Gejala dan Penyebab Kanker Payudara yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa tumor payudara jinak berukuran sangat kecil, sehingga sulit untuk diketahui atau dirasakan. Biasanya fibroadenoma sering terasa seperti ada kelereng di dalam payudara Anda. Benjolan tersebut biasanya dapat bergerak dan berpindah serta terasa di bawah kulit. Tumor payudara jinak juga tidak menimbulkan rasa sakit, bahkan dalam beberapa kasus, ada yang tidak merasakan benjolan sama sekali. Fibroadenoma juga tidak menyebabkan kerusakan pada puting susu, pembengkakan, kemerahan, atau iritasi kulit di sekitar payudara.

Penyebab tumor payudara jinak hingga kini belum diketahui secara pasti, namun disinyalir ada kaitan erat dengan hormon reproduksi. Hormon estrogen disebut memiliki peran dalam pertumbuhan dan perkembangan tumor payudara jinak. Fibroadenoma lebih sering terjadi selama masa reproduksi, dan bisa menjadi lebih besar selama kehamilan atau penggunaan terapi hormon, dan akan menyusut setelah menopause, saat kadar hormon menurun.

Diagnosis dan Penanganan Tumor Payudara Jinak

Selain dengan cara meraba payudara, tumor payudara jinak dapat diperiksa dengan melakukan pemeriksaan USG pada payudara atau bisa juga dengan mammogram. Tindakan biopsi (mengambil sampel jaringan untuk diperiksa dengan mikroskop) juga dapat dilakukan untuk mengetahui fibroadenoma atau masalah lainnya di sekitar payudara. Biasanya, dokter akan menyarankan jenis pemeriksaan yang sesuai dengan usia serta karakteristik benjolan.

Dalam banyak kasus, tumor payudara jinak tidak memerlukan perawatan, namun sebagian wanita memilih tindakan pengangkatan fibroadenoma dengan cara operasi. Sebagian wanita lain memutuskan untuk menghindari tindakan operasi lantaran beberapa hal. Salah satunya adalah karena pembedahan dapat merusak bentuk dan tekstur payudara, selain juga karena fibroadenoma terkadang dapat mengecil dan hilang dengan sendirinya.

Dokter dapat pula merekomendasikan tindakan operasi pengangkatan tumor payudara jinak jika dibutuhkan. Biasanya, pertimbangan untuk melakukan pembedahan adalah jika fibroadenoma berdampak pada bentuk alami payudara, menyebabkan rasa sakit, berisiko berkembang menjadi kanker, atau tidak didapatkannya hasil yang relevan pada pemeriksaan.

Ada pun prosedur pengangkatan fibroadenoma meliputi:

  • Biopsi lumpektomi atau eksisi. Dalam prosedur ini, ahli bedah akan mengambil sampel jaringan payudara dan mengirimkannya ke laboratorium untuk memeriksa kemungkinan adanya sel kanker.
  • Cryoablation. Dalam prosedur ini, sebuah alat berupa tongkat tipis dimasukkan ke dalam benjolan tumor melalui kulit. Kemudian gas dingin dipompakan lewat alat ini untuk membekukan jaringan tumor. Cryoablation dapat digunakan pada fibroadenoma yang tidak terlalu besar untuk dibekukan, dan hanya digunakan jika diagnosis sudah pasti.
Terkadang ditemukan satu atau lebih  benjolan baru setelah salah satu benjolan dikeluarkan. Hal tersebut berarti bahwa tumor payudara jinak lainnya telah terbentuk, namun sebelumnya masih terlalu kecil untuk terdeteksi. Penting bagi wanita yang memiliki fibroadenoma untuk menjalani pemeriksaan payudara secara teratur, untuk memastikan tidak ada lagi fibroadenoma yang tumbuh, dan mewaspadai setiap benjolan di payudara.