Tumor jinak dapat tumbuh di bagian tubuh mana pun. Berdasarkan lokasi tumbuhnya, tumor jinak dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Masing-masing jenis tumor jinak tersebut memiliki ciri yang berbeda dan cara penanganan yang berbeda pula.

Setiap jaringan dan organ tubuh manusia tersusun dari sel-sel yang dapat membelah diri dan tumbuh sesuai kebutuhannya. Ketika sel normal dalam tubuh menjadi tua dan mati, sel tersebut akan digantikan dengan yang baru.

Berbagai Jenis Tumor Jinak Berdasarkan Letaknya - Alodokter

Namun, terkadang sel-sel tua tersebut justru berkembang dan tumbuh secara tidak terkendali sehingga menimbulkan jaringan atau benjolan abnormal yang disebut tumor.

Tumor bisa bersifat ganas (kanker) maupun jinak. Berbeda dengan kanker, tumor jinak umumnya tidak menyerang jaringan dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Secara umum, tumor jinak tidaklah berbahaya dan cenderung tumbuh dengan lambat.

Akan tetapi, ada juga sel tumor jinak yang dapat tumbuh dengan cepat. Tumor jinak tersebut tumbuh hingga berukuran cukup besar dan mengganggu jaringan di sekitarnya, seperti pembuluh darah, saraf, atau organ tertentu, misalnya otak dan paru-paru.

Jika sudah demikian, tumor jinak perlu ditangani, baik dengan obat-obatan seperti kemoterapi, terapi radiasi, atau operasi.

Jenis-Jenis Tumor Jinak

Berdasarkan letaknya, tumor jinak bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Lipoma

Lipoma merupakan tumor jinak yang muncul di jaringan lemak tubuh. Tumor jinak ini bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, misalnya punggung, bahu, lengan, atau leher. Lipoma umumnya tampak berupa benjolan di bawah kulit yang tampak bulat, lunak, dan dapat digerakkan.

Jenis tumor jinak ini sering kali tidak perlu diobati apabila ukurannya kecil atau tidak menimbulkan keluhan apa pun. Namun, jika sudah membesar atau menimbulkan rasa nyeri, lipoma biasanya perlu ditangani dengan pembedahan.

2. Nevi

Nevi merupakan tumor jinak yang muncul di kulit. Tumor jinak ini lebih sering dikenal dengan sebutan tahi lalat. Pada kulit, tumor jinak ini bisa tampak berupa bercak kecokelatan, kehitaman, atau merah muda. Nevi umumnya tidak berbahaya dan tidak perlu dihilangkan.

Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati bila muncul tahi lalat baru yang ukurannya cepat membesar, meluas, berbentuk tidak rata, atau menimbulkan keluhan, seperti luka, gatal, atau sering berdarah. Tahi lalat yang demikian bisa jadi menandakan adanya kanker kulit melanoma.

3. Fibroid

Fibroid atau fibroma tumbuh di jaringan fibrosa atau jaringan ikat pada organ atau bagian tubuh tertentu. Tumor jinak jenis ini paling umum muncul di rahim (fibroid rahim).

Meski tidak berbahaya, fibroid rahim bisa tumbuh cukup besar dan menimbulkan keluhan berupa perdarahan vagina yang cukup berat, sering buang air kecil, nyeri panggul, hingga masalah kesuburan.

4. Adenoma

Adenoma adalah tumor yang terbentuk di jaringan epitel dan melapisi kelenjar di tubuh. Jenis tumor jinak adenoma yang paling sering terjadi adalah polip di usus besar. Selain di usus besar, adenoma juga dapat tumbuh di hati, kelenjar adrenal, kelenjar pituitari pada otak, atau kelenjar tiroid. Tumor jinak ini biasanya perlu ditangani dengan operasi.

5. Mioma

Mioma merupakan jenis tumor yang tumbuh di otot. Mioma juga bisa tumbuh di otot polos rahim atau dinding pembuluh darah. Untuk mengatasi jenis tumor jinak ini, dokter dapat melakukan tindakan operasi atau pengobatan dengan kemoterapi.

6. Hemangioma

Hemangioma adalah penumpukan sel-sel pembuluh darah di kulit atau organ dalam tubuh. Hemangioma biasanya muncul berupa tanda lahir pada bayi. Tumor jinak ini biasanya akan tampak berupa bercak merah atau keunguan di kulit dan bisa hilang dengan sendirinya.

Meski demikian, hemangioma terkadang perlu ditangani dengan obat-obatan atau operasi apabila sudah menimbulkan kerusakan pada jaringan atau organ tubuh di sekitar tempat tumbuhnya tumor jinak tersebut.

7. Meningioma

Meningioma adalah tumor jinak yang tumbuh di selaput pembungkus otak dan sumsum tulang belakang. Pengobatan meningioma bervariasi, tergantung lokasi dan gejala yang ditimbulkan. Akan tetapi, kondisi ini umumnya ditangani dengan operasi dan kemoterapi.

8. Neuroma

Jenis tumor jinak ini bisa tumbuh di saraf tubuh bagian mana saja. Salah satu jenis neuroma yang paling sering terjadi adalah neuroma akustik. Neuroma biasanya diobati dengan prosedur operasi.

9. Osteochondroma

Osteochondroma merupakan tumor tulang jinak yang biasanya muncul dengan ciri-ciri benjolan di daerah sendi, seperti lutut atau bahu. Tumor jenis ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Pembedahan mungkin diperlukan jika tumor jinak ini menyebabkan gejala nyeri akibat menekan saraf atau pembuluh darah.

10. Papiloma

Papiloma adalah tumor jinak yang tumbuh di jaringan epitel pada kulit, leher rahim, saluran payudara, atau selaput lendir yang menutupi bagian dalam kelopak mata (konjungtiva). Tumor ini sering kali disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV).

Kebanyakan kasus tumor jinak tidak perlu ditangani secara khusus. Akan tetapi, dokter tetap akan menyarankan penderita untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala guna memastikan bahwa tumor tersebut tidak berkembang menjadi semakin parah atau menjadi kanker.

Namun, jika tumor jinak tumbuh dengan cepat atau menimbulkan keluhan lainnya, terkadang dokter perlu melakukan biopsi untuk memastikan apakah tumor tersebut bersifat jinak atau ganas. Setelah itu, dokter akan melakukan penanganan sesuai hasil biopsi tersebut.

Jika Anda mendapati adanya benjolan atau pertumbuhan jaringan tubuh yang diduga sebagai tumor, baik tumor jinak maupun ganas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.