Percaya Diri Tanpa Bau Kaki

Kaki adalah anggota tubuh dengan kelenjar keringat terbanyak sehingga paling berisiko untuk berkeringat dan menimbulkan bau.

Meski merupakan masalah umum, kaki yang beraroma tidak sedap dapat membuat Anda tidak percaya diri, terutama saat membuka alas kaki di antara banyak orang. Mengenali beberapa kemungkinan penyebabnya dapat membuat Anda mampu menentukan pilihan yang tepat untuk menanganinya.

Mengusir Aroma Tak Sedap pada Kaki-Alodokter

Penyebab Bau Kaki dan Orang yang Paling Berisiko Mengidapnya

Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penyebab bau kaki:

  • Kondisi kaki yang lembap karena tertutup sepatu dan kaos kaki sepanjang hari adalah lingkungan yang sempurna untuk bakteri berkembang biak. Bakteri yang bertemu keringat akan menyebabkan timbulnya bau.
  • Menggunakan sepatu dan kaos kaki yang sama selama berhari-hari secara berturut-turut.
  • Tidak mencuci kaki tiap hari.
  • Bau kaki juga lebih mudah dialami beberapa kelompok orang seperti:
    • Orang yang sedang stres, cenderung banyak memproduksi keringat.
    • Orang yang berdiri sepanjang hari.
    • Pengidap hiperhidrosis, yaitu gangguan berkeringat berlebihan.
    • Remaja dan ibu hamil, akibat perubahan hormon.
    • Orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Menghalau Bau Kaki

Bau kaki dapat diredakan dengan penanganan sederhana untuk menjaga agar bagian tubuh ini tetap kering dan bersih.

Menggunakan sepatu berbeda.

Sepatu yang menutup seluruh kaki paling berisiko menyebabkan bau kaki. Sesekali, di saat santai, gunakan sepatu sandal atau sepatu yang agak terbuka. Cobalah untuk memiliki dua pasang sepatu berbeda dan menggunakannya secara bergantian. Dengan begitu bisa memberi kesempatan tiap sepatu untuk dianginkan atau dijemur dua hari sekali untuk mencegah munculnya bau.

Lepaskan alas sepatu saat menganginkannya. Anda juga dapat menempatkan kamper atau kapur barus untuk menghilangkan bau pada sepatu yang sedang tidak digunakan. Selain itu, dibandingkan sepatu dari bahan sintetis seperti plastik, pilihlah sepatu dari bahan kulit atau kanvas untuk meminimalkan bau.

Kaos kaki yang menyerap keringat.

Gunakan kaos kaki yang terbuat dari serat alami yang dapat menyerap keringat dan upayakan untuk menggantinya tiap hari.

Jaga kebersihan kaki.

Cuci kaki Anda tiap hari hingga ke sela-sela jari kaki dengan sabun. Selain itu potong kuku kaki secara teratur. Juga gunakan scrub atau luluran untuk meluruhkan sel-sel kulit mati dari kaki, terutama bagian telapak kaki.

Produk penghilang bau.

Deodoran mengandung antiperspiran yang biasa disemprotkan pada ketiak juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bau kaki. Terdapat produk semprot dan bedak antijamur khusus untuk kaki yang dapat membantu menghilangkan bau. Selain itu gunakan sabun khusus antibakteri dan antijamur secara teratur untuk mencuci kaki.

Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit lain yang menyebabkan gejala bau kaki.