Para Ayah Juga Bisa Mengalami Baby Blues, Lho!

Baby blues atau perasaan uring-uringan usai melahirkan tidak hanya menimpa para ibu. Para ayah ternyata juga bisa mengalaminya, lho! Kondisi ini biasa dialami sekitar 3-6 bulan setelah kelahiran Si Kecil, meski bisa juga mulai dialami lebih awal atau lebih lambat.

Dari segi medis, sebenarnya para pria tidak mengalami baby blues, melainkan lebih mengalami depresi pasca melahirkan. Namun, masyarakat awam lebih mengenalnya dengan istilah baby blues. Kondisi ini hanya bisa menimpa para wanita terkait perubahan hormon usai melahirkan. Walau demikian, agar pembaca dapat lebih memahami kondisi depresi pasca memiliki anak pada ayah, maka tulisan ini tetap diberikan judul baby blues tanpa mengurangi nilai edukasinya.

Para Ayah Juga Bisa Mengalami Baby Blues, Lho! (1)

Kamu mungkin sudah sangat menantikan kehadiran Si Buah Hati hingga sembilan bulan lamanya. Namun, ketika dia hadir, ternyata yang muncul adalah perasaan tidak bahagia. Jangan cemas, perasaan semacam itu dinilai normal. Sekitar 10 persen ayah mengalami depresi usai menyandang status sebagai orang tua.

Bagi pria, kondisi ini tidak disebabkan oleh faktor hormonal, melainkan oleh beberapa hal berikut ini.

Takut dengan status baru. Menyandang status baru sebagai ayah bisa terasa menakutkan bagi sebagian pria. Kamu mungkin merasa belum siap atau khawatir apakah bisa menjadi ayah yang baik atau tidak untuk anakmu.

Saat sudah memiliki anak, kehidupan seorang pria sudah tidak sebebas sebelumnya. Hal ini mungkin membuatmu kaget dan bisa menyebabkanmu mengalami depresi.

Masalah finansial. Kamu mungkin merasa depresi karena harus berhadapan dengan kebutuhan bayi, seperti susu, popok, biaya pemeriksaan kesehatan, dan merencanakan pembiayaan pendidikan anak. Ditambah jika istrimu harus berhenti bekerja karena harus merawat bayi.

Waktu izin libur sangat sebentar. Pekerja pria diberi jatah libur hanya beberapa hari untuk mengurus kelahiran istrinya. Hal ini bisa memicu pria mengalami depresi karena usai waktu libur habis, dia harus kembali bekerja ditambah masih harus memikirkan kondisi istri dan anak di rumah.

Kurang perhatian. Pasca melahirkan, istrimu akan lebih mencurahkan perhatian kepada Si Kecil. Kondisi fisik usai melahirkan juga bisa menjadikan istri malas untuk menjalin kemesraan di ranjang. Hal tersebut bisa membuatmu merasa diabaikan.

Istrimu mengalami baby blues juga? Kamu lebih rentan mengalami kondisi ini apabila istrimu turut mengalaminya.

Baby blues harus segera diatasi karena jika dibiarkan bisa memicu masalah yang lebih serius. Perasaanmu lebih mudah tersinggung, muncul rasa cemas, tubuh tidak bertenaga, terlalu terobsesi oleh materi atau bahkan menarik diri dari keluarga.

Untuk mengatasi permasalahan ini, kamu disarankan untuk mengutarakan semua keresahan yang kamu rasakan pada istri. Ingat, permasalahanmu ini sudah menjadi masalah keluarga. Nah, sayangnya pria tidak selalu mudah untuk mengeluarkan segala permasalahannya dan hal ini yang bisa memperparah kondisinya.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah menjaga agar tubuh tetap sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga. Apabila kondisimu tidak juga membaik, segera konsultasikan kepada dokter. Dokter mungkin akan memberikan beberapa obat untuk membantu menangani kondisi ini seperti ini.