Perjalanan Fase Demam Berdarah yang Penting Diketahui

Fase demam berdarah dengue (DBD) ada tiga, yaitu fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan. Penting untuk memahami perkembangan tiap fase agar dapat dilakukan penanganan yang optimal.

Virus DBD menginfeksi manusia lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jika tidak diobati dengan tepat, penyakit DBD dapat merusak paru-paru, hati, jantung, serta menurunkan tekanan darah hingga ke tingkat yang dapat menyebabkan kematian.

fase demam berdarah - alodokter

Agar Anda dapat lebih waspada terhadap demam berdarah dengue, penting mengenali fase-fase pada penyakit tersebut, yaitu:

  • Fase demam (Febrile phase)

Pada fase ini, ditandai dengan demam tinggi selama 5-7 hari. Fase ini ditandai dengan adanya demam tinggi, nyeri di belakang mata, pusing, mual, dan muntah. Dokter akan memantau jumlah keping darah (trombosit), karena biasanya jumlah trombosit mengalami penurunan dengan cepat. Jumlah trombosit dapat menurun hingga mencapai angka kurang dari 100.000/mikro liter darah. Penurunan jumlah trombosit ini terjadi sangat cepat, yaitu hanya dalam dua hingga tiga hari.

  • Fase kritis atau fase kebocoran plasma (plasma critical phase / plasma leak phase)

Pada fase ini suhu tubuh mulai turun, dan Anda tidak lagi mengalami demam tinggi. Namun, justru ini merupakan fase yang paling berbahaya. Sebab, ada kemungkinan terjadi kebocoran plasma darah yang tidak terdeteksi atau terjadi perdarahan. Keduanya berpotensi mengancam jiwa.

Fase kritis dapat terjadi pada 3-7 hari sejak mengalami demam dan berlangsung selama 24-48 jam. Pada masa ini, cairan tubuh harus dipantau ketat. Diusahakan agar pasien tidak mengalami baik kekurangan cairan maupun kelebihan cairan. Biasanya pemantauan dokter terhadap pasien yang mengalami fase kritis akan lebih ketat sampai fase ini selesai dan pasien memasuki masa penyembuhan.

Pada beberapa kasus, kondisi pasien DBD tidak segera membaik pada masa fase kritis. Jika demikian, pasien dapat mengalami syok, di mana terjadi penurunan kondisi pasien, seperti penurunan tekanan darah, denyut nadi yang cepat tapi lemah, serta perdarahan pada kulit dan atau pada rektum. Kondisi ini, apabila tidak ditangani dengan baik dan segera, dapat berujung pada kematian.

  • Fase Penyembuhan

Setelah melewati fase kritis, pasien akan memasuki fase penyembuhan. Fase penyembuhan akan terjadi sekitar 48-72 jam setelah fase kritis. Di fase ini, cairan dari luar pembuluh darah akan kembali masuk ke dalam pembuluh darah. Oleh karena itu, sangat penting menjaga cairan yang masuk tidak berlebihan. Cairan yang berlebihan masuk ke dalam pembuluh darah dapat membahayakan pasien pada fase ini. Pasien dapat meninggal akibat gagal jantung dan edema paru. Apabila keseimbangan cairan baik, maka perbaikan kondisi penderita DBD akan tampak dengan meningkatnya selera makan, merasa lebih baik dan lebih aktif. Jumlah trombosit akan meningkat dengan cepat hingga mencapai angka sekitar 150.000/mikro liter darah, sampai kemudian kembali ke jumlah normal.

Yang perlu diingat, setiap pasien mungkin saja mengalami jangka waktu berbeda-beda pada tiap fase. Ada yang masa demamnya lebih panjang, namun ada juga yang mengalami penurunan trombosit berkepanjangan. Ikuti seluruh prosedur pengobatan yang diberikan oleh dokter, agar dapat segera sembuh.