Sisi Positif dan Negatif KB Spiral

Sejak akhir tahun 70-an, pemerintah telah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB). Program ini bertujuan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran menjadi dua anak saja di dalam sebuah keluarga.

Untuk mendukung program tersebut, muncul berbagai pilihan alat KB atau kontrasepsi, seperti pil KB, koyo, cincin vagina, KB suntik, kondom, dan KB spiral. KB spiral dinilai sangat efektif dan efisien dalam mencegah kehamilan. Tertarik mencoba KB spiral? Berikut ini penjelasan mengenai sisi positif dan negatifnya.

sisi positif dan negatif kb spiral - alodokter

KB spiral atau sering juga disebut intrauterine device (IUD) merupakan alat kontrasepsi berbahan dasar plastik yang bentuknya seperti huruf T. Alat ini akan dimasukkan ke dalam rahim Anda. Pada alat ini terdapat tali yang akan menggantung dari leher rahim hingga ke dalam vagina Anda.

Sebelum memasukkan KB spiral ke dalam rahim, dokter bisa memberikan bius lokal atau obat pereda sakit untuk diminum. Proses pemasangan KB spiral hanya berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit.

Jenis KB ini sendiri ada dua, yaitu KB spiral berlapis tembaga dan yang mengandung hormon.

KB spiral berlapis tembaga

KB ini mengandung tembaga dan tidak mengandung hormon. Efektifitas KB ini dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun sejak pemasangan pada hari pertama.

Cara kerja KB ini mencegah pembuahan pada sel telur, yaitu dengan melepaskan unsur tembaga secara perlahan-lahan. Tembaga di dalam rahim menghalang sel-sel sperma untuk naik dan mencapai sel telur. Dengan demikian, KB spiral tembaga mencegah terjadinya pembuahan.

KB spiral mengandung hormon

KB ini dilapisi oleh hormon progestin. Sekali pasang, alat ini bisa mencegah kehamilan hingga 3-5 tahun tergantung merek. Dari lamanya ketahanan, KB spiral hormon tidak bertahan selama KB spiral tembaga.

Cara KB ini dalam mencegah pembuahan sel telur, yaitu dengan mencegah penebalan dinding rahim sehingga sel telur yang telah dibuahi tidak bisa bertumbuh. KB ini juga bisa membuat leher rahim dipenuhi lendir yang lengket sehingga sperma tidak bisa masuk ke rahim.

Anda cocok memakai KB jenis ini jika pernah hamil. Wanita yang belum pernah hamil biasanya akan lebih merasakan sakit dan kram setelah pemasangan KB spiral. Kemungkinan KB spiral copot juga lebih rentan terjadi pada wanita yang belum pernah hamil. Meski begitu, KB spiral tetap bisa mereka jadikan pilihan.

KB ini juga cocok digunakan oleh ibu menyusui. Namun dokter menyarankan agar pemasangannya berjarak satu setengah bulan setelah melahirkan.

Sisi Positif

Selain sangat efektif dalam menekan angka kelahiran, KB spiral juga memiliki banyak keunggulan lainnya.

KB spiral berlapis tembaga

  • Bisa dipakai sebagai alat KB darurat jika dipasang dalam waktu lima hari setelah hubungan seks tanpa alat pengaman.
  • Bisa dilepas kapan saja.
  • Kesuburan bisa kembali dengan cepat setelah pelepasan.
  • Risiko Anda terkena kanker endometrium dan kanker serviks menurun.
  • KB jenis ini tidak membawa risiko efek samping seperti metode kontrasepsi hormonal lainnya.

KB spiral berlapis hormon

  • Mengurangi nyeri saat haid dan sakit akibat endometriosis.
  • Mengurangi risiko terkena kanker endometrium dan kanker serviks.
  • Bisa dilepas kapan saja.
  • Setelah dilepas, kesuburan Anda bisa kembali normal dengan cepat.
  • Pendarahan menstruasi berkurang setelah beberapa bulan penggunaan.
  • Penggunaan KB jenis ini bisa membuat leher rahim dipenuhi lendir. Hal ini bisa menghalang bakteri masuk sehingga risiko Anda terkena penyakit menular seksual menurun.
  • Tidak memiliki risiko terkena efek samping terkait metode kontrasepsi yang mengandung estrogen.
  • Tidak membuat kegemukan.
  • Mengurangi risiko terkena kehamilan ektopik.

Sisi Negatifnya

Di balik keunggulannya, KB spiral juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah mahalnya biaya pemasangan KB spiral. Selain itu, jika Anda ingin berhenti menggunakannya, maka hanya dokter yang bisa mencopotnya.

KB ini juga tidak dilengkapi dengan alat pelindung yang bisa mencegah Anda terkena penyakit menular seksual. Oleh karena itu, penggunaan KB ini disarankan bagi Anda yang memiliki satu pasangan seksual saja dan pasangan Anda itu juga hanya memiliki satu pasangan seksual, yaitu Anda.

Jika Anda memilih KB spiral hormon, maka kemungkinan Anda bisa terkena kista ovarium. KB spiral hormon juga berpotensi menyebabkan efek samping yang bisa mengganggu, seperti jerawat, sakit kepala, perubahan mood, dan nyeri payudara. Namun Anda tidak perlu khawatir karena efek samping tersebut biasanya hilang setelah beberapa bulan pemakaian.

Jika Anda memilih KB spiral tembaga, maka kemungkinan Anda akan mengalami peningkatan pendarahan menstruasi atau kram.

Kelemahan KB spiral lainnya, yaitu tidak semua orang bisa memakainya. KB spiral tembaga tidak bisa dipakai oleh Anda yang memiliki penyakit radang panggul, kanker serviks, kanker payudara, kelalaian pada rahim, yang mengalami pendarahan vagina tanpa sebab, berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual, atau pernah memiliki masalah saat menggunakan KB spiral.

Bagi wanita, memilih alat KB bukanlah hal mudah. Namun jika Anda ingin alat KB yang bertahan lama dan efektif, KB spiral adalah pilihan yang tepat. Sebelum memutuskan memakai KB ini, pastikan Anda kandidat yang tepat untuk memakai KB spiral. Jika Anda masih bingung, konsultasikan hal ini kepada dokter kandungan.