Tidak Disangka, Makanan Ini Mengandung Racun Sianida

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia diguncang kasus pembunuhan yang diduga menggunakan racun sianida. Namun, sebenarnya sianida juga dapat ditemukan secara alami pada beberapa jenis buah dan bahan makanan.

Sianida diproduksi oleh beberapa jenis bakteri, jamur dan ganggang yang ditemukan pada sejumlah tanaman, biji-bijian, dan buah-buahan tertentu.

Tidak disangka makanan ini mengandung racun sianida - alodokter

Dosis yang mematikan sianida yaitu sebanyak 1-2 miligram per kilogram berat badan. Meski demikian, dalam dosis lebih kecil pun, zat ini dapat berbahaya terhadap jantung dan otak, bahkan bisa menyebabkan koma dan kematian akibat sianida.  Gejala-gejala keracunan sianida seperti sesak napas, kejang, hingga hilang kesadaran.

Berikut beberapa jenis makanan dan buah yang mengandung sianida secara alami:

  • Singkong

Sebagai sumber karbohidrat, singkong termasuk salah satu makanan utama di daerah tropis, bersama dengan beras dan jagung. Alasan yang mendasari, singkong merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam dan tahan musim kering.

Ada dua jenis singkong yaitu manis dan pahit. Singkong dengan rasa pahit inilah mengandung racun lebih banyak. Jika proses memasak singkong tidak tepat, mengonsumsi singkong bisa saja menyebabkan keracunan sianida akut, gondok, ataksia (gangguan saraf yang menyebabkan gerakan otot yang tidak terkontrol ataupun abnormal), atau bahkan kelumpuhan sebagian anggota tubuh.

  • Apel

Sebagaimana sebuah ungkapan menyatakan, satu apel setiap hari dapat menjauhkan penyakit. Itu sebabnya, jarang ada yang menyangka buah apel mengandung sianida yang beracun. Nyatanya, di tiap bagian tengah apel, terdapat biji-biji kecil berwarna hitam yang mengandung zat amygdalin. Zat ini yang kemudian akan melepaskan sianida saat berinteraksi dengan enzim pencernaan.

Dosis kecil sianida dapat dinetralisir oleh enzim pada tubuh, namun jika dosisnya lebih besar maka dapat membahayakan. Jika dihitung, untuk mencapai dosis sianida 1-2 miligram setiap kilogram berat badan yang membahayakan, dibutuhkan sekitar 200 biji apel. Jadi, disarankan untuk menghindari mengonsumsi biji apel untuk mencegah risikonya.

  • Kacang almond

Kacang almond yang berasal dari kawasan Timur Tengah kini semakin banyak dikonsumsi di Indonesia. Almond yang tumbuh liar memiliki kandungan amygdalin glikosida yang dapat melepaskan racun sianida saat dikonsumsi. Meski demikian, kini sebagian besar almond yang dikembangkan merupakan jenis almond manis yang tidak beracun dan aman untuk dikonsumsi

  • Peach

Sebagaimana biji apel, biji buah peach juga mengandung zat amygdalin yang dapat berubah menjadi sianida ketika dikonsumsi. Tidak hanya untuk manusia, jika konsumsi dalam jumlah besar, buah ini dapat membahayakan juga untuk hewan. Buah peach yang sudah dikupas ataupun dalam kemasan, umumnya lebih bisa ditoleransi tubuh.

Selain risiko beracun, ada pula sebagian orang yang hipersensitif terhadap protein dalam buah peach. Gejala alergi mulai dari ringan hingga berat bisa terjadi, mulai dari bagian pencernaan hingga pernapasan..

  • Cherry hitam

Amygdalin yang dapat berubah menjadi sianida juga terdapat pada biji buah cherry hitam. Perubahan ini dipicu oleh enzim yang dilepaskan saat buah cherry hitam ditumbuk. Namun, meskipun bijinya sangat berbahaya, buah cherry hitam sangat aman dikonsumsi. Buah yang memiliki nama latin Prunus Serotina ini banyak dijadikan selai ataupun bahan pelengkap memasak lainnya.

Sianida alami pada buah atau bahan makanan lain, umumnya tidak berbahaya dalam dosis kecil. Meski demikian, sebaiknya hindari konsumsinya atau lakukan proses masak hingga tuntas untuk mencegah keracunan sianida.