Tidak Takut Lagi Terkena Sinar Matahari dengan Tabir Surya

Penggunaan tabir surya sangat penting untuk kesehatan kulit Anda. Selain melindungi kulit dari paparan sinar matahari, tabir surya juga mampu meminimalkan munculnya keriput, bintik cokelat dan mengurangi risiko kanker kulit.

Sinar matahari memang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, yaitu merangsang produksi vitamin D.  Namun di balik manfaatnya, sinar matahari yang berlebihan justru dapat merusak sel-sel pada lapisan kulit.

tidak takut lagi terkena sinar matahari dengan tabir surya - alodokter

Penggunaan tabir surya sangat dianjurkan terutama saat melakukan kegiatan di luar ruangan, agar kulit terlindung dari paparan sinar matahari dan ultraviolet (UV). Tapi, jangan sembarangan menggunakan tabir surya. Berikut cara memilih tabir surya yang tepat.

  • Mengandung SPF 24

Tingkat SPF (Sun Protection Factor) merupakan hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih tabir surya. Jumlah kandungan SPF pada lotion SPF akan memengaruhi seberapa lama proteksi tabir surya tanpa mengalami sunburn. Walau demikian, semakin tinggi nilai SPF, maka akan semakin kecil perbedaannya. Dianjurkan untuk memilih tabir surya dengan SPF 24 atau lebih. Tabir surya dengan SPF 24 mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV hingga 97 persen. Sementara itu, SPF 50 menyaring 98 persen, dan SPF 100 akan menyaring 99 persen sinar matahari. Tidak ada lotion SPF yang melindungi kulit 100 persen dari sinar matahari. Bagaimana dengan lotion SPF di bawah 24? Mereka hanya mampu melindungi kulit dari pajanan sinar matahari saja, tanpa melindungi kulit dari penuaan dini dan risiko kanker.

  • Mampu menghalau Sinar UVA dan UVB

Pilihlah tabir surya yang melindungi kulit dari paparan sinar UVB dan UVA. Sebagian besar tabir surya mengandung pelindung terhadap sinar UVB sebagai pemicu kulit terbakar dan kanker kulit. Namun, tidak semua tabir surya mampu melindungi kulit dari sinar UVA.

Bahan-bahan pendukung, seperti avobenzone, octocryclene, ecamsul atau zinc oxide, mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVA secara efektif.

  • Pilih yang berbentuk lotion

Berbagai macam jenis tabir surya beredar di pasaran. Dari yang berbentuk lotion, krim, gel, salep, hingga semprot yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Namun, tabir surya berbentuk lotion lebih dianjurkan dibandingkan semprot. Hal ini disebabkan tabir surya semprot sulit menjangkau semua bagian kulit dengan baik, meskipun penggunaannya lebih mudah. Selain itu, Anda juga harus lebih berhati-hati untuk menghindari terhirup saat menggunakan tabir surya semprot.

Gunakan Pula Lotion Pemutih dan Handbody pemutih

Selain menjaga kulit tetap lembap, Lotion yang mengandung SPF juga dapat menjadi pilihan dalam melindungi kulit dari kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. Lotion yang beredar di pasaran pun terbilang beragam. Ada yang berfungsi untuk melembapkan, ada pula lotion yang berfungsi untuk memutihkan atau mencerahkan warna kulit.

Pada lotion pemutih atau handbody pemutih misalnya, Anda disarankan untuk menghindari lotion pemutih yang mengandung merkuri karena efek sampingnya yang berbahaya. Selain itu, diskusikan dengan ahli kulit sebelum menggunakan lotion pemutih yang mengandung hydroquinone. Anda dapat memilih lotion pemutih dengan bahan alami seperti yang mengandung asam kojik, arbutin atau vitamin B3. Pada lotion pemutih yang mengandung vitamin B3 misalnya, penggunaan secara rutin dapat mencerahkan warna kulit Anda.  Nah, agar kulit tetap terlindungi dengan baik dari paparan sinar matahari, Anda dianjurkan untuk mengaplikasikan tabir surya ketika memakai lotion pemutih saat keluar ruangan.

Imbangi penggunaan tabir surya dengan penggunaan pakaian lengan panjang, topi lebar, dan kaca mata hitam untuk melindungi kulit. Selain itu, sebaiknya menghindari paparan sinar UV paling kuat, yaitu pada kisaran jam 10.00-14.00 meski cuaca tampak mendung. Ulangi penggunaan tabir surya tiap beberapa waktu demi mendapatkan perlindungan secara optimal.