Tips Memilih Pembalut yang Aman dan Cara Pemakaiannya

Ketika menstruasi tiba, pembalut yang aman dan nyaman menjadi benda yang paling dibutuhkan oleh wanita. Banyak pilihan tersedia bagi kita, tapi kita harus pintar dalam memilihnya dan mengetahui cara pemakaiannya dengan tepat.

Saat sedang menstruasi, pembalut yang aman dan nyaman sangat diperlukan untuk menyerap darah yang keluar. Di Indonesia, pembalut sangat mudah ditemukan dan tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang menggunakan “sayap" guna membantu mencegah kebocoran dan membuat pembalut tidak bergeser. Ada pula yang diberi wewangian.

Tips Memilih Pembalut yang Aman dan Cara Pemakaiannya - alodokter

Persyaratan dari Pemerintah

Ketika membuat pembalut, ada satu proses yang disebut bleaching atau pemutihan. Dalam proses bleaching ini dibutuhkan zat yang bernama klorin. Zat tersebut dapat menghasilkan senyawa dioksin yang bersifat karsinogenik, alias dapat memicu kanker. Untungnya, tidak sembarang pembalut yang bisa dijual bebas di Indonesia. Pembalut yang beredar adalah pembalut yang aman serta telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.

Untuk memberikan izin edar, Kementerian Kesehatan Indonesia mewajibkan setiap produk pembalut harus lulus uji dan memenuhi persyaratan. Syaratnya yaitu memiliki daya serap minimal 10 kali dari berat produk dan tidak ada fluoresensi yang menunjukkan kontaminasi klorin. Fluoresensi merupakan uji yang dilakukan untuk melihat adanya kandungan klorin yang terdapat dalam pembalut.

Metode bleaching yang dilakukan pun juga diawasi, yaitu hanya boleh menggunakan teknik Elemental Chlorine-Free (ECF) atau Totally Chlorine-Free (TFC). EFC adalah proses bleaching yang menggunakan klorin dioksida sebagai zat pemutih dan dinyatakan bebas dioksin. Sedangkan TCF merupakan metode bleaching yang biasanya menggunakan hidrogen peroksida dan juga dinyatakan bebas dioksin.

Memilih Pembalut yang Aman dan Tips Pemakaiannya

Dan tidak hanya proses pembuatannya yang dikontrol oleh pemerintah, kita sebagai pemakai juga turut berperan dalam memilih pembalut yang aman untuk dipakai. Caranya, beli pembalut yang tidak mengandung parfum, deodoran, atau wewangian. Pembalut jenis itu dapat menyebabkan iritasi pada vagina dengan memunculkan reaksi alergi.

Selain itu, rutinlah mengganti pembalut ketika sedang haid. Apa pun merek dan jenis yang digunakan, sering-seringlah mengganti pembalut setiap 3 atau 4 jam sekali, bahkan ketika darah menstruasi yang keluar sudah tidak deras. Tapi, ketika darah haid yang keluar sedang banyak-banyaknya, kita pun harus mengganti pembalut lebih sering, karena sudah pasti pembalut tersebut juga cepat penuh.

Sering mengganti pembalut secara berkala bisa mencegah penumpukan bakteri, menghilangkan bau menstruasi, dan mencegah kita terkena penyakit langka namun sangat berbahaya yang bernama toxic shock syndrome (TSS). TSS disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan melepaskan racun berbahaya. TSS bisa terjadi ketika Anda menggunakan pembalut atau tampon dengan daya serap super dan yang jarang diganti.

Gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat, seperti demam di atas 39°Celcius, sakit kepala, menggigil, tidak enak badan, diare, sakit tenggorokan, nyeri otot, susah bernapas, ruam, mata merah, pusing hingga pingsan. Jika tidak segera diobati, TSS bahkan dapat menyebabkan kematian.

Segera larikan diri ke unit gawat darurat terdekat jika kamu mengalami gejala di atas saat sedang menstruasi. Dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan selama haid dengan mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti pembalut yang aman.