Waspada Penyakit di Balik Bengkak di Leher

Bengkak di leher dapat terjadi oleh karena berbagai penyebab. Pada umumnya kondisi ini tidak berbahaya, namun pada sebagian kasus, bengkak di leher dapat menjadi gejala kepada penyakit yang lebih serius.

Leher terasa lebih berat dan besar dari sebelumnya? Jika setelah beberapa hari tidak kunjung mereda dan diiringi gejala lain, ada baiknya periksakan diri ke dokter untuk mendiagnosis kemungkinan penyakit yang lebih serius. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab utama bengkak di leher.

Penyebab Leher bengkak-Alodokter

Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening adalah kelenjar yang mengandung sel-sel darah putih dan menjadi bagian dari sistem imun yang berfungsi untuk melawan infeksi yang terjadi.

Kelenjar ini dapat membengkak beberapa sentimeter sebagai respons terhadap infeksi atau penyakit. Selain pada leher, pembengkakan ini dapat terjadi pada bagian lain dari tubuh, seperti ketiak.

Pada kasus yang tidak berbahaya, misalnya flu dan radang tenggorokan, mengonsumsi banyak cairan dan konsumsi ibuprofen biasanya sudah dapat meredakan gejala sakit pada kelenjar getah bening yang membengkak.

Namun terkadang, tes darah, CT scan, atau biopsi diperlukan untuk deteksi lebih lanjut. Dalam kondisi tertentu yang sangat jarang, bengkak di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening dapat menjadi gejala dari penyakit campak, rubella, cytomegalovirus (CMV), tuberkulosis (TB), sipilis, HIV, lupus, rematik artritis, sarkoidosis, bahkan kanker.

Gondok

Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu, terletak di leher bagian depan tepatnya di depan trakea. Gondok atau pembengkakan kelenjar tiroid yang tidak normal dapat menyebabkan leher tampak membengkak. Adapun penyebab membesarnya kelenjar tiroid antara lain:

  • Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Hipotiroidisme atau kelenjar tiroid yang kurang aktif.
  • Menoupause dan kehamilan.
  • Kekurangan yodium.
  • Kanker
Gondok umumnya terjadi pada wanita dan terutama yang berusia 40 tahun ke atas. Pengobatan umumnya dilakukan sesuai dengan penyebab gondok.

Gondongan

Gondongan atau mumps adalah infeksi menular berbahaya yang disebarkan oleh paramyxovirus. Bengkak di leher akibat pembengkakan kelenjar ludah adalah gejala utama penyakit ini.

Gondongan dapat menular di melalui bersin dan batuk sehingga dengan mudah orang dapat terinfeksi saat memegang gagang pintu atau pegangan pada kendaraan umum. Vaksin MMR dapat berperan mencegah penyakit tersebut.

Difteri

Bengkak pada leher juga dapat menjadi penyakit difteri. Difteri adalah penyakit infeksi oleh bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Umumnya gejala terasa 2 – 5 hari setelah infeksi. Selain bengkak pada leher, gejala lain yang mungkin dirasakan antara lain demam, sakit tenggorokan, lemas, sakit kepala, batuk, cairan dari hidung yang mengandung darah atau nanah, serta sesak napas.

Abses pada mulut

Pada kasus tertentu, dapat terjadi komplikasi yang disebabkan infeksi bakteri pada gigi yang disebut abses gigi. Kondisi ini menimbulkan bengkak bernanah di bawah gigi atau di gusi. Bila infeksi menyebar ke jaringan di bawah mulut, dapat terlihat bawah mulut dan leher yang membengkak dan memerah, disebut dengan angina Ludwig. Selain itu, jika tidak segera ditangani, abses juga dapat menyebabkan situasi-situasi berikut:

  • Gigi harus dicabut.
  • Sinusitis: infeksi pada rongga berisi udara pada tengkorak.
  • Osteomyelitis: infeksi bakteri pada tulang.
Kista

Kista adalah benjolan berisi cairan yang biasanya tidak berbahaya dan dapat reda dengan sendirinya. Kista dapat tumbuh di berbagai area di tubuh, termasuk pada leher. Meski beberapa kondisi pembengkakan leher tidak berbahaya, segera konsultasikan ke dokter jika bengkak di leher:

  • Tidak kunjung mengempis dalam waktu berminggu-minggu.
  • Ukurannya membesar.
  • Diiringi gejala sulit menelan atau bernapas dan sakit tenggorokan.
  • Anda juga mengalami penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
  • Diiringi demam atau berkeringat di malam hari.
Penanganan bengkak di leher sangat bergantung pada penyebab terjadinya bengkak. Dengan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat, bengkak di leher sebenarnya diharapkan dapat menjadi tanda agar pengidapnya dapat lebih waspada mengantisipasi penyebab yang lebih serius.