Ciri-ciri penyakit sipilis parah sering kali disalahartikan sebagai kondisi medis lain, sehingga banyak penderitanya yang telat mendapatkan penanganan. Padahal, berbagai keluhan ini menandakan bahwa penyakit sipilis telah mencapai tahap yang berat dan memerlukan penanganan medis secepatnya.
Sipilis (sifilis) adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Pada tahap awal, penyakit ini sering kali menyebabkan munculnya luka di kulit, terutama kelamin, tanpa menimbulkan rasa sakit sehingga penderitanya tidak menyadari telah terinfeksi.

Padahal, jika tidak segera diobati, infeksi sipilis dapat berkembang ke tahap yang lebih berat. Pada tahap lanjut, sipilis bisa menyerang berbagai organ dan menyebabkan kerusakan permanen sehingga memicu munculnya berbagai ciri-ciri penyakit sipilis parah..
Beragam Ciri-Ciri Penyakit Sipilis Parah
Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit sipilis parah yang perlu Anda kenali dan waspadai:
1. Muncul luka kronis dan perubahan kulit
Pada sipilis stadium lanjut, luka terbuka (borok) yang tidak kunjung sembuh bisa muncul di bagian tubuh manapun, termasuk di area organ intim, mulut, atau kulit lainnya. Ciri-ciri penyakit sipilis parah ini biasanya terasa nyeri, dapat berwarna kemerahan, dan kadang disertai keluarnya cairan kental.
Selain luka, penderita juga bisa mengalami bercak keabuan atau kemerahan yang menyebar di telapak tangan maupun kaki. Perubahan pada kulit ini berbeda dari ruam biasa karena bersifat kronis, sering berulang, atau menetap selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
2. Penurunan berat badan berlebihan
Penurunan berat badan yang berlebihan juga bisa menjadi ciri-ciri penyakit sipilis parah. Hal ini bisa terjadi karena tubuh membutuhkan banyak energi untuk melawan bakteri penyebab sipilis.
Selain itu, proses peradangan kronis akibat penyakit sipilis juga dapat menyebabkan nafsu makan menurun. Akibatnya, penderita dapat mengalami penurunan berat badan secara drastis meskipun tidak sedang diet atau berolahraga berlebihan.
3. Demam yang tak kunjung reda
Demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi bakteri penyebab sipilis di tubuh. Namun, jika demam tidak kunjung mereda atau sering muncul, hati-hati itu bisa menjadi ciri-ciri penyakit sipilis parah. Pasalnya, demam berkepanjangan dapat menjadi tanda bahwa infeksi bakteri sipilis telah menyebar dan menyebabkan gangguan pada organ tertentu.
4. Gangguan penglihatan
Ciri-ciri penyakit sipilis parah selanjutnya adalah gangguan pada penglihatan, seperti penglihatan kabur, muncul bintik-bintik pada penglihatan, nyeri mata, atau sensitivitas berlebihan terhadap cahaya. Hal ini bisa terjadi karena penyakit sipilis yang sudah parah dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai sifilis okular.
Sifilis okular adalah kondisi ketika bakteri penyebab sipilis menyebar ke berbagai struktur mata, seperti retina, saraf optik, atau lapisan jaringan di dalam mata lain. Akibatnya, fungsi mata terganggu dan menyebabkan munculnya ciri-ciri penyakit sipilis parah.
5. Gangguan pendengaran
Pada sipilis yang sudah parah, bakteri penyebab sipilis juga bisa menyebar ke telinga bagian dalam atau saraf yang berperan dalam proses pendengaran. Nah, jika kondisi ini terjadi, penderita bisa mengalami gangguan pendengaran, seperti pendengaran menurun dan telinga berdenging (tinnitus).
Ciri-ciri penyakit sipilis parah ini bisa terjadi karena bakteri penyebab sipilis menyebabkan peradangan dan kerusakan pada struktur telinga yang bertugas mengirimkan sinyal suara ke otak. Akibatnya, kemampuan mendengar dapat menurun secara bertahap maupun terjadi secara tiba-tiba.
6. Muncul benjolan pada organ tubuh
Sipilis juga bisa menyebabkan terbentuknya gumma, yaitu benjolan lunak yang muncul akibat respons peradangan tubuh terhadap bakteri penyebab sipilis. Ciri-ciri penyakit sipilis parah ini dapat berkembang di berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, tulang, hati, maupun organ lainnya.
Awalnya benjolan ini mungkin tidak menimbulkan gejala pada penderitanya, tetapi seiring waktu gumma dapat membesar dan merusak jaringan di sekitarnya sehingga mengganggu fungsi organ yang terkena.
7. Gangguan jantung dan pembuluh darah
Salah satu komplikasi serius dari sipilis stadium lanjut adalah gangguan jantung dan pembuluh darah. Kondisi ini bisa terjadi karena kerusakan pada jantung dan pembuluh darah akibat menyebarnya bakteri penyebab sipilis ke aorta, yaitu pembuluh darah utama yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Nah, ketika kondisi tersebut terjadi penderita bisa mengalami ciri-ciri penyakit sipilis parah berupa nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, atau jantung berdebar. Dalam kondisi tertentu, kerusakan tersebut juga dapat meningkatkan risiko aneurisma aorta yang berpotensi mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani.
8. Gangguan gerak
Jika Anda tiba-tiba kesulitan berjalan atau mengalami mati rasa, gangguan keseimbangan, dan kelemahan otot, hal itu bisa menjadi ciri-ciri penyakit sipilis parah. Ciri-ciri ini bisa muncul akibat menyebarnya bakteri penyebab sipilis ke sistem saraf, termasuk otak dan saraf tulang belakang. Akibatnya, sistem saraf rusak dan proses pengiriman sinyal dari otak ke seluruh jadi tubuh terganggu.
Pada kasus yang lebih parah, kerusakan saraf yang berlangsung terus-menerus bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan sementara maupun permanen pada beberapa area tubuh.
9. Perubahan mental dan emosional
Jika bakteri penyebab sipilis menyerang otak, hal itu juga dapat mengganggu fungsi otak yang mengatur emosi, perilaku, dan daya ingat. Akibatnya, penderita bisa mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim, mudah cemas, atau depresi.
Pada kasus yang parah, penderita juga dapat mengalami kebingungan, gangguan daya ingat, hingga penurunan fungsi kognitif yang menyerupai gejala demensia. Ciri-ciri penyakit sipilis parah ini sering kali terjadi secara bertahap sehingga tidak selalu disadari pada awal kemunculannya.
10. Kejang
Kejang juga bisa menjadi ciri-ciri penyakit sipilis parah. Ciri ini bisa terjadi karena bakteri penyebab sipilis dapat menyebar ke otak dan memicu peradangan serta kerusakan pada jaringan otak. Akibatnya, aktivitas listrik di dalam otak terganggu dan menyebabkan kejang.
Kejang merupakan gejala darurat yang memerlukan penanganan medis segera, karena bisa berbahaya jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.
Itulah berbagai ciri-ciri penyakit sipilis parah. Dengan memahami ciri-ciri penyakit sipilis parah seperti di atas, Anda bisa lebih waspada dan tidak abai terhadap kondisi tersebut.
Bila perlu, lakukanlah skrining sipilis, seperti tes VDRL dan TPHA (treponema pallidum hemagglutination assay) secara rutin, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko tinggi atau memiliki pasangan seksual yang berisiko tinggi terkena infeksi menular seksual, sehingga pengobatan dapat segera dilakukan.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami beberapa ciri-ciri penyakit sipilis parah tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini tidak boleh ditunda karena penyakit sipilis yang sudah parah dan tidak segera ditangani bisa meningkatkan risiko terjadinya komplikasi berbahaya, seperti stroke, kerusakan jantung, demensia, bahkan kematian.