Alat-alat fisioterapi dan kegunaannya penting diketahui, agar Anda dapat memahami cara kerja dan manfaat dari setiap terapi yang dijalani. Jenis alat fisioterapi memang beragam, tetapi tujuannya utamanya adalah memulihkan fungsi tubuh setelah mengalami gangguan fisik. 

Fisioterapi merupakan metode dalam rehabilitasi medis yang bertujuan untuk memulihkan fungsi tubuh, baik setelah sakit, cedera, maupun operasi. Alat-alat fisioterapi dan kegunaannya bisa berbeda untuk setiap orang, tergantung gangguan kesehatan yang dialami serta kondisi tubuh.

14 Alat-Alat Fisioterapi dan Kegunaannya untuk Mendukung Pemulihan Tubuh - Alodokter

Sebelum menjalani fisioterapi, umumnya pasien akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan jenis terapi dan alat yang paling tepat. Penggunaan alat-alat fisioterapi ini umumnya aman apabila dilakukan atau didampingi oleh tenaga profesional.

Alat-Alat Fisioterapi dan Kegunaannya

Berikut adalah beberapa alat-alat fisioterapi dan kegunaannya yang umum dipakai di klinik atau rumah sakit:

1. Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)

TENS adalah alat fisioterapi yang bekerja dengan cara mengalirkan arus listrik bertegangan rendah untuk meredakan nyeri. TENS efektif untuk mengatasi nyeri otot, nyeri punggung, nyeri sendi akibat osteoarthritis, cedera olahraga, ataupun nyeri saraf setelah operasi.

2. Ultrasound therapy device

Alat fisioterapi yang satu ini memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mempercepat penyembuhan jaringan lunak, mengurangi peradangan, dan memperbaiki sirkulasi darah. Biasanya, ultrasound therapy device digunakan pada pasien yang mengalami keseleo, ligamen robek, atau nyeri otot akibat aktivitas fisik.

3. Sinar infrared

Alat-alat fisioterapi dan kegunaannya dalam memulihkan fungsi tubuh selanjutnya adalah sinar infrared. Alat ini akan memancarkan sinar panas untuk mengurangi nyeri dan kekakuan otot, serta melancarkan aliran darah di area yang cedera. Infrared sering digunakan untuk mengatasi nyeri otot kronis atau pegal linu.

4. Shortwave diathermy

Shortwave diathermy menghasilkan gelombang elektromagnetik yang menembus jaringan tubuh dan menghasilkan panas di dalam otot atau sendi. Kegunaannya adalah membantu mengurangi peradangan, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempercepat proses pemulihan pada kondisi tertentu, seperti arthritis atau bursitis.

5. Paraffin bath

Terapi ini dilakukan dengan mencelupkan tangan atau kaki ke dalam bak berisi lilin parafin cair bersuhu hangat. Lapisan parafin membantu melemaskan sendi dan otot yang kaku, meredakan nyeri, serta memperbaiki elastisitas kulit. Pasien arthritis, cedera tangan, atau kelainan sendi kecil di jari biasanya mendapatkan fisioterapi ini.

6. Laser therapy device

Laser therapy device merupakan alat-alat fisioterapi, dan kegunaannya adalah untuk mempercepat perbaikan sel serta mengurangi nyeri setelah operasi atau cedera. Terapi laser sering dipakai untuk mengatasi peradangan tendon, luka kronis, atau cedera jaringan lunak.

7. Electrical muscle stimulator (EMS)

EMS mengirimkan arus listrik ke otot agar berkontraksi secara teratur. Alat fisioterapi ini bermanfaat untuk memperkuat otot yang melemah karena lama tidak digunakan, misalnya setelah stroke, cedera, atau operasi. Selain itu, EMS juga dapat mempercepat pemulihan serta mencegah penyusutan otot (atrofi).

8. Traction table/unit

Meja atau alat traksi bekerja dengan cara memberikan tarikan secara bertahap pada tulang belakang atau sendi tertentu. Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan pada saraf dan diskus tulang belakang. Alat fisioterapi ini sering digunakan pada kasus saraf terjepit, nyeri punggung bawah, atau masalah pada postur tulang belakang.

9. Continuous passive motion (CPM) machine

CPM adalah alat fisioterapi yang secara otomatis menggerakkan sendi dalam rentang gerak tertentu tanpa usaha aktif dari pasien. CPM efektif untuk memulihkan fungsi gerak pasien serta mencegah kekakuan sendi setelah operasi atau cedera.

10. Sepeda statis

Sepeda statis adalah alat latihan low impact yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai, memelihara fungsi jantung dan paru, serta memperbaiki keseimbangan tubuh. Alat fisioterapi ini sangat dianjurkan untuk pasien dalam program rehabilitasi kaki dan lutut atau setelah menjalani operasi sendi.

11. Balance board

Balance board digunakan dalam fisioterapi untuk membantu latihan keseimbangan dan koordinasi. Alat ini juga dapat mendukung latihan propriosepsi, yaitu kemampuan tubuh mengenali posisi dan pergerakannya. Balance board ideal untuk kondisi pascastroke, cedera kepala, atau gangguan sistem saraf yang memengaruhi stabilitas tubuh.

12. Theraband (karet elastis) dan dumbbell ringan

Karet elastis dan dumbbell ringan digunakan untuk latihan kekuatan otot, memperbaiki mobilitas, melatih fleksibilitas, dan meningkatkan kapasitas gerak. Alat-alat fisioterapi ini aman digunakan untuk berbagai usia dan bisa dilakukan di rumah.

13. Kursi roda (wheelchair

Kursi roda juga menjadi salah satu alat fisioterapi. Ini merupakan alat bantu mobilitas untuk pasien yang sulit berjalan akibat cedera berat, gangguan saraf, atau setelah operasi besar. Kursi roda mampu memberikan kemandirian bagi pasien selama proses pemulihan.

14. Gait trainer

Gait trainer adalah alat khusus berbentuk treadmill yang bertujuan untuk membantu pasien belajar berjalan, biasanya setelah stroke atau cedera sumsum tulang belakang. Alat ini didesain untuk melatih pola berjalan yang benar.

Selain alat di atas, fisioterapis juga biasanya memiliki berbagai perangkat tambahan sesuai kebutuhan pasien, misalnya standing frame, electrotherapy combination unit, bubble pad, bidai, atau mirror box therapy.

Alat-alat fisioterapi dan kegunaannya di atas akan dipilih berdasarkan hasil penilaian fisioterapis mengenai kondisi medis, kebutuhan terapi, serta target pemulihan pasien. 

Oleh karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis profesional sebelum memutuskan menggunakan alat fisioterapi, baik di klinik maupun saat terapi mandiri di rumah, demi hasil yang aman dan optimal. 

Jika Anda mengalami keluhan seperti nyeri hebat, iritasi, kesemutan yang tidak wajar, atau luka pada kulit setelah terapi, segera konsultasikan ke dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan pemeriksaan.

Dengan memahami alat-alat fisioterapi dan kegunaannya, Anda bisa lebih siap, yakin, serta termotivasi untuk mengikuti setiap sesi pemulihan hingga selesai. Pastikan selalu mematuhi anjuran dokter atau tenaga medis, agar terapi yang Anda jalani benar-benar efektif dan minim risiko.