Bersepeda statis adalah olahraga yang dilakukan dengan cara mengayuh sepeda di tempat. Olahraga ini sangat baik dilakukan saat tubuh tidak dapat berlari atau berolahraga berat, karena memiliki masalah pada sendi, lutut, ataupun punggung.

Para ahli menyepakati bahwa olahraga dengan sepeda statis adalah jenis olahraga yang tidak membahayakan sendi. Bersepeda statis juga memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Sepeda Statis: Olahraga dengan Risiko Cedera Minimal - Alodokter

Manfaat Ganda Sepeda Statis

Berolahraga dengan sepeda statis merupakan pilihan yang baik bagi siapa pun yang ingin membakar kalori, tapi enggan bersepeda keluar ruangan. Tidak hanya itu, berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan pengguna sepeda statis:

  • Membakar kalori dan lemak
    Layaknya jenis olahraga kardio lain, bersepeda statis dapat membakar kalori dan lemak, sekaligus meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh.
  • Membantu tubuh menggunakan glukosa secara efektif
    Bersepeda sebenarnya membuat otot menggunakan glukosa lebih efektif. Tujuannya untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun, penderita diabetes sebaiknya memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter, sebelum menjadwalkan kelas bersepeda statis secara rutin.
  • Membantu menjaga kolesterol tetap stabil
    Bersepeda statis dapat menjaga kolesterol jahat berada pada kadar rendah dan kolesterol baik tetap tinggi, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. Berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter agar dapat memaksimalkan manfaat tersebut.
  • Menghindari risiko gangguan sendi
    Beberapa gerakan aerobik yang melibatkan gerakan melompat, berisiko membahayakan sendi lutut. Bersepeda statis dapat membantu membangun otot dan melindungi sendi lutut. Penderita artritis dapat menggunakan sepeda statis sebagai cara berolahraga tanpa menyebabkan sendi cedera. Meski begitu, tetap disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Selain itu, bersepeda statis juga cocok dan aman bagi ibu hamil karena tidak berisiko mendatangkan tekanan berlebih pada sendi. Akan tetapi, jangan terlalu cepat dalam mengayuh pedal sepeda statis, tetap rileks agar tidak memberi tekanan pada perut dan sendi Anda.

Dari sisi kemudahan, bersepeda statis juga relatif lebih mudah dipelajari dibandingkan mesin eliptikal ataupun treadmill, sehingga alat olahraga ini dianggap tepat untuk pemula. Meski demikian, struktur sepeda tetap perlu diatur agar nyaman digunakan. Memasang sadel terlalu pendek dari yang seharusnya dapat menyebabkan tekanan berlebih dan mengakibatkan nyeri lutut.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Sepeda Statis

Bersepeda statis dapat dilakukan di rumah atau di pusat kebugaran. Jika Anda berniat membeli sepeda statis, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Jika Anda berniat membeli sepeda statis bekas, disarankan untuk membelinya dari pusat kebugaran yang terpercaya. Selain itu, sepeda konvensional juga dapat dimodifikasi menjadi sepeda statis.
  • Sesuaikan kebutuhan Anda dengan pilihan jenis sepeda statis elektronik atau manual. Bandingkan pula ruangan yang Anda miliki di rumah dengan ukuran sepeda statis yang digunakan.
  • Sepeda yang dikayuh dengan tegak atau yang dapat dikayuh sambil berbaring? Pilih yang Anda rasa paling nyaman.
  • Jika Anda belum terlalu yakin akan rutin berolahraga dengan sepeda statis, sebaiknya hindari membeli alat yang terlalu mahal. Pilih saja yang terasa nyaman dan stabil.
  • Tanyakan jenis dan merek yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda pada teman yang sudah lebih dulu aktif bersepeda statis atau pada pelatih kebugaran.
  • Pilih yang dilengkapi dengan garansi, kontak servis layanan purna jual, dan panduan untuk mengoperasikan alat tersebut.
  • Pastikan Anda telah mencoba sepeda ini beberapa waktu sebelum membelinya.

Panduan Berolahraga dengan Sepeda Statis

Memiliki sepeda statis di rumah memungkinkan Anda berolahraga sambil menonton TV. Meski demikian, bersepeda statis sambil menonton TV atau membaca majalah dapat memperpanjang durasi, tapi menurunkan intensitas seseorang bersepeda.

Jadikan sepeda statis sebagai alat olahraga yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Anda bisa mencoba bersepeda statis sebagai olahraga rutin dengan mengikuti beberapa panduan berikut ini.

  • Ajak orang lain untuk bersepeda bersama, terutama jika dilakukan di pusat kebugaran.
  • Mencatat latihan bersepeda dapat membuat Anda menjadi lebih disiplin. Jika Anda melewatkan jadwal sehari, maka sebaiknya digantikan pada hari lain.
  • Menentukan tujuan pada tiap jadwal latihan dapat membantu Anda untuk terus berolahraga. Jadwalkan hari-hari tertentu untuk melatih kecepatan, kekuatan, termasuk juga untuk pemulihan.
  • Olahraga selama 10 menit per hari adalah target durasi awal yang dapat ditetapkan oleh pemula yang baru mulai berlatih sepeda statis. Mulailah perlahan-lahan. Secara bertahap, tambahkan durasi dan intensitas.
  • Duduklah santai pada kursi Anda dan lemaskan tubuh bagian atas. Topang punggung dengan otot-otot perut. Pastikan membaca petunjuk pemakaian sepeda statis.
  • Kenakan celana pendek agar olahraga terasa lebih nyaman. Jika dirasa membantu, pasang musik yang Anda sukai untuk menyemangati. Disarankan tidak menggunakan telepon seluler (ponsel) saat bersepeda statis

Jika Anda bergabung di pusat kebugaran atau gym, coba ikut 3-5 kelas sepeda statis dengan durasi 45-60 menit sepekan untuk hasil maksimal. Instruktur dapat mengajak peserta untuk melakukan berbagai jenis gerakan bersepeda.

Tetapi, perlu diingat bahwa olahraga dengan sepeda statis tidak banyak membawa manfaat untuk menurunkan berat badan. Untuk mencapai hasil yang baik, Anda dapat menggunakan sepeda statis sebagai sarana pemanasan ataupun pendinginan selama setidaknya 10-15 menit sebelum dan sesudah olahraga.