Nyeri punggung adalah sensasi sensorik yang tidak menyenangkan sehubungan dengan kerusakan jaringan atau kemungkinan adanya kerusakan jaringan di sepanjang tulang belakang, dari dasar leher hingga ke tulang ekor. Gejalanya bisa berupa rasa sakit yang datang dan pergi, serta cenderung memburuk di kala malam. Nyeri punggung dapat terpicu oleh postur tubuh yang tidak ideal saat duduk, berdiri, atau membungkuk. Kondisi ini juga bisa diakibatkan oleh efek mengangkat benda yang terlalu berat.

Nyeri punggung biasanya tidak disebabkan oleh hal serius dan dapat ditangani hanya dengan terus aktif bergerak dan mengonsumsi obat pereda rasa sakit. Namun pada beberapa kasus, dapat sangat menyiksa dan menimbulkan sakit yang tidak tertahankan hingga menghambat aktivitas sehari-hari.

Businesswoman Having Backache At Work

Pengidap Nyeri Punggung di Indonesia

Khususnya untuk golongan orang lanjut usia (lansia), nyeri punggung merupakan kondisi yang sangat umum terjadi sebagai efek dari penuaan. Penelitian Community Oriented Program for Control of Rheumatic Disease (COPORD ) di Indonesia menemukan bahwa prevalensi nyeri punggung adalah 13,6 persen pada wanita dan 18,2 persen pada laki-laki. Insiden nyeri punggung dari berbagai gejala berdasarkan kunjungan pasien ke beberapa rumah sakit di Indonesia berkisar antara 3-17 persen.

Sedangkan data dari National Safety Council menunjukkan bahwa dari total 1.700.000 sakit akibat kerja, sekitar 22 persen di antaranya merupakan nyeri punggung.

Mengenali Berbagai Jenis Nyeri Punggung

Sakit punggung bagian bawah adalah jenis yang paling sering terjadi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kasus nyeri punggung bawah banyak terjadi pada wanita serta mereka yang berumur 40-80 tahun.

Walau demikian, nyeri punggung lain juga dapat dirasakan pada sepanjang tulang belakang, dari leher hingga panggul. Berikut ini adalah beberapa jenis nyeri punggung berdasarkan penyebab dan lokasi nyerinya:

  • Frozen shoulder, yaitu kemunculan sakit dan kaku pada leher.
  • Skiatika, yaitu nyeri karena iritasi dan tekanan pada saraf skiatik yang menyebabkan mati rasa atau kesemutan yang menjalar dari punggung bawah melewati bokong hingga telapak kaki.
  • Whiplash, yaitu cedera pada leher karena benturan yang terjadi secara tiba-tiba.
  • Ankylosing spondylitis, yaitu peradangan kronis yang berdampak kepada tulang belakang, tepatnya di area pertemuan antara tulang belakang dan pelvis.
  • Slipped disc, ketika cakram sendi tulang punggung rusak dan akhirnya menekan saraf yang ada di dekatnya
  • Nyeri punggung yang tidak memiliki sebab yang spesifik atau tidak diketahui. Beberapa kondisi medis diduga turut menjadi pemicu nyeri punggung, yaitu penyakit arthritis.

Diagnosis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan cara pengobatan yang diperlukan.

Cara Menangani Nyeri Punggung

Ada berbagai cara penanganan yang dapat dilakukan agar rasa nyeri menjadi tidak berkepanjangan, yaitu:

Tetap aktif

Sebelumnya, istirahat dianggap sebagai penanganan yang mungkin dapat meringankan nyeri punggung. Namun kini dipercaya bahwa tubuh yang tidak bergerak aktif dalam jangka panjang justru berakibat buruk bagi punggung. Melakukan olahraga ringan secara rutin dapat menjadi solusi yang tepat.

Obat pereda nyeri

Jika nyeri Anda tidak mereda dan terasa tidak tertahankan, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Vitamin B12

Pemberian vitamin B12 dapat menjadi pilihan yang layak untuk pengobatan terhadap nyeri punggung kronis, karena beberapa penelitian menyatakan nyeri berkurang setelah pemberian vitamin B12. Vitamin B12 dipercaya dapat memberikan manfaat dalam regenerasi saraf yang cedera seperti pada penekanan saraf tulang belakang. Namun butuh penelitian lebih lanjut terhadap efek antinyeri dan cara kerja vitamin B12 dalam mengatasi nyeri punggung. Pemberian vitamin B12 dapat dikombinasikan dengan obat antinyeri, seperti paracetamol, karena aman dan tidak menimbulkan efek yang merugikan.

Berpikir positif

Relaksasi dapat mengurangi ketegangan otot sehingga membantu mengurangi nyeri yang diderita. Penderita yang selalu berpikiran positif juga terbukti lebih cepat sembuh dibandingka penderita yang selalu cemas akan penyakit yang dideritanya.

Terapi manual

Kompres panas atau dingin dapat membantu meredakan nyeri. Bentuk-bentuk pengobatan lain dapat dilakukan juga dengan melakukan terapi di klinik atau rumah sakit, antara lain fisioterapi.

Penanganan nyeri punggung yang kronis dapat meliputi kombinasi obat pereda sakit dan salah satu dari terapi manual, akupunktur, dan mengikuti kelas-kelas latihan fisik.

Sangat sedikit kasus yang melibatkan operasi tulang belakang. Operasi ini hanya akan dijalani jika semua cara di atas tidak berhasil.

Waspadai Gejala Nyeri Punggung Ini

Tanpa berkunjung ke dokter, nyeri punggung pada umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu. Namun jika rasa sakitnya tidak kunjung hilang dan sudah tidak tertahankan, Anda dapat mengonsultasikannya kepada dokter.

Ada berbagai gejala lain yang kadang mengiringi nyeri punggung seperti demam, berat badan menurun drastis, nyeri yang menjalar ke bawah lutut dan pembengkakan di punggung yang dapat menjadi tanda-tanda penyakit yang lebih serius. Segera hubungi dokter jika nyeri punggung disertai dengan gejala-gejala yang telah disebutkan.

Agar Terhindar dari Nyeri Punggung

Postur tubuh dan olahraga sangat memengaruhi kesehatan tulang punggung Anda. Cobalah untuk menghindarkan punggung dari tekanan berlebihan untuk menghindari cedera punggung. Beberapa jenis olahraga yang dilakukan secara teratur dapat membantu mencegah nyeri punggung dan meningkatkan fleksibilitas otot punggung.