Nyeri punggung umumnya terjadi karena adanya bagian tulang punggung yang terkilir atau tegang. Hal ini dapat dipicu oleh:

  • Posisi tubuh yang salah saat mengangkat, membawa, menekan, atau menarik barang.
  • Peregangan tubuh yang berlebihan.
  • Posisi duduk yang tidak benar.
  • Berkendara dalam waktu lama, atau dalam posisi membungkuk tanpa jeda.
  • Gerakan yang dilakukan berulang-ulang.

Kadang-kadang nyeri punggung terjadi ketika bangun di pagi hari, tanpa sebab yang jelas.

Selain karena adanya bagian tulang punggung yang tertarik atau terkilir, nyeri punggung juga dapat terjadi akibat:

  • Cedera bantalan tulang belakang. Bantalan tulang belakang merupakan tulang rawan yang membatasi setiap ruas tulang belakang. Bantalan ini dapat mengalami perubahan posisi, pembengkakan, atau kerusakan yang menyebabkan saraf tulang belakang terjepit dan menimbulkan nyeri.
  • Kelainan struktur tulang belakang. Ruas-ruas tulang belakang dapat mengalami kelainan struktur yang dapat menimbulkan nyeri punggung. Contohnya adalah skoliosis dan penyempitan saluran saraf tulang belakang (stenosis spinal).
  • Penipisan tulang belakang akibat osteoporosis. Osteoporosis dapat menyebabkan ruas-ruas tulang belakang menjadi lebih tipis dan rapuh, sehingga dapat menimbulkan patah tulang yang menyebabkan nyeri punggung.

Nyeri punggung juga dapat diakibatan oleh kondisi atau penyakit lainnya yang lebih serius. Meskipun demikian, penyakit-penyakit ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan nyeri punggung akibat terkilir atau permasalahan struktur tulang belakang. Contoh penyakit-penyakit tersebut, antara lain:

  • Infeksi tulang belakang. Infeksi tulang belakang dapat terjadi akibat bakteri atau jamur.
  • Tumor. Tumor atau kanker yang muncul di tulang belakang, baik yang jinak maupun yang ganas, dapat menimbulkan nyeri punggung.
  • Spondilolisis dan spondilolistesis. Spondilolisis merupakan kelainan struktur yang disebabkan terjadinya patah atau retak pada salah satu ruas tulang belakang. Sedangkan spondilolistesis merupakan kondisi ketika posisi ruas tulang belakang bergeser, terutama akibat spondilolisis. Kedua kelainan ini dapat menyebabkan nyeri punggung, khususnya pada atlet.
  • Sindrom cauda equina. Sindrom cauda equina merupakan kelainan yang terjadi akibat ujung saraf tulang belakang pada tulang ekor mengalami penekanan. Selain menyebabkan nyeri pada punggung, kondisi ini juga dapat menimbulkan keluhan berkemih atau buang air besar, hingga kelumpuhan.

Faktor Risiko Nyeri Punggung

Kondisi-kondisi berikut ini berisiko menimbulkan nyeri punggung, yaitu:

  • Obesitas. Berat badan berlebih membuat tulang belakang bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.
  • Adanya janin yang menambah berat badan, akan meningkatkan beban tulang belakang seorang wanita hamil, dibandingkan pada wanita yang tidak hamil.
  • Tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum ber
  • Posisi duduk terus-menerus dalam jangka panjang, misalnya saat bekerja.
  • Gangguan psikologi, misalnya stres atau depresi.
  • Merokok. Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, termasuk
  • Konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang yang dapat membuat tulang menjadi rapuh, seperti kortikosteroid.