Perbedaan sifilis dan gonore kerap membingungkan karena keduanya sama-sama menyerang area kelamin. Padahal, kedua infeksi menular seksual ini memiliki gejala dan penyebab yang berbeda. Dengan mengenali perbedaannya, Anda bisa mengambil langkah yang tepat untuk mencegah komplikasi akibat kondisi tersebut.

Meski sama-sama ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman, sifilis dan gonore disebabkan oleh jenis bakteri yang berbeda. Jika tidak segera diobati, kedua infeksi menular seksual ini dapat menimbulkan komplikasi berat dan memengaruhi organ tubuh lainnya.

4 Perbedaan Sifilis dan Gonore yang Perlu Diketahui - Alodokter

Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan sifilis dan gonore agar kewaspadaan terhadap kesehatan reproduksi dapat meningkat.

Berbagai Perbedaan Sifilis dan Gonore

Berikut ini adalah beberapa perbedaan sifilis dan gonore yang perlu Anda ketahui:

1. Berdasarkan penyebabnya

Perbedaan sifilis dan gonore dapat dilihat dari jenis bakteri penyebabnya. Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, yaitu bakteri berbentuk spiral yang dapat menyebar perlahan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. 

Sementara itu, gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, yang lebih sering menyerang selaput lendir di saluran reproduksi, saluran kemih, rektum, dan tenggorokan.

2. Berdasarkan gejalanya

Gejala sifilis pada tahap awal sering kali berupa luka kecil yang tidak nyeri di area kelamin, anus, atau mulut. Luka ini dapat sembuh sendiri dalam beberapa minggu, sehingga penderita kerap mengira infeksi telah hilang. Namun, tanpa pengobatan, sifilis dapat berlanjut ke tahap berikutnya dan menimbulkan ruam kulit, demam ringan, nyeri sendi, hingga gangguan organ dalam.

Sedangkan, gonore umumnya menimbulkan beberapa gejala, seperti keluarnya cairan kental menyerupai nanah dari penis atau vagina, rasa perih saat buang air kecil, dan nyeri di perut bagian bawah. 

Meski begitu, pada wanita dan sebagian pria, gonore juga dapat tidak menimbulkan gejala, sehingga infeksi tetap berkembang tanpa disadari dan meningkatkan risiko komplikasi.

3. Berdasarkan pengobatannya

Pengobatan sifilis bergantung pada stadium penyakit, tetapi pada umumnya menggunakan antibiotik penisilin dalam bentuk suntikan. Antibiotik ini terbukti efektif membunuh bakteri penyebab sifilis, terutama bila diberikan pada tahap awal. Semakin cepat sifilis ditangani, semakin besar peluang mencegah kerusakan organ permanen.

Sementara itu, gonore diobati dengan antibiotik tertentu, seperti cefixime, yang dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Pemilihan obat gonore memerlukan perhatian khusus karena bakteri Neisseria gonorrhoeae dapat mengalami resistensi terhadap antibiotik tertentu. Oleh karena itu, terapi gonore harus diberikan sesuai anjuran tenaga medis dan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya.

4. Berdasarkan risiko komplikasinya

Perbedaan sifilis dan gonore juga terlihat dari komplikasi yang dapat ditimbulkan bila tidak diobati. Sifilis dapat berkembang ke tahap lanjut dan menyebabkan komplikasi serius, seperti gangguan saraf (neurosifilis), kerusakan jantung dan pembuluh darah, serta gangguan pada organ lain, bahkan berisiko fatal dan menurunkan kualitas hidup.

Sedangkan gonore yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan penyakit radang panggul pada wanita, yang berisiko menimbulkan nyeri panggul kronis, kehamilan ektopik, dan kemandulan. Pada pria, gonore dapat memicu peradangan pada testis.

Selain menimbulkan komplikasi, sifilis juga dapat memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Infeksi sifilis dapat menyebabkan hasil tes VDRL menjadi positif. Pemeriksaan ini sering digunakan dokter sebagai salah satu penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis sifilis atau menilai adanya riwayat infeksi sifilis sebelumnya, terutama bila dikaitkan dengan gejala dan hasil pemeriksaan lain.

Penting untuk tidak melakukan self diagnosis, karena gejala infeksi menular seksual bisa saling menyerupai. Jika muncul keluhan setelah memiliki riwayat hubungan seksual berisiko, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter dan sementara waktu menunda aktivitas seksual hingga dinyatakan aman. 

Pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati agar infeksi tidak menular kembali ke pasien maupun ke orang lain. Oleh karena itu, penting menghindari perilaku seksual berisiko di kemudian hari.

Jika Anda memiliki keluhan atau ingin memastikan kondisi kesehatan seksual Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER guna memahami perbedaan sifilis dan gonore serta mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.