Cara mengatasi diare saat puasa penting diketahui agar Anda tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman. Diare yang muncul saat puasa memang bisa membuat tubuh lebih lemas dan perut mulas. Bahkan, kondisi ini bisa memaksa Anda untuk membatalkan puasa karena dehidrasi.
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan cairan selama belasan jam. Padahal, diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Akibatnya, risiko lemas, pusing, bahkan kekurangan cairan bisa meningkat. Karena itu, memahami cara mengatasi diare saat puasa sangat penting agar kondisi tidak semakin berat dan puasa tetap bisa dijalani dengan aman.

Mengatasi Diare Saat Puasa
Banyak orang bertanya, apakah satu-satunya cara mengatasi diare saat puasa adalah dengan langsung berbuka? Jawabannya tidak selalu, ya. Selama gejalanya ringan dan tubuh masih terasa cukup kuat, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan berikut ini:
1. Segera berbuka jika muncul tanda bahaya
Jika diare terjadi berulang kali dan merasa sangat lemas, pusing berat, jantung berdebar, atau hampir pingsan, sebaiknya segera batalkan puasa. Apalagi bila muncul tanda dehidrasi, seperti mulut sangat kering, jarang buang air kecil, urine sangat pekat, atau mata tampak cekung.
Selain itu, Anda juga perlu segera berbuka dan mencari pertolongan medis bila diare disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, atau terdapat darah pada tinja. Dalam kondisi seperti ini, menjaga keselamatan tubuh tentu lebih utama daripada memaksakan diri untuk tetap berpuasa.
2. Penuhi cairan dengan cukup saat berbuka dan sahur
Jika kondisi Anda masih ringan dan memilih melanjutkan puasa, pastikan kebutuhan cairan benar-benar terpenuhi saat berbuka hingga sahur. Minumlah air putih secara bertahap hingga total sekitar 8–12 gelas dalam semalam.
Untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, Anda bisa mengonsumsi oralit setelah berbuka. Oralit juga perlu diminum setiap kali selesai muntah atau buang air besar cair. Setiap kali muntah atau diare, minumlah sekitar 1–2 gelas oralit secara perlahan untuk membantu mencegah dehidrasi.
3. Pilih makanan yang ramah untuk pencernaan
Saat berbuka dan sahur, utamakan makanan yang lembut dan mudah dicerna, seperti bubur, nasi tim, kentang rebus, atau pisang. Jenis makanan ini membantu usus yang sedang sensitif agar tidak bekerja terlalu berat.
Sebaiknya, makan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Setelah kondisi perut terasa lebih nyaman, Anda bisa menambah porsi secara bertahap agar energi tetap tercukupi selama puasa.
4. Konsumsi probiotik
Probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus dan mendukung pemulihan saluran cerna. Konsumsi probiotik saat buka dan sahur termasuk salah satu cara mengatasi diare saat puasa yang bisa dipertimbangkan bila gejalanya ringan.
Probiotik bisa diperoleh dari suplemen maupun dari makanan dan minuman yang mengandung kultur hidup aktif, seperti yogurt. Konsumsi saat berbuka atau sahur agar tidak mengganggu puasa.
5. Hindari makanan pemicu
Untuk sementara, hindari gorengan, makanan pedas, santan kental, serta minuman berkafein atau bersoda. Makanan dan minuman ini bisa merangsang usus dan memperparah diare saat puasa.
Selain itu, pastikan makanan yang Anda konsumsi matang sempurna dan bersih. Kebersihan sangat penting untuk mencegah infeksi saluran cerna yang bisa membuat diare makin parah.
6. Istirahat yang cukup
Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih. Jadi, kurangi aktivitas berat dan perbanyak istirahat, ya. Dengan istirahat yang cukup, daya tahan tubuh akan lebih optimal dalam melawan penyebab diare.
Kalau perlu, sempatkan tidur siang singkat agar energi tetap terjaga selama menjalani puasa.
Kini, Anda sudah mengetahui berbagai cara mengatasi diare saat puasa. Namun, penting untuk diingat bahwa puasa tidak boleh dipaksakan bila tubuh tidak kuat. Jika diare membuat Anda sangat lemas, sebaiknya segera batalkan puasa. Memaksakan diri bisa meningkatkan risiko dehidrasi yang berbahaya.
Bila Anda sudah tidak bisa makan atau minum sama sekali akibat lemas atau muntah terus-menerus, segera periksakan diri ke dokter atau kunjungi IGD terdekat untuk mendapatkan penanganan, termasuk pemberian cairan infus bila diperlukan.
Bila Anda masih ragu mengenai cara mengatasi diare saat puasa, sebaiknya konsultasikan ke dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Nantinya, dokter akan memberikan saran penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.