Oralit bermanfaat untuk meredakan dehidrasi, terutama yang disebabkan oleh diare. Oralit aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja, baik oleh bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.

Diare dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi. Beberapa tanda yang bisa terjadi saat tubuh mengalami dehidrasi adalah munculnya rasa haus yang sangat, mulut kering, kelelahan, pusing, dan sakit kepala. Dehidrasi yang berlanjut dan tidak ditangani dapat berakibat fatal. Hal ini bahkan masih menjadi salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan anak-anak.

oralit - alodokter

Oralit dapat digunakan untuk mengatasi kehilangan cairan akibat diare. Oralit juga dapat menggantikan elektrolit yang hilang dari tubuh.

Kandungan Oralit

Oralit dikemas dalam bentuk serbuk 4,1 gram pada setiap sachetnya. Obat ini digunakan dengan cara dilarutkan ke dalam 200 ml air. Tiap sachet oralit mengandung bahan-bahan sebagai berikut:

  • Glukosa anhidrat 2,7 gram.
  • Kalium klorida 0,3 gram.
  • Natrium Klorida 0,52 gram.
  • Trisodium sitrat dihidrat 0,58 gram.

Apa Itu Oralit?

Komposisi Glukosa anhidrat, kalium klorida, natrium klorida, trisodium sitrat dihidrat
Golongan Obat bebas
Kategori Elektrolit
Manfaat Meredakan dehidrasi akibat diare dengan cara menggantikan cairan dan garam yang hilang dari tubuh
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Oralit untuk ibu hamil dan menyusui Kategori N: Belum dikategorikan
Belum diketahui pengaruh oralit bagi ibu hamil dan menyusui. Belum diketahui juga apakah Oralit dapat terserap ke dalam ASI atau tidak.
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika ibu hamil atau menyusui ingin mengonsumsi oralit. Selama masa hamil dan menyusui, jangan mengonsumsi oralit tanpa petunjuk dokter.
Bentuk obat Serbuk larutan

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Oralit:

  • Beri tahu dokter jika Anda menderita hipertensi, diabetes, gagal ginjal, sirosis, atau penyakit jantung.
  • Jika digunakan untuk mengatasi dehidrasi, pastikan juga untuk lebih banyak minum air putih.
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika ingin menggunakan obat lain selama menggunakan oralit.
  • Jangan menggunakan oralit jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat di dalamnya.
  • Hubungi dokter jika mengalami reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi oralit.

Dosis dan Aturan Minum Oralit

Dosis oralit untuk diare dibagi berdasarkan usia dan kondisi penggunanya. Agar lebih jelas, simak rincian berikut:

  • Anak 0-1 tahun: 1½ gelas pada 3 jam pertama, kemudian ½ gelas tiap kali diare.
  • Anak 1-5 tahun: 3 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 1 gelas tiap kali diare.
  • Anak 5-12 tahun: 6 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 1½ gelas tiap kali diare.
  • Di atas 12 tahun: 12 gelas pada 3 jam pertama, kemudian 2 gelas tiap kali diare.

Cara Mengonsumsi Oralit dengan Benar

Gunakan oralit sesuai anjuran dokter atau aturan pakai yang tertera di kemasan obat. Oralit dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Larutkan satu sachet oralit ke dalam satu gelas (200 ml) air putih, kemudian aduk hingga larut. Setelah itu, minum oralit sampai habis sesuai dosis yang dianjurkan.

Simpan oralit di tempat yang kering dengan suhu di bawah 30oC, serta terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan oralit dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Oralit dengan Obat Lain

Kandungan kalium dan natrium di dalam oralit dapat mengubah konsentrasi ion litium yang terdapat dalam darah.

Sementara itu, obat penghambat ACE, obat diuretik hemat kalium, dan ciclosporin dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperkalemia jika dikonsumsi bersama oralit dalam jumlah yang berlebihan.

Efek Samping dan Bahaya Oralit

Walaupun jarang terjadi, konsumsi oralit secara berlebihan dan tidak sesuai petunjuk dokter dapat menimbulkan efek samping berikut:

  • Hipertensi
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Letih
  • Perubahan suasana hati
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Kembung

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas.