Cara mengembalikan pendengaran menjadi normal dibutuhkan oleh siapa pun yang mengalami gangguan mendengar. Kondisi ini bisa terjadi karena penumpukan kotoran telinga, infeksi, atau sumbatan saluran eustachius, sehingga pengobatannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya. 

Gangguan pada pendengaran dapat membuat rutinitas terganggu dan menurunkan kualitas hidup. Itulah mengapa mengetahui cara mengembalikan pendengaran menjadi normal sangat penting, terutama agar Anda dapat menangani masalah sejak awal dan mencegah kondisi bertambah buruk.

5 Cara Mengembalikan Pendengaran Menjadi Normal Sesuai dengan Penyebabnya - Alodokter

Pemeriksaan ke dokter THT tetap menjadi langkah paling utama untuk menentukan penanganan paling tepat. Meski demikian, ada beberapa tips yang dapat dilakukan di rumah sebagai pertolongan pertama.

Cara Mengembalikan Pendengaran Menjadi Normal Berdasarkan Penyebabnya

Cara mengembalikan pendengaran menjadi normal harus disesuaikan dengan penyebab utamanya. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Membersihkan kotoran telinga dengan benar

Jika gangguan pendengaran disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga (serumen), membersihkan telinga dengan metode yang aman sangat dianjurkan. Banyak orang menggunakan cotton bud, tetapi ini justru berisiko mendorong kotoran semakin dalam atau menyebabkan luka pada saluran telinga. 

Cara mengembalikan pendengaran menjadi normal yang tepat adalah menggunakan obat tetes pelunak serumen yang bisa dibeli di apotek. Obat tetes telinga ini akan melunakkan kotoran sehingga kotoran dapat keluar sendiri saat Anda miringkan kepala. 

Hindari mengorek telinga dengan benda tajam, karena bisa memicu infeksi atau cedera. Bila telinga tetap terasa penuh, bising, atau nyeri, segera kunjungi dokter THT agar kotoran dikeluarkan menggunakan alat khusus yang aman dan steril.

2. Mengatasi infeksi telinga

Infeksi telinga, seperti otitis media (infeksi telinga tengah), bisa menyebabkan pendengaran menurun sementara. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah nyeri telinga, demam, dan kadang keluar cairan dari telinga. 

Nah, cara mengembalikan pendengaran menjadi normal pada kasus ini adalah dengan menjalani pengobatan dari dokter. Biasanya, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri, obat tetes telinga, atau obat pereda nyeri sesuai kebutuhan. 

Penting untuk mengikuti aturan pakai obat hingga tuntas, meski gejalanya telah membaik. Selain itu, hindari masuknya air ke telinga selama masa penyembuhan untuk mencegah infeksi semakin parah. Jika infeksi ditangani dengan tepat, pendengaran umumnya akan kembali normal dalam beberapa minggu.

3. Melepaskan sumbatan saluran eustachius

Saluran eustachius berfungsi menyeimbangkan tekanan antara telinga tengah dan lingkungan luar. Ketika saluran ini tersumbat, misalnya akibat pilek, alergi, atau perubahan tekanan udara saat naik pesawat, telinga bisa terasa penuh, berdengung, atau suara menjadi teredam. 

Cara mengembalikan pendengaran menjadi normal dalam situasi ini bisa dilakukan dengan beberapa teknik sederhana, seperti menelan, mengunyah permen karet, atau menguap agar saluran eustachius terbuka kembali. Anda juga bisa melakukan manuver Valsalva, yaitu menutup kedua lubang hidung dan meniup udara secara perlahan lewat hidung. 

Jika sumbatan disebabkan oleh alergi, mengendalikan gejala alergi dengan antihistamin bisa membantu. Bila keluhan berlangsung lebih dari beberapa hari, sebaiknya periksakan ke dokter THT.

4. Mengurangi paparan suara keras

Paparan suara bising secara terus-menerus, seperti di lingkungan kerja yang berisik atau sering mendengarkan musik dengan volume tinggi, dapat merusak sel saraf pendengaran. Cara mengembalikan pendengaran menjadi normal pada kondisi ini adalah dengan menjauh dari sumber suara keras dan memberikan waktu istirahat bagi telinga. 

Anda juga sebaiknya menggunakan pelindung telinga, seperti earplug atau earmuff, saat berada di lingkungan yang berisik. Setelah telinga beristirahat, pendengaran biasanya bisa membaik jika kerusakan belum terjadi secara permanen. 

Untuk pencegahan, selalu perhatikan tingkat kebisingan lingkungan sekitar dan batasi durasi paparan suara keras agar gangguan pendengaran tidak berulang.

5. Menggunakan alat bantu dengar

Pada beberapa kasus, khususnya jika terjadi kerusakan pada saraf pendengaran akibat faktor usia, riwayat paparan suara keras bertahun-tahun, atau adanya faktor genetik, cara mengembalikan pendengaran menjadi normal adalah dengan bantuan alat bantu dengar. 

Alat bantu dengar akan membantu memperkuat suara yang masuk ke telinga, sehingga Anda tetap bisa berkomunikasi dan beraktivitas sehari-hari dengan optimal. Dokter THT akan membantu Anda memilih jenis alat bantu dengar yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat gangguan. 

Selain alat bantu dengar, pada kasus tertentu dokter dapat merekomendasikan implan koklea jika pasien mengalami gangguan pendengaran yang sangat berat.

Kapan Harus ke Dokter

Tidak semua cara mengembalikan pendengaran menjadi normal dapat dilakukan di rumah, apalagi jika keluhan tidak kunjung membaik atau muncul gejala lain seperti nyeri telinga hebat, keluar cairan dari telinga, demam tinggi, atau telinga terus berdenging

Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya segera periksa ke dokter THT. Penanganan yang cepat sangat berperan dalam mencegah gangguan bertambah parah. Jika dibiarkan, gangguan pendengaran dapat menyebabkan kesulitan berkomunikasi, menurunkan kualitas hidup, bahkan menghambat perkembangan bicara pada anak-anak. 

Jadi, semakin dini Anda menemukan cara mengembalikan pendengaran menjadi normal dan menjalani penanganan yang tepat, semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil maksimal. Apabila masih ragu akan kondisi pendengaran Anda, manfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan yang tepat.