Memiliki anak merupakan anugerah terindah yang tidak ternilai. Kebahagiaan ini akan disertai oleh sejumlah perubahan tidak terduga yang bisa menghampiri dunia barumu sebagai orang tua.

Bunda dan Ayah mungkin sudah melakukan berbagai persiapan, baik dari segi fisik maupun mental, guna menyambut kehadiran Si Buah Hati. Tapi pada praktiknya, Bunda dan Ayah bisa saja menemukan hal-hal yang tidak seperti bayangan sebelumnya.

5 Hal Tidak Terduga yang Bisa Kamu Alami Usai Memiliki Bayi - Alodokter

Beberapa Hal yang dapat Bunda dan Ayah Alami Usai Memiliki Bayi

Berikut adalah hal-hal tidak terduga yang bisa terjadi di kehidupan Bunda dan Ayah setelah Si Kecil terlahir ke dunia:

1. Semua waktu tersita hanya untuk Si Kecil

Bayi yang baru lahir bisa tidur hingga 18 jam setiap harinya. Namun, jangan senang dulu. Bayi tidak tidur terus-menerus selama itu. Si Kecil akan tidur selama beberapa jam saja, kemudian terbangun untuk minum susu atau ganti popok.

Hal tersebutlah yang bisa menyita waktu dan membuat banyak orang tua kurang istirahat. Proses menidurkannya setelah terbangun juga sering kali tidak mudah.

Namun tenang, pola tidur Si Kecil ini tidak berlangsung selamanya, kok. Biasanya setelah menginjak usia 6 bulan, pola tidur bayi sudah teratur. Selain itu, Bunda dan Ayah juga sudah beradaptasi dan mulai bisa memprediksi pola tidur Si Kecil setelah beberapa minggu kelahirannya.

Nah, salah satu trik yang bisa Bunda dan Ayah lakukan agar tidak kelelahan ketika mengikuti pola tidur Si Kecil adalah dengan ikut beristirahat ketika ia tidur.

2. Malam hari bukan waktunya untuk tidur nyenyak

Sebelum memiliki buah hati, Bunda dan Ayah bisa tidur di malam hari tanpa gangguan. Namun setelah Si Kecil hadir, kesibukan mengurusnya dan pola tidurnya yang masih belum teratur bisa mengurangi waktu istirahat Bunda dan Ayah di malam hari.

Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri, karena normalnya, tubuh tidak diprogram untuk terjaga pada malam hari.

Untuk menyiasatinya, Bunda dan Ayah bisa membagi jadwal siapa yang akan mengurus Si Kecil ketika terbangun di malam hari. Hal ini agar Bunda dan Ayah bisa sama-sama mencuri waktu istirahat di malam hari saat Si Kecil terjaga.

3. Ada rasa benci kepada pasangan

Pasca melahirkan, Bunda bisa mengalami perubahan suasana hati, bahkan sindrom baby blues. Faktor yang dicurigai bisa memicu kondisi ini adalah perubahan hormonal dan kelelahan yang Bunda rasakan.

Beragam gejala bisa dialami oleh ibu yang mengalami  baby blues, di antaranya munculnya perasaan benci, kesal, takut, atau tidak ingin melihat bayi, bahkan pasangan.

Ketika mengalami hal ini, salah satu cara yang bisa Bunda lakukan adalah berbicara dengan pasangan tentang hal yang dirasakan, serta mintalah bantuan dan dukungan darinya. Biasanya perubahan suasana hati setelah melahirkan ini akan membaik seiring berjalannya waktu.

Namun jika keluhan yang dirasakan bertambah parah, atau bahkan sampai muncul keinginan menyakiti diri sendiri atau Si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ya, Bunda.

4. Minat untuk kembali meniti karier berkurang

Sebelum memiliki Si Kecil, mungkin Bunda dan Ayah sama-sama memiliki cita-cita atau impian. Misalnya, Bunda memiliki impian menjadi wanita karir, atau Ayah ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri.

Setelah memiliki Si Kecil, Bunda dan Ayah masih bisa kok berjuang, namun mungkin porsinya akan mulai terbagi. Terlebih jika sudah merasakan kehangatan bersama Si Kecil, akan terbangun ikatan yang membuat Bunda dan Ayah seperti tidak sanggup untuk berjauhan dengannya.

5. Tidak menjadi orang tua sesuai teori

Berbagai macam artikel atau buku tentang parenting atau pengasuhan anak mungkin sudah Bunda dan Ayah baca sebelum Si Kecil hadir. Namun saat mempraktikkannya di dunia nyata, Bunda dan Ayah mungkin tidak bisa sepenuhnya mengikuti apa yang dijelaskan oleh teori.

Jangan merasa gagal dulu. Saat menjadi orang tua dan memiliki buah hati, Bunda dan Ayah akan belajar banyak hal, berhadapan dengan hal-hal yang mengejutkan, dan menemukan teknik mengasuh yang paling sesuai dengan kondisi Bunda dan Ayah.

Jangan ragu untuk terus belajar ya, baik itu kepada orang tua lain, dokter, atau orang yang sudah berpengalaman dalam membesarkan anak.