Ada beberapa kondisi yang mengharuskan ibu hamil beristirahat, bahkan terkadang sampai harus berbaring dan hanya boleh beraktivitas ringan saja. Anjuran ini tentunya bertujuan agar kondisi ibu hamil dan janin tetap terjaga, sehingga kehamilan bisa berjalanan lancar sampai persalinan nanti.

Aktif bergerak merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kehamilan sehat. Selain beraktivitas seperti biasa, jika tidak ada kondisi kesehatan khusus, Bumil juga boleh kok berolahraga supaya tubuh tetap fit. Tetapi, dengan catatan, tidak dilakukan secara berlebihan dan cukup istirahat.

5 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Beristirahat - Alodokter

 

Namun, bila Bumil mengalami kondisi kesehatan tertentu sebelum atau selama hamil, apalagi jika terdeteksi adanya komplikasi kehamilan, biasanya dokter akan menganjurkan Bumil untuk mengurangi aktivitas bahkan beristirahat total.

Ibu Hamil Perlu Istirahat Jika Alami Kondisi Ini

Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang mengharuskan ibu hamil untuk lebih banyak beristirahat:

1. Riwayat keguguran dan persalinan prematur

Kalau Bumil pernah keguguran atau melahirkan secara prematur pada kehamilan sebelumnya, maka biasa dokter akan menganjurkan Bumil untuk lebih banyak beristirahat. Ini karena Bumil punya kemungkinan untuk mengalaminya kembali pada kehamilan saat ini.

2. Preeklamsia

Bumil yang mengalami preeklamsia dianjurkan mengurangi aktivitas dan perbanyak beristirahat. Dokter umumnya akan menyarankan posisi tidur menyamping ke sisi kiri agar sirkulasi darah di dalam tubuh tetap lancar.

Selain itu, dokter juga mungkin akan meminta Bumil untuk dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pengawasan dan perawatan yang memadai.

3. Perdarahan vagina

Perdarahan vagina biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini bisa termasuk perdarahan implantasi atau merupakan gejala dari infeksi rongga panggul dan saluran kemih.

Nah, saat mengalami kondisi ini, Bumil akan dianjurkan untuk istirahat dan menghindari aktivitas berat untuk membantu mengurangi keluhan.

4. Kelainan plasenta

Perdarahan vagina juga bisa menjadi tanda adanya kelainan plasenta, seperti plasenta previa, plasenta akreta, dan solusio plasenta. Apabila mengalami salah satu dari kondisi ini, dokter akan meminta Bumil untuk istirahat total di rumah atau dirawat di rumah sakit agar kondisi Bumil bisa diamati secara seksama.

5. Inkompetensi serviks

Adanya masalah pada serviks di masa kehamilan, seperti inkompetensi serviks, membuat Bumil perlu membatasi aktivitas dan memperbanyak istirahat hingga waktu persalinan tiba. Apabila Bumil banyak bergerak sampai kelelahan, maka akan meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur.

Kondisi-kondisi di atas memang mengharuskan ibu hamil untuk lebih banyak beristirahat. Namun, semuanya kembali lagi pada pertimbangan dokter.

Sebagian ibu hamil mungkin akan dilarang untuk melakukan beberapa aktivitas. Sementara, sebagian lainnya tetap boleh berkegiatan seperti biasa, contohnya bekerja, tetapi sedikit dibatasi.

Supaya tidak bosan karena harus banyak istirahat, Bumil bisa lho mengisi waktu dengan membaca buku, menonton film kesukaan, atau sekadar jalan-jalan santai di dalam rumah. Bila perlu, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu mengenai batasan aktivitas yang masih aman Bumil lakukan.

Pastikan juga Bumil rutin memeriksakan diri ke dokter agar kesehatan Bumil dan calon buah hati dapat terus terpantau.