Ada beberapa kriteria daging yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi, mulai dari warna, tekstur, bau, hingga tampilannya. Hal ini penting untuk Anda ketahui agar terhindar dari keracunan atau penularan penyakit melalui makanan.

Daging merupakan salah satu makanan yang berpotensi membawa penyakit menular dan membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, memastikan kualitas daging yang dikonsumsi perlu menjadi perhatian khusus, agar Anda dan keluarga bisa menikmati daging dengan aman.

5 Kriteria Daging yang Aman untuk Dikonsumsi - Alodokter

Kriteria Daging yang Aman Dikonsumsi

Agar tidak salah dalam membeli daging, ada beberapa kriteria daging segar yang aman untuk dikonsumsi, yaitu:

1. Warnanya tidak pucat atau kehitaman

Cara paling mudah untuk mengetahui kualitas daging yang masih segar adalah dari warnanya. Daging sapi, kambing, atau kerbau yang segar berwarna merah, tidak pucat, tidak kotor, dengan guratan lemak berwarna kuning. Daging kerbau sedikit berbeda karena warnanya cenderung merah tua.

Untuk daging ayam, bebek, atau unggas lainnya, daging dan lemaknya perlu dipastikan berwarna putih kekuningan dan lemaknya juga merata di bawah kulit. Untuk daging babi, daging harus berwarna merah jambu tua dan lemak yang keras berwarna putih.

2. Teksturnya kenyal

Kriteria dalam memilih daging segar juga bisa dilihat dari teksturnya. Semua daging segar, baik daging sapi, kerbau, unggas, ikan, atau babi, harus memiliki tekstur yang terasa kenyal dan tidak berlendir.

Untuk mengenalinya, Anda bisa menekan perlahan daging yang akan dibeli menggunakan jari. Jika daging kembali ke posisi semula, berarti daging tersebut masih baru dan segar. Sebaliknya, daging yang sudah mulai busuk biasanya akan terasa lembek dan meninggalkan bekas ketika ditekan.

3. Tidak berbau busuk

Kriteria daging segar adalah memiliki aroma atau bau yang segar pula. Berbeda jenis daging, berbeda pula ciri khas baunya. Jadi. memang untuk mengetahui bau segar dari suatu daging diperlukan pembiasaan. Namun yang pasti, hindari daging yang berbau menyengat, tengik, amis, atau asam.

4. Tidak benyek atau berair

Secara umum, daging memiliki permukaan yang relatif kering, sehingga bisa menahan pertumbuhan bakteri dari luar. Daging yang berair menandakan bahwa daging tersebut sudah berada cukup lama di udara bebas dan berisiko tinggi sudah terpapar bakteri berbahaya.

Jadi, sebaiknya pilih daging yang tidak berair. Bila tersedia dalam bentuk kemasan, hindari kemasan daging yang rusak, bocor, atau sobek. Namun, mungkin Anda sering melihat cairan berwarna merah mirip darah pada daging. Tak perlu khawatir, cairan itu bukanlah darah, melainkan “sari” dari daging tersebut.

5. Memiliki sertifikasi halal, kecuali untuk jenis daging tertentu

Selain dari cara pemotongan dan jenis daging, MUI juga memastikan bahwa daging disimpan dan diolah dengan benar sesuai standar keamanan pangan nasional.

Jadi, untuk memudahkan Anda dalam membeli daging kemasan, pilihlah produk yang sudah memilih sertifikasi halal MUI. Namun, hal ini tentunya tidak berlaku untuk jenis daging tertentu, misalnya daging babi.

Daging adalah salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, penting bagi Anda untuk mengetahui kriteria daging yang sehat, supaya Anda dan keluarga bisa mendapatkan manfaat daging dengan optimal.

Selain memperhatikan kriteria di atas, cara menyimpan dan mengolah daging di rumah juga perlu diperhatikan. Daging segar atau mentah harus disimpan dalam wadah tertutup dan terpisah dari makanan yang sudah matang. Pastikan Anda mengolah daging sebelum masa kedaluwarsanya.

Ketika akan memasak daging, cairkan daging secara menyeluruh terlebih dahulu, lalu masak hingga matang. Jangan membekukan kembali daging yang sudah pernah dicairkan. Namun, Anda boleh membekukan daging yang sudah dimasak.

Bila setelah mengonsumsi daging yang kemungkinan tidak segar Anda merasakan gejala keracunan makanan, seperti muntah, diare, atau sakit perut, segera periksakan diri ke dokter atau ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan.