Sudahkah Bunda mengajak keluarga untuk memiliki gaya hidup ramah lingkungan? Hal terbaik dari gaya hidup ini adalah pola hidup tersebut sejalan dengan gaya hidup sehat. Pada prinsipnya, keluarga akan lebih sehat jika berada di lingkungan yang juga sehat.

Melakukan kebiasaan-kebiasaan ramah lingkungan, sebenarnya bukan hanya bermanfaat bagi alam. Kebiasaan ini juga mempersiapkan anak agar lebih sadar saat memilih makanan sehat untuk ia konsumsi, juga dalam melakukan aktivitas lain sehari-hari. Jika dilakukan konsisten dalam jangka panjang, gaya hidup ramah lingkungan akan membuat keluarga Bunda menjadi lebih sehat.

5 Tips Gaya Hidup Ramah Lingkungan untuk Keluarga Sehat - Alodokter

Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Gaya hidup ramah lingkungan sebenarnya bukan hanya tentang mengganti barang-barang yang biasa digunakan, dengan barang-barang berlabel “eco-friendly” yang lebih mahal atau tidak efisien lho, Bun! Sebaliknya, gaya hidup ini justru membuat keluarga seharusnya menjadi lebih hemat.

Pilihan-pilihan yang lebih ramah lingkungan ini sebenarnya bisa dimulai sejak Si Kecil dalam kandungan atau usia balita (bawah lima tahun). Misalnya dengan memilih untuk menyusui Si Kecil secara langsung kapan pun Bunda bisa, menggunakan popok kain, dan memberikan bubur bayi buatan sendiri.

Setelah anak-anak semakin besar, Bunda bisa mengajak mereka untuk ikut berperan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan Bunda dengan keluarga:

  • Bermain di luar ruangan

Bunda bisa membiasakan anak-anak untuk banyak bermain di luar ruangan seperti di taman perumahan. Sambil bermain, Bunda bisa memberi pemahaman tentang bagaimana menjaga alam, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, mengajak anak-anak memetik buah atau sayur langsung di perkebunan, dapat membuat mereka memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai sumber makanan mereka.

  • Menggunakan produk alami

Berbagai produk pembersih rumah banyak mengandung bahan kimia yang bisa jadi berbahaya. Untuk mengurangi risikonya, Bunda bisa beralih ke produk yang lebih ramah lingkungan. Saat mencuci, misalnya, Bunda bisa memilih deterjen tanpa pewangi dan dengan lebih sedikit busa, yang menghasilkan lebih sedikit limbah bahan kimia.

Bunda juga bisa menggunakan bahan-bahan alami yang sudah tersedia di rumah, seperti cuka apel, perasan jeruk atau lemon, dan baking soda. Bahan-bahan ini bisa juga lho digunakan sebagai cairan pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan produk alami ini juga bisa bermanfaat untuk Bunda yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan yang lebih sehat.

  • Kurangi pemakaian, gunakan kembali, dan daur ulang barang

Beberapa perlengkapan seperti car seat, tempat tidur bayi, dan pompa ASI memang sebaiknya dibeli baru. Tetapi, banyak barang lain yang tidak harus dibeli baru, seperti mainan, buku, dan pakaian, terutama jika jangka waktu pemakaiannya tidak lama. Anak-anak juga bisa diajak melakukan hal-hal sederhana seperti menggunakan dua sisi kertas atau menggunakan kalender bekas sebagai kertas kado atau kertas sampul buku.

  • Hindari plastik sekali pakai

Membiasakan keluarga membawa botol minum sendiri saat bepergian adalah salah satu langkah termudah untuk mengurangi penggunaan air minum kemasan. Jangan lupa juga membawa sedotan stainless steel atau bambu, dan lap bersih yang bisa dipakai ulang. Saat memesan makanan dari luar, jika memungkinkan, beri catatan untuk tidak menyertakan tisu dan alat makan plastik.

Selain itu, Bunda dapat membawakan bekal makanan dalam kotak bekal yang bisa dipakai ulang untuk Si Kecil ke sekolah. Di rumah, mainan anak yang terbuat dari kain, kayu, atau benda-benda daur ulang, juga bisa menjadi alternatif mainan plastik.

  • Belanja lebih bijak

Tiap akan membeli produk, terutama makanan, ajak keluarga untuk ikut berpikir tentang kemasannya. Dapatkah kemasannya didaur ulang atau digunakan kembali? Jika tidak, lebih baik kurangi penggunaannya. Misalnya, lebih baik membeli camilan curah dengan membawa wadah sendiri daripada membeli camilan dalam kemasan kecil-kecil. Hal yang sama juga bisa Bunda lakukan saat membeli berbelanja dengan membawa kantong atau keranjang belanja sendiri.

Hal yang tidak kalah penting, orang tua dapat menjadi contoh bagi anak-anak melalui berbagai hal sederhana, termasuk dalam aktivitas sehari-hari. Bunda dapat melakukan beberapa hal di atas atau tindakan-tindakan lain yang lebih ramah lingkungan. Dengan membiasakan keluarga hidup lebih ramah lingkungan, keluarga Bunda akan lebih terbiasa menjaga diri dan lebih sehat. Bunda juga menjadi mampu mendidik anak tumbuh lebih sehat.