Cara mengatasi masuk angin pada anak perlu diketahui oleh setiap orang tua, mengingat kondisi ini sering dialami Si Kecil dan kerap membuatnya rewel atau tidak nyaman. Meski biasanya tidak berbahaya, penanganan yang tepat tetap diperlukan agar Si Kecil merasa lebih nyaman dan terhindar dari keluhan yang semakin mengganggu aktivitasnya.

Masuk angin bukanlah istilah medis khusus, melainkan sebutan yang umum digunakan di Indonesia untuk menggambarkan kondisi tidak enak badan pada anak, seperti perut kembung, meriang, pegal, atau menurunnya nafsu makan. Keluhan ini umumnya disebabkan oleh perubahan cuaca, kelelahan, atau infeksi ringan yang membuat tubuh anak terasa tidak nyaman.

6 Cara Mengatasi Masuk Angin pada Anak yang Perlu Bunda Ketahui - Alodokter

Sebelum memutuskan memberikan obat, cara mengatasi masuk angin pada anak sebaiknya dimulai dengan langkah-langkah sederhana di rumah. Dengan begitu, keluhan dapat mereda secara alami sekaligus membantu anak merasa lebih nyaman tanpa risiko efek samping yang tidak perlu.

Berbagai Cara Mengatasi Masuk Angin pada Anak

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi masuk angin pada anak yang bisa Ayah dan Bunda coba lakukan:

1. Pastikan anak beristirahat cukup

Saat anak mengalami masuk angin, tubuhnya membutuhkan lebih banyak energi untuk memulihkan diri. Istirahat yang cukup membantu sistem imun bekerja lebih optimal dalam melawan infeksi ringan atau menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi tubuh. Sebaliknya, kurang tidur justru dapat membuat anak semakin rewel, lemas, dan memperlambat proses pemulihan.

2. Tempelkan kompres hangat pada perut atau dahi

Kompres hangat dapat membantu meredakan keluhan perut kembung, pegal, atau rasa tidak nyaman pada tubuh anak. Sensasi hangat membantu otot menjadi lebih rileks dan melancarkan aliran darah, sehingga anak merasa lebih tenang dan nyaman saat beristirahat.

3. Berikan makanan bergizi seimbang

Makanan bergizi berperan penting sebagai salah satu cara mengatasi masuk angin pada anak. Sajikan makanan hangat yang mudah dicerna dan mengandung karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Sebaiknya hindari makanan yang terlalu berminyak, pedas, atau terlalu manis karena dapat memperberat keluhan pada perut dan menurunkan nafsu makan anak.

4. Berikan minum lebih banyak

Masuk angin pada anak sering disertai dengan menurunnya nafsu makan dan minum, sehingga risiko dehidrasi perlu diwaspadai. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, melancarkan pencernaan, serta mendukung proses pemulihan. 

Jika anak sulit minum dalam jumlah banyak, berikan cairan sedikit demi sedikit tetapi sering agar tubuhnya tetap terhidrasi dan proses pemulihan berjalan optimal.

5. Jaga kehangatan tubuh anak

Menghangatkan tubuh anak merupakan salah satu cara mengatasi masuk angin pada anak yang efektif untuk memberikan rasa nyaman, terutama saat Si Kecil merasa meriang atau kedinginan. Gunakan pakaian hangat atau selimut tipis untuk membantu menjaga suhu tubuh Si Kecil tetap stabil. 

Hindari paparan angin dingin langsung dari kipas atau AC, terutama saat tubuhnya menggigil. Namun, pastikan ruangan tetap memiliki sirkulasi udara yang baik agar anak merasa nyaman.

6. Berikan obat

Jika masuk angin pada anak disertai demam atau nyeri yang membuatnya tidak nyaman, pemberian paracetamol bisa menjadi salah satu cara mengatasi masuk angin pada anak untuk meredakan keluhan tersebut. 

Obat ini sebaiknya diberikan sesuai dosis yang dianjurkan berdasarkan usia dan berat badan, serta hanya digunakan bila benar-benar diperlukan, bukan sebagai rutinitas sehari-hari.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Beberapa metode tradisional, seperti kerokan, belum terbukti aman dan efektif untuk anak-anak sehingga sebaiknya dihindari. Hindari juga penggunaan minyak atau balsem yang terlalu panas karena dapat menyebabkan iritasi kulit. Jangan memaksakan anak makan bila sedang mual dan penggunaan obat bebas sebaiknya selalu sesuai petunjuk.

Orang tua juga perlu waspada bila anak mengalami tanda-tanda berikut:

  • Demam tinggi yang berlangsung lebih dari 3 hari
  • Anak tampak sangat lemas atau tidak responsif
  • Napas cepat atau terlihat sulit bernapas
  • Muntah berulang atau tidak bisa menahan cairan
  • Tanda dehidrasi, seperti bibir kering, mata cekung, dan jarang buang air kecil

Pada dasarnya, cara mengatasi masuk angin pada anak tidak selalu harus dengan obat. Perawatan sederhana di rumah, seperti memastikan anak cukup istirahat dan mendapatkan asupan bergizi, sering kali sudah membantu meringankan keluhan. Yang terpenting, Ayah dan Bunda perlu peka terhadap kondisi Si Kecil dan tidak mengabaikan perubahan gejala yang tampak semakin berat.

Jika Anda masih ragu apakah keluhan yang dialami anak tergolong ringan atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, jangan menunda untuk mencari saran medis. Melalui layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER, Anda dapat berkonsultasi langsung mengenai cara mengatasi masuk angin pada anak secara tepat, terutama jika gejala yang dialami Si Kecil tidak kunjung membaik.