Dosis paracetamol anak harus disesuaikan dengan usia, berat, dan kondisi anak. Ini penting untuk diperhatikan agar anak terhindar dari efek samping berupa kram perut, mual dan muntah, sembelit, kehilangan selera makan, hingga diare.

Pemberian paracetamol pada anak biasanya dilakukan saat ia mengalami demam. Pasalnya, obat yang masuk ke dalam kategori analgesik atau pereda rasa sakit ini mampu mengurangi nyeri ringan hingga sedang.

Dosis Paracetamol Anak yang Perlu Bunda Catat - Alodokter

Panduan Pemberian Dosis Paracetamol Anak

Meski paracetamol tergolong obat yang aman untuk digunakan dan minim efek samping, tidak berarti obat ini selalu aman untuk diberikan kepada anak-anak yang sedang sakit. Pasalnya, ada hal-hal yang perlu Bunda perhatikan dalam memberikan paracetamol kepada anak, yaitu:

1. Batas usia pemberian paracetamol

Paracetamol secara umum aman untuk digunakan oleh segala usia. Namun, pemberian paracetamol pada bayi di bawah 3 bulan harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

2. Kocok terlebih dahulu

Paracetamol untuk anak umumnya berbentuk cairan atau sirop. Oleh karena itu, sebelum diberikan pada anak, paracetamol disarankan untuk dikocok terlebih dahulu setidaknya 10 detik untuk memastikan komposisi obat sudah tercampur secara merata.

3. Gunakan sendok takar khusus

Sebagian orang tua menganggap bila takaran standar pemberian paracetamol pada anak dapat diukur menggunakan sendok teh atau pun sendok makan. Ini merupakan hal yang keliru. Pemberian paracetamol yang benar adalah dengan menggunakan sendok takar yang telah disediakan dalam kemasan atau sendok takar khusus obat. Hal ini dilakukan agar pemberian paracetamol anak sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

4. Perhatikan kandungan obat yang sudah diberikan

Bila Si Kecil sebelumnya sudah mengonsumsi obat lain yang mengandung paracetamol, tidak disarankan untuk memberikan obat-obatan lain yang memiliki kandungan sejenis. Ini penting untuk diperhatikan agar pemberian dosis paracetamol berlebihan kepada Si Kecil terhindarkan.

5. Perhatikan dosis per hari

Pemberian paracetamol pada anak biasanya tergantung pada kondisi yang sedang dialaminya. Dosis paracetamol untuk bayi atau anak adalah 10-15 mg per kilogram berat badannya. Paracetamol tidak boleh diberikan lebih dari 4 kali dalam sehari, dan jarak pemberian obatnya minimal 4−6 jam.

Dosis Paracetamol Anak yang Dianjurkan

Informasi pemberian dosis paracetamol untuk anak yang tertera pada kemasan biasanya berdasarkan usia. Namun, pemberian dosis paracetamol yang paling tepat adalah berdasarkan berat badan.

Berikut ini adalah informasi lengkap mengenai dosis paracetamol untuk anak berdasarkan berat badan dan usianya:

Berat Badan Anak Usia Anak Dosis
Miligram (mg) Mililiter (ml)
3–5 kg 0−3 bulan 40 1,25
5–8 kg 4−11 bulan 80 2,5
8–11 kg 12−23 bulan 120 3,75
11–16 kg 2−3 tahun 160 5
16–22 kg 4−5 tahun 240 7,5
22–27 kg 6−8 tahun 320 10
27–32 kg 9−10 tahun 400 12,5
33–43 kg 11−12 tahun 480 15
43 kg ke atas 13 tahun ke atas 640 20

Dosis paracetamol anak di atas adalah berdasarkan sediaan obat dalam bentuk sirop, dengan takaran 160 mg per 5 ml sirop. Paracetamol untuk anak yang lebih besar juga tersedia dalam bentuk tablet. Tapi, bagi anak yang kesulitan mengonsumsi kedua jenis paracetamol di atas atau bila anak sedang muntah-muntah, tersedia pula paracetamol dalam bentuk supositoria (dimasukkan melalui anus).

Pastikan Bunda memberikan paracetamol untuk anak sesuai dengan dosis yang tertera pada label kemasan atau anjuran dokter agar tidak menimbulkan dampak negatif pada tubuh Si Kecil. Jangan lupa untuk menyimpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan gelap, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Jika anak mengalami keluhan diare, mual, muntah, nyeri perut, keringat dingin, dan lemas setelah diberi paracetamol, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.