Ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya penting untuk dikenali dan diwaspadai oleh para orang tua agar kondisi ini bisa segera diatasi. Dengan begitu, risiko terjadinya komplikasi berbahaya, seperti kerusakan pada otak bayi (kernikterus) akibat penyakit kuning bisa dicegah.
Bayi kuning atau jaundice adalah kondisi ketika kulit dan bagian putih mata bayi tampak menguning akibat peningkatan kadar bilirubin di dalam darah. Kondisi ini umumnya tergolong ringan dan dapat membaik dengan sendirinya.

Namun, pada beberapa kasus, bayi kuning juga dapat menjadi pertanda masalah kesehatan serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Oleh karena itu, Bunda dan Ayah harus tetap waspada apabila Si Kecil menunjukkan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya atau yang disebabkan oleh gangguan kesehatan.
Ciri-Ciri Bayi Kuning yang Berbahaya
Berikut ini beberapa ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya dan membutuhkan perhatian medis segera:
1. Warna kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir
Jika warna kuning pada kulit atau bagian putih mata bayi sudah tampak kurang dari 24 jam setelah bayi dilahirkan, ini merupakan ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya. Pasalnya, warna kuning yang timbul cepat bisa menandakan adanya masalah serius, seperti infeksi, ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan bayi, atau gangguan pada fungsi hati.
Kondisi ini dapat membuat kadar bilirubin dalam darah bayi meningkat sangat cepat, sehingga risiko komplikasi pun lebih besar. Oleh karena itu, bayi yang mengalami kuning dalam 24 jam pertama perlu segera diperiksa oleh dokter.
2. Warna kuning menyebar ke seluruh tubuh
Pada kondisi normal, warna kuning biasanya hanya terlihat di wajah dan dada bagian atas. Namun, jika warna kuning sudah menjalar ke seluruh badan, termasuk perut, punggung, bahkan telapak tangan dan kaki, hal ini menandakan kadar bilirubin sudah sangat tinggi dan menjadi ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya.
Soalnya, penyebaran warna kuning ke area tubuh yang lebih luas adalah salah satu tanda bayi butuh penanganan medis segera, sebab bilirubin yang terlalu tinggi dapat merusak sel-sel otak dan organ penting lainnya.
3. Bayi tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan
Bayi kuning umumnya akan aktif, mudah dibangunkan untuk menyusu, dan mampu bergerak normal. Namun, jika bayi tampak lesu, jarang bergerak, sulit dibangunkan meski Anda sudah mencoba menggendong atau menggoyang-goyangkan tubuhnya, Anda harus mewaspadainya.
Hal ini karena bisa menjadi tanda bahwa kadar bilirubin dalam tubuh bayi sudah terlalu tinggi dan mempengaruhi sistem sarafnya. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menjadi pertanda awal terjadinya kerusakan otak permanen akibat penumpukan bilirubin.
4. Bayi tidak mau menyusu atau minum
Jika bayi kuning tiba-tiba menolak menyusu, tidak kuat menghisap, atau terlihat lemah saat menyusu, hal ini perlu diwaspadai. Sebab, hal ini menandakan bahwa kondisi tubuh bayi sudah terpengaruh oleh kadar bilirubin yang tinggi.
Nah, jika tidak segera mendapat penanganan, kondisi ini tentu bisa memperparah penyakit kuning pada bayi dan risiko bayi mengalami dehidrasi atau gangguan pertumbuhan pun meningkat.
5. Bayi rewel terus-menerus dan sulit ditenangkan
Bayi kuning yang normal pada umumnya tidak menunjukkan keluhan lain. Namun, jika bayi Anda jadi sangat rewel, menangis terus-menerus, sulit ditenangkan, atau tampak gelisah tanpa sebab yang jelas, sebaiknya waspada. Apalagi bila ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya ini disertai gejala lesu atau sulit menyusu.
Pasalnya, perubahan perilaku pada bayi ini bisa menandakan bahwa kadar bilirubin yang sangat tinggi di tubuh bayi sudah mulai memengaruhi otak dan saraf bayi.
6. Mengalami kejang
Kejang adalah gerakan tubuh bayi yang tidak terkontrol, seperti gemetar, menegang, atau tiba-tiba kaku. Kejang pada bayi dengan penyakit kuning menunjukkan bahwa kadar bilirubin sudah sangat tinggi dan sudah menyerang otak. Ini adalah ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya yang membutuhkan penanganan secepatnya di rumah sakit untuk mencegah kerusakan otak yang tetap atau bahkan kematian.
7. Urin berwarna gelap dan tinja pucat
Umumnya, urine bayi kuning normal berwarna bening atau kuning muda, dan feses atau tinjanya berwarna kuning kehijauan. Namun, jika bayi kuning mengeluarkan urine yang berwarna gelap seperti teh, atau tinjanya berwarna pucat atau putih, segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sebab, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada hati atau saluran empedu bayi yang perlu segera ditangani oleh dokter.
Mengenali ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya sangat penting agar komplikasi berat, seperti kerusakan otak akibat tingginya kadar bilirubin, dapat dicegah. Oleh karena itu, jika bayi mengalami salah satunya, segera bawa ia ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat oleh dokter.
Untuk mempermudah konsultasi di Rumah Sakit, Bunda dan Ayah bisa memanfaatkan fitur Buat Janji Dokter melalui aplikasi ALODOKTER yang dapat diakses kapan saja.