Pantangan ketika pakai DJ stent penting untuk diketahui karena alat ini biasanya dipasang untuk membantu aliran urine dari ginjal ke kandung kemih. Dengan memahami apa saja yang sebaiknya dihindari, Anda bisa mencegah keluhan yang mengganggu sekaligus menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
DJ stent (double J stent) adalah selang kecil berbentuk khusus yang dipasang di saluran kemih untuk membantu kelancaran aliran urine dari ginjal ke kandung kemih. Prosedur ini umumnya dilakukan bila terjadi sumbatan akibat batu ginjal, tumor, atau pembengkakan saluran kemih.

Meski pemasangan DJ stent relatif aman, tetap ada pantangan ketika pakai DJ stent yang harus diperhatikan agar proses pemulihan berjalan optimal dan alat tidak menimbulkan masalah baru, seperti iritasi atau infeksi.
Pantangan Ketika Pakai DJ Stent yang Perlu Dipatuhi
Berikut adalah beberapa pantangan ketika pakai DJ stent yang perlu Anda perhatikan:
1. Hindari mengangkat beban berat
Mengangkat barang berat, seperti galon air, ember penuh, atau benda berat lainnya setelah pemasangan DJ stent bisa menambah tekanan pada area perut dan pinggang. Tekanan berlebih ini dapat menyebabkan DJ stent bergeser, menimbulkan iritasi, atau memicu nyeri hebat pada saluran kemih.
Untuk sementara waktu, mintalah bantuan orang lain jika Anda perlu mengangkat sesuatu yang berat dan batasi aktivitas fisik yang melibatkan dorongan atau tarikan.
2. Tidak melakukan olahraga berat
Olahraga berat, seperti lari jarak jauh, sepak bola, futsal, basket, atau kegiatan yang melibatkan lompatan dan benturan harus dihindari. Getaran dan benturan keras selama melakukan olahraga tersebut bisa menyebabkan DJ stent bergeser dari posisinya semula atau melukai jaringan di sekitarnya.
Sebagai gantinya, Anda bisa memilih olahraga ringan, seperti jalan kaki santai, peregangan ringan, atau yoga yang tidak memberikan tekanan pada perut dan pinggang.
3. Batasi aktivitas seksual
Aktivitas seksual dapat memberi tekanan ekstra pada bagian perut bawah dan saluran kemih. Jika Anda mengalami nyeri, rasa tidak nyaman, atau keluar darah setelah berhubungan intim, sebaiknya hentikan dulu aktivitas tersebut.
Diskusikan dengan dokter mengenai waktu yang tepat untuk melanjutkan kembali aktivitas seksual agar tetap aman dan nyaman selama masa pemulihan DJ stent.
4. Tidak menahan kencing
Sering menahan keinginan buang air kecil bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan memperparah iritasi di sekitar DJ stent. Selain itu, urine yang tertahan terlalu lama berisiko menjadi tempat berkembang biaknya kuman.
Sebaiknya, segera ke toilet setiap kali muncul keinginan untuk berkemih agar saluran kemih tetap bersih dan sehat.
5. Hindari makanan dan minuman yang mengiritasi
Makanan pedas, asam, atau minuman berkafein tinggi, seperti kopi, teh, dan soda, dapat menambah sensasi panas, perih, atau sering kencing selama menggunakan DJ stent. Kandung kemih yang sudah sensitif bisa lebih mudah teriritasi sehingga menambah rasa tidak nyaman.
Maka dari itu, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lembut, tidak terlalu berbumbu tajam, dan perbanyak minum air putih agar saluran kemih tetap bersih.
6. Tidak berendam di kolam umum
Air di kolam renang umum, jacuzzi, atau sungai bisa mengandung bakteri yang berpotensi masuk ke saluran kemih. Risiko infeksi akan meningkat, terutama karena adanya stent yang menjadi “jalan masuk” bagi kuman.
Maka dari itu, selama masih menggunakan DJ stent, sebaiknya hindari berendam di tempat umum dan mandilah seperti biasa dengan air bersih yang mengalir.
7. Tidak mengonsumsi obat sembarangan
Beberapa jenis obat, suplemen, atau ramuan herbal bisa memengaruhi fungsi ginjal atau berinteraksi dengan terapi yang sedang Anda jalani. Oleh sebab itu, jangan sembarangan minum obat atau herbal sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh selama memakai DJ stent harus mendapat persetujuan dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
Hal-Hal yang Masih Aman Selama Pakai DJ Stent
Meski ada sejumlah pantangan ketika pakai DJ stent, Anda tetap bisa beraktivitas ringan sesuai anjuran dokter:
- Bepergian menggunakan motor atau mobil untuk keperluan harian, asalkan jarak tidak terlalu jauh dan Anda tidak mengalami nyeri hebat.
- Melakukan perjalanan naik transportasi umum dalam kota (bus, KRL, ojek online) jika kondisi tubuh stabil dan tidak terlalu lelah.
- Bekerja di kantor atau sekolah selama pekerjaannya tidak menuntut fisik berat atau berdiri terlalu lama.
- Melaksanakan ibadah seperti salat, mengikuti kegiatan keagamaan, atau berpuasa, selama kebutuhan cairan terpenuhi di luar waktu puasa dan kondisi tubuh memungkinkan.
Setiap DJ stent biasanya digunakan selama beberapa minggu sampai beberapa bulan, sesuai kondisi dan anjuran dokter. Selalu patuhi pantangan ketika memakai DJ stent dan jangan ragu bertanya ke dokter jika ada hal yang kurang jelas.
Jika Anda mengalami nyeri hebat yang tidak membaik, demam tinggi, menggigil, darah dalam urine yang banyak atau tidak berhenti, sulit buang air kecil, atau urine berbau menyengat dan keruh, segera konsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Konsultasi bisa dilakukan secara online melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.