Pantangan radang sendi bisa berupa kebiasaan yang tak disadari atau konsumsi makanan tertentu secara berlebih. Kebiasaan dan konsumsi makanan tersebut dapat menurunkan imunitas tubuh dan memicu peradangan pada sendi.

Radang sendi (artritis) adalah peradangan yang menyebabkan kerusakan pada persendian. Penyakit ini bisa dipicu oleh riwayat penyakit yang sama dalam keluarga, kebiasaan merokok, jarang olahraga, pertambahan usia, dan obesitas.

7 Pantangan Radang Sendi yang Perlu Dihindari - Alodokter

Radang sendi menyebabkan nyeri pada sendi serta melemahnya otot di sekitar sendi sampai penderitanya kesusahan atau sama sekali tidak bisa menggerakkan anggota tubuh. Selain itu, bagian yang sakit juga akan memerah dan terasa hangat.

Jika mengalami radang sendi, Anda harus memperhatikan pantangan radang sendi apa saja yang harus dihindari. Hal ini dilakukan agar nyeri sendi tidak kambuh atau menjadi makin parah.

Beberapa Pantangan Radang Sendi

Pantangan radang sendi bisa berupa konsumsi makanan tertentu sampai berpikiran negatif. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Gorengan

Mengonsumsi gorengan merupakan salah satu pantangan radang sendi. Kandungan asam lemak omega-6 dan lemak jenuh yang tinggi pada gorengan dapat meningkatkan peradangan dan gejala radang sendi. Selain itu, bahan yang digunakan pada gorengan, seperti garam dan gula, juga dapat mempercepat peradangan.

Jika ingin menggoreng makanan, Anda dapat menggunakan alternatif lainnya, seperti menggoreng tanpa minyak dengan air fryer atau memanggang dengan oven, jika memungkinkan.

2. Kebiasaan merokok

Merokok juga merupakan pantangan radang sendi karena dapat mempercepat proses peradangan pada sendi. Asap rokok akan menyebarkan zat berbahaya, seperti karbon monoksida dan amonia, yang membuat kadar radikal bebas dalam tubuh menjadi lebih tinggi. Hal itu akan merusak imun tubuh dan memicu peradangan.

Selain itu, bila perokok aktif meminum obat radang sendi, obat tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik karena rokok dapat melemahkan kerja obat dan memicu peradangan. Oleh karena itu, bila Anda merupakan perokok aktif dan memiliki riwayat penyakit radang sendi, sebaiknya Anda segera berhenti merokok.

3. Konsumsi gula berlebih

Selain perlu dibatasi oleh penderita diabetes, konsumsi gula tambahan secara berlebihan juga sebaiknya dihindari oleh penderita radang sendi. Asupan gula yang tinggi, terutama dari minuman manis, makanan kemasan, dan kue, dapat berkontribusi terhadap proses peradangan dalam tubuh.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Batas ini mencakup gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman, sehingga penting untuk memperhatikan asupan gula dari berbagai sumber.

4. Konsumsi garam berlebih

Setiap orang memerlukan sodium yang terdapat pada garam. Namun, garam juga dapat menjadi pantangan radang sendi. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa konsumsi garam secara berlebihan dapat mengakibatkan peradangan dan meningkatkan risiko terjadinya radang sendi.

Konsumsi garam harian yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebanyak 1 sendok teh atau setara dengan 5 gram per hari. 

Sebagai pengganti garam, Anda dapat menambahkan bumbu dan rempah-rempah, seperti merica, bubuk bawang putih, dan bubuk bawang merah, ke dalam masakan untuk menambah cita rasa. 

5. Olahraga berlebihan

Rajin berolahraga memang memberikan manfaat yang besar bagi tubuh. Akan tetapi, bagi penderita radang sendi, berolahraga dapat menjadi pantangan bila dilakukan melebihi batas kemampuan dan memicu terjadinya benturan.

Beberapa olahraga yang menjadi pantangan radang sendi adalah lari, lompat, tenis, dan aerobik. Selain itu, penderita radang sendi juga dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas berulang, seperti melakukan servis berulang kali saat bermain bulu tangkis.

6. Konsumsi gluten

Tidak semua penderita radang sendi perlu menghindari makanan yang mengandung gluten, seperti roti, kue, dan sereal. Gluten itu sendiri merupakan protein yang terdapat dalam biji-bijian, seperti gandum, jelai, dan rye atau gandum hitam.

Diet bebas gluten umumnya diperlukan jika Anda memiliki kondisi tertentu, seperti penyakit celiac, alergi gandum, atau intoleransi gluten. Sementara itu, belum ada cukup bukti bahwa semua penderita radang sendi perlu menjalani diet bebas gluten.

Jika Anda memiliki radang sendi dan merasa makanan tertentu, termasuk makanan yang mengandung gluten, memperburuk gejala, konsultasikan dengan dokter sebelum mengubah pola makan.

7. Stres

Stres memikirkan radang sendi bisa memperparah nyeri. Agar stres menjauh dan radang sendi mereda, alihkan perhatian Anda dengan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat, mendengarkan musik, melakukan yoga, atau menulis buku harian.

Mengetahui dan menghindari pantangan radang sendi dapat membantu menjaga pola makan tetap sehat, tetapi bukan satu-satunya bagian dari penanganan penyakit ini.

Jika Anda menderita radang sendi, ikuti anjuran dokter, termasuk mengonsumsi obat sesuai aturan dan melakukan kontrol secara rutin bila diperlukan. Menjaga berat badan, tetap aktif sesuai kemampuan, dan menerapkan pola makan bergizi seimbang juga dapat membantu menjaga kesehatan sendi.

Jika nyeri, bengkak, atau kaku pada sendi tidak membaik, sering kambuh, atau justru semakin berat meskipun sudah melakukan langkah-langkah tersebut, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda kepada dokter. Anda dapat Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi Anda.