Tanda pembuahan gagal seringkali tidak disadari atau dianggap mirip dengan gejala menstruasi biasa. Memahami ciri-ciri ini dapat membantu pasangan yang sedang menantikan kehamilan lebih peka terhadap perubahan tubuh.
Pembuahan adalah proses ketika sel telur dan sperma bertemu dan membentuk embrio. Namun, tidak semua pembuahan berhasil berkembang menjadi kehamilan. Karena itu, mengenali tanda pembuahan gagal dapat membantu kamu dan pasangan mengambil langkah yang lebih tepat dalam program hamil.

Beberapa Tanda Pembuahan Gagal
Kegagalan pembuahan dapat terjadi karena kualitas sel telur atau sperma kurang optimal, ketidakseimbangan hormon, gangguan pada tuba falopi atau rahim, hingga faktor usia. Berbagai kondisi ini bisa memengaruhi peluang terjadinya pembuahan dan memicu perubahan hormon yang akhirnya menimbulkan tanda-tanda tertentu dalam siklus menstruasi.
Karena perubahan hormon ini bisa menyerupai gejala PMS, kamu tetap perlu memastikannya dengan tes kehamilan. Menggunakan test pack atau periksa kandungan ke dokter adalah cara paling bisa diandalkan untuk mengetahui apakah pembuahan berhasil atau tidak, sebab hasilnya bergantung pada kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang hanya meningkat ketika kehamilan terjadi.
Meski begitu, tetap ada beberapa tanda pembuahan gagal yang bisa saja muncul dan dapat dirasakan. Berikut tanda-tandanya:
1. Menstruasi tetap datang
Ketika pembuahan gagal, tidak terjadi implantasi ke dinding rahim. Akibatnya, kadar progesteron turun dan tubuh meluruhkan lapisan rahim, sehingga menstruasi muncul sesuai jadwal dan berlangsung seperti siklus normal.
2. Tidak muncul rasa mual
Hormon hCG yang meningkat pada kehamilan awal dapat memicu rasa mual. Jika pembuahan gagal, kadar hormon ini tidak naik sehingga tubuh tidak menimbulkan sensasi mual yang biasanya terasa pada awal kehamilan.
Namun, mual juga tidak selalu muncul pada setiap kehamilan, sehingga ketiadaan mual tidak bisa dijadikan patokan tunggal.
3. Payudara tidak berubah
Pada sebagian besar kehamilan, payudara menjadi lebih sensitif atau membesar. Jika perubahan ini tidak muncul bersamaan dengan tanda kehamilan lainnya, bisa jadi kehamilan belum terjadi.
Namun, tidak semua wanita mengalami perubahan payudara meski sedang hamil ya.
4. Nafsu makan tidak berubah
Beberapa wanita mengalami perubahan selera makan atau lebih sensitif terhadap bau saat kadar hormon kehamilan meningkat. Namun, sebagai tanda pembuahan gagal, tubuh tidak mengalami peningkatan hormon tersebut sehingga pola makan dan sensitivitas indera penciuman tetap sama.
Perubahan ini memang sering dikaitkan dengan kehamilan, tetapi tidak semua ibu hamil mengalaminya. Karena itu, ketiadaan gejala ini sebaiknya tidak dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan pembuahan gagal ya.
5. Kram perut menjelang haid
Ketika tidak terjadi implantasi, lapisan rahim tetap luruh sehingga memicu kram perut. Kondisi ini menyebabkan kram menjelang haid yang terasa seperti PMS pada umumnya.
6. Keputihan berkurang
Setelah ovulasi, kadar progesteron secara alami akan menurun menjelang haid, sehingga keputihan biasanya menjadi lebih sedikit dan kembali seperti pola sebelum menstruasi.
Pola ini merupakan bagian dari siklus menstruasi yang normal ketika kehamilan tidak terjadi, sehingga dapat muncul bersamaan dengan tanda pembuahan gagal. Namun, perubahan jumlah keputihan bukan tanda spesifik kegagalan pembuahan ya. Hal ini karena variasi antar wanita sangat beragam.
7. Keluar spotting sebelum haid
Pada sebagian wanita, bisa muncul bercak darah tipis (spotting) sebelum haid dimulai. Hal ini dapat terjadi karena penurunan hormon yang memicu peluruhan awal lapisan rahim. Spotting ini biasanya diikuti oleh menstruasi setelahnya.
Perlu diingat, tanda ini tidak spesifik untuk pembuahan gagal dan bisa juga berkaitan dengan faktor lain. Bila sering terjadi, berkepanjangan, atau disertai nyeri hebat, sebaiknya periksa ke dokter ya.
Mengenali tanda pembuahan gagal memang tidak selalu mudah karena gejalanya sering menyerupai PMS. Jika kamu sedang menjalani program hamil dan hasilnya belum sesuai harapan, wajar bila muncul rasa khawatir atau lelah secara emosional.
Meski begitu, cobalah tetap memperhatikan pola siklus, mencatat perubahan yang dirasakan, dan menjaga gaya hidup sehat sebisa mungkin. Setiap tubuh bekerja dengan ritme yang berbeda, dan langkah-langkah kecil yang kamu lakukan tetap berarti kok.
Bila ingin mengetahui kondisi kesuburan lebih pasti atau ingin berdiskusi mengenai peluang kehamilan, kamu bisa Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan.