Tidak seperti orang dewasa, anak-anak jauh lebih rentan mengalami efek samping dari obat-obatan yang diberikan. Itulah sebabnya mengapa pemberian obat bebas secara sembarangan justru bisa berdampak buruk pada kesehatan anak yang masih berusia di bawah lima tahun (balita).

Terkadang karena terlalu panik, orang tua tergesa-gesa memberikan obat untuk membantu meringankan kondisi anak. Padahal, kondisi-kondisi yang bersifat umum, seperti batuk dan pilek, dapat reda dengan sendirinya tanpa pemberian obat-obatan tertentu. Pemberian obat yang sembarangan, justru hanya akan berakibat buruk pada tubuh Si Kecil.

 

9 Obat yang Belum Tentu Tepat Diberikan untuk Balita - Alodokter

Obat yang Bisa Diberikan dengan Perhatian Khusus

Berikut ini obat-obatan yang masih dapat diberikan pada Si Kecil namun dengan hati-hati:

1. Ibuprofen

Ibuprofen dapat diberikan pada balita, hanya jika usianya sudah lebih dari tiga bulan dan memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram. Kendati demikian, Bunda tidak boleh sembarangan dalam memberikan ibuprofen, karena dapat membahayakan kesehatan Si Kecil. Terutama jika ia sedang mengalami dehidrasi, memiliki riwayat asma, gangguan ginjal, gangguan hati, dan penyakit kronis. Selalu konsultasikan ke dokter mengenai dosis dan keamanan pemberian ibuprofen, sebelum Bunda mulai memberikan ibupforen pada Si Kecil.

2. Paracetamol (tambahan)

Untuk meredakan demam dan nyeri, obat ini dapat diberikan kepada balita berusia lebih dari dua bulan. Namun yang perlu menjadi perhatian, beberapa jenis obat telah mengandung paracetamol. Jika demikian, hindari memberikan paracetamol tambahan secara terpisah karena berisiko menyebabkan anak kelebihan dosis.

3. Obat antimual

Dengan istirahat yang cukup dan pengaturan pola makan, umumnya mual dan muntah pada anak, dapat reda tanpa obat. Penggunaan obat antimual hanya boleh diberikan sesuai dengan resep dokter. Pasalnya, pemberian obat ini secara sembarangan, dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh anak.

4. Obat kunyah

Tidak semua anak balita mampu mengunyah obat hingga halus, sehingga obat jenis ini berisiko membuat balita tersedak. Oleh karenanya, hanya berikan obat kunyah jika memang diresepkan oleh dokter. Jika perlu, konsultasi ke dokter untuk pemberian obat kunyah, apakah bisa dihaluskan terlebih dahulu, sebelum Bunda memberikannya kepada Si Kecil.

5. Obat antibiotik

Obat antibiotik umumnya tidak perlu diberikan saat anak pilek atau batuk, yang disebabkan oleh virus . Obat antibiotik hanya diberikan saat infeksi disebabkan oleh bakteri. Sesuaikan dosis pemberian obat antibiotik ini berdasarkan anjuran dokter.

Obat yang Tidak Boleh Diberikan pada Anak

Selain obat-obatan yang perlu mendapat perhatian khusus sebelum pemberian, ada pula obat yang sama sekali tidak boleh diberikan pada anak yang masih balita:

1. Aspirin

Memberikan aspirin pada bayi dapat mengakibatkan sindrom Reye. Oleh karenanya, jangan sekali-kali memberikan Si Kecil aspirin untuk mengobati kondisi-kondisi yang bersifat umum, seperti pilek dan demam. Selain itu, perhatikan juga bahwa ada beberapa jenis obat yang mengandung aspirin dengan nama berbeda, seperti salicylate atau acetylsalicylic acid. Obat ini bahkan tidak dianjurkan hingga anak berusia di atas 16 tahun.

2. Obat untuk orang dewasa

Obat orang dewasa juga tidak boleh diberikan pada balita, karena tubuh anak belum tentu dapat memproses obat tersebut. Jadi, jangan pernah memberikannya meski dalam dosis yang lebih rendah.

3. Obat untuk penyakit lain

Tiap obat sudah diresepkan secara khusus untuk menangani kondisi tertentu. Jangan memberikan obat yang pernah diresepkan dokter sebelumnya sewaktu Si Kecil sakit, meskipun saat ini gejalanya serupa. Sebaiknya lakukan kembali konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang memang sesuai dengan kondisi dan usia Si Kecil saat ini.

4. Obat batuk dan obat flu yang dijual bebas

Selain belum tentu efektif meringankan gejala batuk dan flu pada balita, obat-obatan ini justru dapat berbahaya jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit perut, ruam kulit, peningkatan detak jantung, dan kejang. Obat-obatan yang termasuk dalam kelompok ini adalah dekongestan, ekspektoran, dan antihistamin.

Orang tua perlu lebih berhati-hati dalam memberikan obat kepada anak balita. Pastikan Bunda telah berkonsultasi ke dokter dan menanyakan aman atau tidaknya obat tersebut untuk diberikan bagi Si Kecil. Selain itu, berikan obat sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang direkomendasikan dokter, agar pengobatan efektif dan tidak menimbulkan efek samping. Jangan lupa, periksa dulu tanggal kedaluwarsa pada kemasan obat.