Penyakit mematikan pada remaja sering berkembang tanpa gejala, sehingga sering tidak disadari sampai menyebabkan komplikasi serius. Gaya hidup tidak sehat bisa membuat remaja lebih mudah terkena penyakit ini. Dengan mengenali jenis dan penyebabnya, remaja dapat lebih waspada menjaga kesehatan.

Beragam faktor dapat memicu munculnya penyakit mematikan pada remaja, mulai dari infeksi menular, pola hidup yang tidak sehat, lingkungan, hingga faktor genetik. Beberapa penyakit ini sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan keluhan ringan sehari-hari.

8 Penyakit Mematikan pada Remaja yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan remaja. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai penyebab, gejala, dan langkah pencegahan penyakit mematikan pada remaja sangat penting agar risiko komplikasi dapat ditekan.

Jenis Penyakit Mematikan pada Remaja yang Perlu Diketahui

Berikut ini adalah beberapa penyakit mematikan pada remaja yang perlu diwaspadai:

1. HIV/AIDS

HIV merupakan salah satu penyakit mematikan pada remaja yang menyerang daya tahan tubuh. Pada remaja, risiko penularannya terjadi akibat melakukan hubungan seksual tanpa pengaman atau penggunaan jarum suntik secara bersama.

Gejala awal dari kondisi ini biasanya tidak terlihat, sehingga banyak remaja tidak sadar sudah terinfeksi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin dan mendapatkan edukasi tentang pencegahan serta bahaya HIV/AIDS sejak dini.

2. Gangguan kesehatan mental

Masalah kesehatan mental, termasuk depresi, juga dapat menjadi penyakit mematikan pada remaja yang kerap luput dari perhatian. Tekanan akademis, masalah keluarga, hingga perundungan. 

Kondisi ini dapat menurunkan semangat hidup, mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan berujung pada tindakan bunuh diri, jika tidak segera mendapatkan bantuan. Oleh karena itu, orang-orang di sekitar remaja, termasuk orang tua, perlu mengenali tanda-tanda depresi pada remaja agar dapat dilakukan penanganan segera.

3. Kanker darah (leukemia)

Penyakit mematikan pada remaja lainnya adalah kanker darah (leukemia). Penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih abnormal secara berlebihan, sehingga mengganggu fungsi darah normal.

Umumnya, penyakit ini terjadi akibat beberapa faktor, mulai dari genetik, paparan radiasi, atau bahan kimia tertentu. Gejala yang ditimbulkan pun dapat serupa dengan kondisi lain, seperti tubuh mudah lelah, pucat, demam, berat badan turun, serta mudah lebam atau berdarah tanpa sebab yang jelas.

4. Meningitis

Meningitis merupakan penyakit mematikan pada remaja yang terjadi akibat peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. 

Umumnya, remaja yang memiliki daya tahan tubuh lemah, tidak mendapatkan vaksinasi lengkap, atau sering beraktivitas di lingkungan kurang sehat lebih berpotensi terkena penyakit ini. Saat terinfeksi, biasanya remaja akan mengalami gejala, seperti demam tinggi, sakit kepala berat, leher kaku, mual, dan muntah.

5. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue (DBD) pada remaja terjadi akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Biasanya, penyakit ini lebih berisiko tinggi terjadi pada remaja yang tinggal di lingkungan dengan genangan air atau kebersihan rumah dan sekolah yang tidak terjaga.

Secara umum, penyakit ini dapat ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, ruam, serta perdarahan, seperti mimisan.

6. Tuberkulosis (TBC)

Penularan TBC mudah terjadi di lingkungan padat penduduk, terutama jika remaja sering kontak dengan penderita aktif atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Penyakit terjadi akibat infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis, yang menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan komplikasi jika tidak segera diobati. 

Selain itu, remaja yang mengalami gizi buruk atau kurang menjaga kebersihan diri lebih berisiko tinggi terkena penyakit ini. Biasanya, gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini dapat berupa batuk terus-menerus, demam ringan, penurunan berat badan, dan sering berkeringat pada malam hari.

7. Penyakit jantung bawaan

Tidak semua kelainan jantung bawaan terdeteksi sejak bayi, sehingga beberapa remaja baru mengetahui kondisinya saat mengalami gejala tertentu. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat faktor genetik. Namun, infeksi selama masa kehamilan atau asupan gizi yang kurang pada ibu semasa hamil juga dapat meningkatkan risiko kondis ini. 

Remaja yang menderita penyakit jantung bawaaan biasanya akan mengalami gejala khas, mulai dari mudah lelah, sesak napas, atau detak jantung tidak teratur saat melakukan aktivitas fisik berlebihan. Untuk mencegah komplikasi serius, kondisi ini perlu pemantauan dan penanganan dari dokter. 

8. Diabetes melitus tipe 1

Diabetes tipe 1 sering menyerang remaja yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes atau mengalami gangguan autoimun. Penyebabnya adalah kerusakan pada sel pankreas yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan baik, sehingga kadar gula darah sulit dikendalikan. 

Gejala yang ditimbulkan akibat kondisi ini meliputi sering merasa haus, sering buang air kecil, berat badan turun, dan tubuh mudah lemas. Umumnya, sering mengonsumsi makanan tinggi gula, stres, atau terkena infeksi tertentu, bisa menjadi faktor pemicu dari penyakit ini.

Langkah Pencegahan Penyakit Mematikan pada Remaja

Langkah pencegahan dan deteksi dini penting dilakukan untuk melindungi remaja dari risiko penyakit mematikan, sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan jika penyakit terdiagnosis sejak awal. 

Berikut ini adalah beberapa upaya pencegahan penyakit mematikan pada remaja yang bisa dilakukan:

  • Lengkapi imunisasi sesuai jadwal anjuran dokter
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
  • Batasi konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan garam.
  • Kelola stres dengan melakukan meditasi, olahraga, atau hobi favorit.
  • Gunakan masker saat berada di tempat umum, khususnya klinik, rumah sakit, atau tempat yang berisiko tinggi terjadi penularan infeksi.
  • Jaga kebersihan diri dan lingkungan secara rutin.
  • Lakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur, setidaknya 30 menit per hari.
  • Jangan melakukan perilaku berisiko, seperti seks tanpa pengaman dan penggunaan narkoba.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
  • Dapatkan edukasi kesehatan dari sumber tepercaya

Meski tidak semua penyakit mematikan pada remaja dapat dicegah sepenuhnya, deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah komplikasi yang lebih serius. 

Jika Anda atau anggota keluarga remaja mengalami gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. 

Dengan begitu, dokter dapat bertanya terkait riwayat kesehatan pasien, termasuk menyarankan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab terjadinya kondisi tersebut