Penyebab kencing berdarah pada pria bisa menandakan masalah kesehatan yang serius, mulai dari infeksi saluran kemih hingga gangguan ginjal atau prostat. Jangan abaikan perubahan warna urine, karena deteksi dini penyebab kencing berdarah pada pria sangat penting untuk mencegah komplikasi berbahaya.

Penyebab kencing berdarah pada pria sangat beragam, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit yang memerlukan penanganan cepat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada saluran kemih, ginjal, atau prostat.

9 Penyebab Kencing Berdarah pada Pria yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Mengenali penyebab kencing berdarah pada pria sejak awal sangat penting agar Anda dapat segera mengambil langkah yang tepat. Dengan memahami faktor risikonya, Anda dapat melindungi kesehatan dan mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Beragam Penyebab Kencing Berdarah pada Pria 

Berikut ini adalah beberapa penyebab kencing berdarah pada pria yang perlu diwaspadai:

1. Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih sering dialami pria akibat masuknya bakteri ke uretra, kandung kemih, atau ginjal. Kondisi ini menyebabkan iritasi, peradangan, dan luka di saluran kemih yang dapat memicu darah keluar bersama urine. 

Gejala lain yang bisa muncul antara lain sering buang air kecil, nyeri saat kencing, dan demam ringan.

2. Batu ginjal dan batu saluran kemih

Terbentuknya batu dari endapan mineral di ginjal atau saluran kemih dapat melukai jaringan di sekitarnya. Saat batu bergerak, dinding saluran kemih mengalami iritasi atau luka sehingga urine bercampur darah. 

Batu ginjal juga kerap menimbulkan nyeri hebat di pinggang, mual, atau urine keruh.

3. Pembesaran prostat (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH)

Pembesaran prostat banyak terjadi pada pria usia lanjut dan dapat menekan uretra. Tekanan ini menyebabkan aliran urine terhambat dan pembuluh darah di sekitar prostat rentan pecah, sehingga muncul kencing berdarah. 

Penyebab kencing berdarah pada pria ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama jika disertai gejala sulit buang air kecil atau pancaran lemah.

4. Cedera 

Benturan atau kecelakaan yang mengenai perut, pinggang, atau area selangkangan dapat merusak organ saluran kemih. Cedera ini bisa menyebabkan perdarahan di ginjal, kandung kemih, atau uretra sehingga darah keluar bersama urine. 

Segera periksa ke dokter jika setelah cedera muncul urine berdarah, nyeri hebat, atau pembengkakan.

5. Penyakit menular seksual (PMS)

Infeksi menular seksual, seperti gonore, klamidia, atau trikomoniasis, dapat mengiritasi uretra hingga menyebabkan kencing berdarah. Gejala biasanya disertai nyeri saat kencing, keluar cairan tidak normal, atau rasa panas di area genital. Pengobatan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

6. Penyakit ginjal kronis

Kerusakan pada filter ginjal, misalnya akibat glomerulonefritis atau gagal ginjal, dapat membuat darah bocor ke dalam urine. Penyakit ginjal kronis umumnya berkembang perlahan dan mungkin tanpa gejala pada awalnya. 

Hematuria atau kencing berdarah bisa menjadi tanda awal yang perlu segera dievaluasi.

7. Kanker saluran kemih

Tumor pada ginjal, kandung kemih, atau prostat dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan darah bercampur urine. Kencing berdarah bisa menjadi gejala awal kanker yang kadang tidak disertai keluhan lain. 

Risiko meningkat pada pria usia di atas 50 tahun atau yang punya riwayat merokok.

8. Efek samping obat-obatan

Obat pengencer darah, seperti antikoagulan atau aspirin, dapat meningkatkan risiko perdarahan di saluran kemih. Selain itu, beberapa obat antiinflamasi nonsteroid juga dapat memberikan efek serupa. 

Konsultasikan penggunaan obat dengan dokter jika muncul urine berdarah.

9. Luka atau iritasi pada saluran kemih (uretra)

Luka atau iritasi pada uretra dapat menyebabkan kencing berdarah pada pria, terutama setelah prosedur medis, seperti pemasangan kateter urine, tindakan ureteroskopi, atau operasi saluran kemih. Prosedur tersebut dapat menimbulkan gesekan atau luka pada dinding uretra sehingga terjadi perdarahan. 

Selain itu, masuknya benda asing ke dalam uretra, termasuk untuk tujuan kepuasan seksual (urethral sounding), juga berisiko menyebabkan luka, infeksi, dan nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat.

Risiko dan Komplikasi dari Kencing Berdarah pada Pria

Tidak semua kasus kencing berdarah pada pria berbahaya, tetapi Anda perlu waspada jika gejala menetap atau muncul keluhan lain yang berat. Beberapa komplikasi yang bisa muncul meliputi:

  • Infeksi menyebar ke ginjal atau darah (sepsis)
  • Gagal ginjal akibat kerusakan ginjal yang tidak tertangani
  • Anemia akibat kehilangan darah yang terus-menerus
  • Penyebaran kanker bila penyebabnya tumor ganas

Kapan Anda Harus Segera ke Dokter

Segera periksakan diri jika menemukan:

  • Darah dalam urine tidak berhenti atau berulang kali muncul
  • Ada gumpalan darah pada urine
  • Disertai demam tinggi, nyeri hebat pada pinggang atau perut, mual, atau muntah berat
  • Rasa nyeri saat kencing, urine berbau tajam, atau sangat keruh
  • Pada pria lanjut usia, kencing berdarah tanpa penyebab jelas perlu evaluasi dokter karena berisiko kanker prostat atau kandung kemih

Diagnosis dan Pemeriksaan Penyebab Kencing Berdarah pada Pria

Untuk mencari penyebab kencing berdarah pada pria, dokter umumnya akan melakukan beberapa langkah berikut:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat medis lengkap
  • Tes urine (urinalisis)
  • Tes darah
  • USG ginjal dan kandung kemih
  • CT scan saluran kemih
  • Sistoskopi (pemeriksaan kandung kemih dengan alat khusus)
  • Uji PSA untuk skrining kanker prostat, terutama pada pria lebih tua

Tips Jitu Mencegah Kencing Berdarah pada Pria

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko kencing berdarah:

  • Minum cukup air putih atau minimal 8 gelas per hari agar ginjal tetap sehat.
  • Tidak menahan keinginan buang air kecil.
  • Jaga kebersihan organ intim.
  • Lakukan hubungan seksual dengan aman menggunakan kondom dan menghindari bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Segera obati infeksi saluran kemih dan batu ginjal.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan ginjal dan prostat secara rutin, terutama bagi pria usia di atas 50 tahun.
  • Konsultasikan obat-obatan dengan dokter dan hindari pemakaian sembarangan.
  • Hentikan kebiasaan merokok untuk menurunkan risiko kanker saluran kemih.

Penyebab kencing berdarah pada pria sangat beragam dan tidak boleh dianggap sepele. Dengan memahami penyebab dan risiko kencing berdarah, Anda dapat mengambil keputusan medis yang cerdas dan tepat waktu. 

Bila menemukan gejala hematuria, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Penanganan yang cepat dan terarah akan membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Namun, bila keluhan makin buruk disertai nyeri berat, demam, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan segera.