Urinalisis merupakan tes urine yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Tes ini juga dapat mendeteksi penyakit seperti infeksi saluran kemih, penyakit ginjal dan diabetes.

Jika dokter menyarankan Anda untuk melakukan urinalisis atau tes urine dengan tujuan untuk mengetahui penyakit yang diderita, disarankan untuk mengonsumsi banyak air agar sampel urine yang dibutuhkan dapat mencukupi. Apabila mengonsumsi obat atau suplemen tertentu, konsultasikan pula kepada dokter. Sebab, beberapa obat atau suplemen dapat memengaruhi hasil dari tes urinalisis yang dilakukan.

Cek Informasi Seputar Tes Urinalisis di Sini - Alodokter

Cara dan Proses Pemeriksaan Urinalisis

Pada urinalisis, pertama-tama akan dilakukan pengambilan sampel urine. Namun, pengambilan sampel urine tidak bisa dilakukan sembarangan. Anda harus terlebih dahulu membersihkan alat kelamin, khususnya pada bagian sekitar uretra untuk mencegah sampel urine terkontaminasi bakteri.

Wadah yang digunakan juga harus dijaga kebersihannya. Anda disarankan untuk tidak menyentuh bagian dalam wadah urine yang digunakan, agar bakteri dari tangan tidak mengontaminasi sampel urine.

Urinalisis atau analisa urine dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pemeriksaan secara visual, pemeriksaan dengan mikroskop, dan tes dipstick.

Pertama, pada pemeriksaan secara visual, dilakukan penilaian penampilan fisik urine termasuk warna dari urine. Jika urine berwarna merah atau coklat tua, bisa jadi urine mengandung darah. Jika urine berwarna keruh, bisa jadi pertanda adanya infeksi. Kemudian, urine yang mengandung busa memiliki kemungkinan penyakit ginjal.

Sedangkan pemeriksaan dengan mikroskop dilakukan untuk mengetahui keberadaan zat lain yang tidak kasat mata yang terkandung dalam urine. Umumnya, urine yang normal tidak mengandung sel darah merah dan sel darah putih, bakteri, atau kristal yang kemungkinan merupakan tanda adanya batu ginjal.

Pemeriksaan ke tiga dari urinalisis adalah tes dipstick. Pada tes ini, strip plastik tipis akan dicelupkan ke dalam urine. Tes ini biasanya untuk mengetahui keasaman atau ph urine, kadar protein, glukosa, bilirubin, sel darah merah dan sel darah putih.

Penyakit yang Dapat Dideteksi Urinalisis

Jika Anda mengalami sakit punggung, nyeri perut, buang air kecil sakit dan sulit untuk buang air kecil, kemungkinan dokter akan menganjurkan tes urinalisis. Hal ini bertujuan agar penyebab dari gejala yang dirasakan dapat diketahui dengan pasti.

Pada wanita hamil yang mengalami tekanan darah yang tinggi, tes urinalisis perlu dilakukan untuk mewaspadai terjadinya preeklampsia.

Selain itu, tes urinalisis juga kemungkinan dapat mendeteksi beberapa penyakit, termasuk:

  • Diabetes, penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula pada urine.
  • Masalah pada ginjal, urine yang mengandung protein bisa menjadi pertanda adanya masalah pada fungsi ginjal.
  • Infeksi saluran kemih (ISK), tingkat keasaman atau pH urine yang berada di atas normal, menjadi pertanda adanya infeksi saluran kemih atau batu ginjal.
  • Infeksi, adanya sel darah putih ataupun sel darah merah pada urine, bisa menjadi pertanda adanya infeksi.
  • Ganguan hati, urine yang mengandung bilirubin bisa menjadi pertanda adanya gangguan hati.

Urinalisis merupakan salah satu prosedur umum yang dapat direkomendasikan dokter. Jika perlu, mintalah informasi pada dokter apa saja yang harus dilakukan atau dihindari sebelum melakukan tes urine tersebut untuk memperoleh hasil tes yang optimal.