Penyebab vertigo di usia muda bisa sangat beragam, mulai dari gaya hidup hingga masalah kesehatan yang sering kali tidak disadari. Sensasi berputar yang muncul tiba-tiba ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran, terutama jika Anda masih berada di usia produktif.
Vertigo sering kali dianggap hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, kondisi ini juga dapat dialami oleh remaja maupun dewasa muda. Penyebab vertigo di usia muda tidak selalu terkait dengan penyakit serius, tetapi tetap perlu diwaspadai agar keluhan tidak semakin mengganggu aktivitas.

Penyebab Vertigo di Usia Muda
Berikut ini adalah beberapa penyebab vertigo di usia muda yang paling sering dijumpai:
1. Masalah pada telinga bagian dalam
Infeksi, seperti otitis media atau labirinitis, dapat menyerang organ keseimbangan di telinga bagian dalam. Gangguan ini sering menjadi penyebab utama vertigo pada usia muda.
Selain sensasi berputar, keluhan akibat gangguan pada telinga bagian dalam juga bisa berupa telinga berdenging atau gangguan pendengaran.
2. Migrain vestibular
Migrain tidak hanya menyebabkan sakit kepala, tapi juga bisa memengaruhi sistem keseimbangan tubuh. Vertigo akibat migrain bisa muncul meski tanpa nyeri kepala yang berat.
Kondisi ini sering kambuh dan dapat mengganggu aktivitas harian. Pemicu utamanya adalah stres dan pola tidur yang tidak teratur.
3. Stres berlebihan
Stres atau cemas berlebihan sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan vertigo mendadak, tetapi bisa menyebabkan terganggunya fungsi saraf di otak dan organ di telinga dalam yang mengontrol keseimbangan tubuh atau disebut juga sistem vestibular.
Beberapa riset menyatakan bahwa serangan vertigo mendadak bisa terjadi saat seseorang dihadapkan pada pemicu stres atau rasa cemasnya. Misalnya, seseorang dengan kecemasan sosial bisa mengalami vertigo saat dipaksa berada di ruangan yang penuh dan sesak.
4. Perubahan posisi kepala secara tiba-tiba
Bergerak terlalu cepat, bangun dari tidur mendadak, atau menunduk lama bisa memicu BPPV (benign paroxysmal positional vertigo). Gejala umum dari kondisi ini biasanya muncul saat posisi kepala berubah.
Pusing berputar akibat perubahan posisi kepala secara tiba-tiba biasanya berlangsung singkat, tapi cukup mengganggu. Hindari perubahan posisi kepala secara tiba-tiba untuk menurunkan risikonya.
5. Anemia
Anemia atau kekurangan sel darah merah menyebabkan suplai oksigen ke otak berkurang. Hal ini bisa menjadi penyebab vertigo di usia muda, terutama saat beraktivitas berat.
Anemia sering disebabkan oleh kurang zat besi, kehilangan darah, atau penyakit kronis. Pemeriksaan darah penting untuk mengetahui penyebab pastinya.
6. Efek samping obat tertentu
Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik aminoglikosida atau antikejang, dapat memengaruhi organ keseimbangan di telinga. Efek samping ini harus diwaspadai, terutama jika disertai pusing.
Jika Anda merasa pusing setelah mengonsumsi obat tertentu, segera konsultasikan ke dokter. Penyesuaian dosis atau pergantian obat mungkin diperlukan.
7. Konsumsi alkohol atau narkoba
Penggunaan alkohol atau narkoba dapat menjadi penyebab vertigo di usia muda. Hal ini dapat merusak fungsi otak dan organ keseimbangan. Jika dikonsumsi berlebihan, risiko terjadinya vertigo akan semakin meningkat.
Selain vertigo, konsumsi zat-zat ini bisa menyebabkan gangguan koordinasi dan masalah kesehatan serius lainnya. Hindari penggunaannya demi kesehatan jangka panjang.
8. Cedera kepala atau leher
Trauma akibat kecelakaan atau benturan keras bisa merusak organ keseimbangan atau saraf di kepala maupun leher. Vertigo umumnya dapat muncul secara tiba-tiba setelah cedera.
Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami vertigo setelah cedera, terutama bila disertai mual, muntah, atau gangguan penglihatan. Penanganan cepat mencegah komplikasi.
Selain penyebab utama di atas, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya vertigo di usia muda, riwayat keluarga yang menderita vertigo atau migrain, infeksi saluran pernapasan atas, kebiasaan merokok, dan sering terpapar suara keras atau getaran berulang, misalnya di konser atau klub malam.
Untuk mengurangi risiko vertigo, sebaiknya mulai perhatikan pola hidup, asupan nutrisi, dan kualitas tidur Anda. Konsultasikan ke dokter jika keluhan vertigo semakin sering, semakin berat, atau disertai gejala lain, seperti muntah hebat, gangguan penglihatan, kelemahan anggota gerak, atau sakit kepala sangat hebat.
Jika Anda masih ragu atau memiliki pertanyaan lain mengenai penyebab vertigo di usia muda, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan saran dan informasi yang lebih sesuai secara cepat dan praktis.