Vertigo adalah kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing hingga merasa dirinya atau sekelilingnya berputar. Meski sering kali dianggap sebagai suatu penyakit, vertigo sebenarnya merupakan gejala dari penyakit atau kondisi lain.

Vertigo biasanya muncul secara tiba-tiba dan bisa berlangsung beberapa menit hingga jam, tergantung pada penyebabnya. Tidak jarang, kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, bekerja, atau bahkan berkendara. 

Vertigo - Alodokter

Oleh karena itu, penting mengenali gejala vertigo, penyebabnya, serta langkah penanganan dan pencegahannya agar risiko komplikasi dapat dihindari.

Penyebab Vertigo

Penyebab vertigo umumnya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam atau otak. Dengan kata lain, vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu yang memengaruhi sistem keseimbangan tubuh.

Berdasarkan penyebabnya, vertigo dibagi menjadi dua jenis, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.

Vertigo Perifer

Vertigo perifer merupakan jenis vertigo yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam, tepatnya di labirin vestibular yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Selain itu, gangguan juga bisa terjadi pada saraf vestibular yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan vertigo perifer meliputi:

  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
  • Labirinitis 
  • Neuronitis vestibular
  • Penyakit Meniere
  • Cedera pada telinga
  • Sindrom Ramsay Hunt
  • Kolesteatoma 
  • Otosklerosis 
  • Perilymphatic fistula
  • Tekanan pada saraf vestibular

Vertigo Sentral

Vertigo sentral disebabkan oleh gangguan pada otak atau sistem saraf pusat yang berperan dalam mengatur keseimbangan. Kondisi ini umumnya lebih jarang, tetapi bisa lebih serius.

Beberapa penyebab vertigo sentral antara lain:

  • Cedera kepala dan leher
  • Multiple sclerosis
  • Stroke
  • Migrain
  • Tumor otak
  • Penyakit Parkinson
  • Diabetes
  • Malformasi Chiari

Selain disebabkan oleh kondisi-kondisi di atas, vertigo sentral dan vertigo perifer juga dapat terjadi akibat:

  • Efek samping penggunaan obat, seperti aspirin, antikejang, antidepresan, obat tekanan darah, dan obat penenang
  • Perubahan tekanan udara yang dapat menyebabkan kerusakan pada telinga, seperti saat menyelam
  • Alergi, misalnya terhadap makanan, debu, jamur, bulu, atau serbuk bunga
  • Gangguan kecemasan, seperti cemas, panik, dan stres
  • Kehamilan, umumnya karena perubahan hormon, penurunan kadar gula darah, dan penyempitan pembuluh darah selama masa kehamilan

Faktor Risiko Vertigo

Vertigo dapat dialami oleh siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada beberapa kondisi berikut:

  • Berusia di atas 50 tahun
  • Berjenis kelamin wanita
  • Mengalami cedera kepala
  • Memiliki gangguan pada telinga atau sistem keseimbangan
  • Pernah mengalami vertigo sebelumnya
  • Memiliki riwayat vertigo dalam keluarga
  • Mengalami stres berat atau kurang istirahat
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti antidepresan atau antipsikotik
  • Mengonsumsi minuman beralkohol

Mengetahui penyebab dan faktor risiko vertigo dapat membantu Anda lebih waspada terhadap kondisi ini. 

Gejala Vertigo

Vertigo ditandai dengan sensasi berputar, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba dan membuat penderitanya kehilangan keseimbangan, sehingga sulit berdiri atau berjalan.

Gejala vertigo bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Secara umum, vertigo dibagi menjadi dua jenis, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral, yang masing-masing memiliki gejala khas.

Berbagai Gejala Vertigo

Gejala vertigo tidak hanya berupa rasa berputar, tetapi juga dapat disertai keluhan lain yang memengaruhi telinga, penglihatan, hingga sistem saraf.

Vertigo Perifer

Vertigo perifer merupakan jenis yang paling sering terjadi dan biasanya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam. Selain sensasi berputar, penderita vertigo perifer dapat mengalami gejala berikut:

  • Nyeri atau rasa penuh pada telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Telinga berdenging (tinnitus), baik pada satu atau kedua telinga
  • Penglihatan buram
  • Kehilangan keseimbangan
  • Mual
  • Muntah

Gejala vertigo perifer umumnya muncul secara tiba-tiba dan bisa dipicu oleh perubahan posisi kepala, seperti saat bangun dari tidur atau menoleh.

Vertigo Sentral

Vertigo sentral terjadi akibat gangguan pada otak atau sistem saraf pusat. Jenis vertigo ini cenderung lebih jarang, tetapi bisa lebih serius. Selain sensasi berputar, gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Sulit menelan
  • Penglihatan ganda (diplopia)
  • Gangguan pergerakan bola mata, seperti nistagmus
  • Kelumpuhan pada wajah
  • Bicara pelo
  • Lemah pada lengan atau tungkai

Gejala vertigo sentral biasanya berkembang lebih perlahan dan sering disertai gangguan saraf lainnya.

Gejala vertigo dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam, dan bisa terjadi secara berulang (hilang timbul) atau terus-menerus (kronis). Pada kondisi yang lebih berat, vertigo bahkan dapat berlangsung selama berhari-hari hingga berbulan-bulan.

Secara umum, vertigo perifer cenderung berlangsung lebih singkat, sedangkan vertigo sentral dapat berlangsung lebih lama dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Kapan harus ke Dokter

Vertigo yang ringan dan hanya terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun, Anda perlu waspada jika keluhan ini muncul berulang atau semakin berat.

Segera periksakan diri ke dokter jika vertigo disertai gejala berikut:

  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba
  • Penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan
  • Sulit berbicara atau bicara pelo
  • Lemah atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh
  • Sulit berjalan atau kehilangan keseimbangan berat
  • Pingsan atau penurunan kesadaran

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran awal terkait keluhan yang dialami. Pemeriksaan sejak dini penting agar penyebab vertigo dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Diagnosis Vertigo

Diagnosis vertigo bertujuan untuk mengetahui penyebab munculnya sensasi pusing berputar, baik yang berasal dari telinga bagian dalam maupun dari otak. Untuk menentukannya, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.

Melalui rangkaian pemeriksaan ini, dokter dapat menilai kondisi keseimbangan tubuh sekaligus menentukan jenis dan tingkat keparahan vertigo yang dialami pasien.

Pemeriksaan Vertigo

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan gejala yang dialami, termasuk kapan vertigo muncul, berapa lama berlangsung, serta apa yang memicunya, misalnya saat menggerakkan kepala, mata, atau saat berbaring pada posisi tertentu.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada telinga dan sistem saraf. Jika diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan berikut:

  • Tes penglihatan dan pergerakan mata, untuk mendeteksi gangguan pada telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan pergerakan bola mata tidak normal (nistagmus).
  • Tes pendengaran, yang bertujuan untuk mendeteksi gangguan pada telinga yang dapat menyebabkan vertigo atau penurunan pendengaran.
  • Tes darah, untuk menilai kondisi kesehatan secara umum, termasuk mendeteksi infeksi atau gangguan tertentu, serta mengukur kadar gula darah yang dapat berperan dalam munculnya vertigo.
  • Posturography, untuk menilai gangguan keseimbangan dan mengetahui bagian tubuh mana yang menjadi penyebab vertigo.
  • Pemindaian (CT scan atau MRI), untuk mendeteksi kelainan, seperti tumor, stroke, atau gangguan lain pada sistem saraf pusat.

Melalui hasil pemeriksaan di atas, dokter dapat menentukan penyebab vertigo dan merencanakan penanganan yang sesuai.

Pengobatan Vertigo

Pengobatan vertigo bertujuan untuk meredakan gejala pusing berputar sekaligus mengatasi penyebab yang mendasarinya. Penanganan vertigo dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi yang dialami.

Pada sebagian kasus, vertigo dapat membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun, bila keluhan mengganggu atau sering kambuh, diperlukan penanganan yang tepat, baik secara mandiri maupun dengan bantuan dokter.

Penanganan Mandiri

Untuk membantu meredakan gejala vertigo, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Beristirahat dan menghindari banyak bergerak saat vertigo muncul
  • Duduk atau berbaring segera ketika merasa pusing
  • Bergerak secara perlahan jika harus beraktivitas
  • Menghindari perubahan posisi tubuh secara tiba-tiba
  • Tidak membaca atau menatap layar saat gejala muncul
  • Menghindari cahaya yang terlalu terang\
  • Memperbanyak minum air putih
  • Menghindari kafein, alkohol, dan rokok

Selain itu, hindari aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera, seperti mengemudi, mengoperasikan alat berat, atau berolahraga berat, setidaknya selama beberapa hari hingga kondisi benar-benar membaik.

Obat-obatan Vertigo

Jika gejala tidak membaik, dokter dapat meresepkan obat untuk meredakan keluhan, antara lain:

  • Antihistamin, seperti betahistine atau meclizine, untuk mengurangi sensasi berputar
  • Antibiotik, jika vertigo disebabkan oleh infeksi bakteri
  • Obat antimual, seperti prochlorperazine, untuk meredakan mual dan muntah
  • Benzodiazepine, untuk mengurangi gejala vertigo tertentu

Obat lain, seperti diazepam, desloratadine, atau prednison, pada kondisi tertentu seperti labirinitis

Penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dengan anjuran dokter, karena tidak semua jenis vertigo memerlukan obat yang sama.

Terapi dan Tindakan Medis

Pada vertigo yang disebabkan oleh gangguan tertentu, dokter dapat menyarankan terapi atau tindakan medis berikut:

1. Rehabilitasi vestibular (Vestibular Rehabilitation Therapy/VRT)

Terapi ini bertujuan untuk melatih sistem keseimbangan tubuh agar lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan posisi. VRT biasanya dianjurkan pada pasien dengan vertigo yang sering kambuh.

2. Canalith repositioning maneuver

Terapi ini digunakan untuk menangani benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan posisi partikel di telinga bagian dalam agar tidak lagi memicu vertigo.

3. Operasi

Pada kasus tertentu, seperti perilymphatic fistula atau kolesteatoma, operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki gangguan pada telinga bagian dalam.

Pencegahan Vertigo

Pencegahan vertigo bertujuan untuk mengurangi risiko munculnya sensasi pusing berputar, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko tertentu. Upaya pencegahan ini umumnya dilakukan dengan menghindari pemicu serta menjaga kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pada beberapa kasus, vertigo tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya. Namun, dengan menerapkan kebiasaan yang tepat, risiko kambuhnya vertigo dapat diminimalkan.

Upaya Pencegahan Vertigo

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah vertigo atau kekambuhannya antara lain:

  • Menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit yang dapat memicu vertigo, seperti stroke, dengan mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol tetap normal
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol
  • Menggunakan helm atau alat pelindung kepala saat berkendara atau berolahraga untuk mencegah cedera kepala
  • Menghindari paparan sinar yang terlalu terang
  • Menghindari gerakan kepala yang terlalu cepat atau tiba-tiba
  • Menghindari posisi membungkuk atau menunduk terlalu lama
  • Menghindari posisi kepala yang terlalu menengadah atau melihat ke atas

Selain itu, bagi penderita vertigo, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mencegah kekambuhan, yaitu:

Bangun atau berdiri secara perlahan, terutama dari posisi berbaring atau duduk
Tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi menggunakan bantal
Mengatur aktivitas agar tidak terlalu melelahkan

Jika vertigo sering kambuh atau semakin mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Anda juga bisa memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran awal terkait pencegahan dan penanganan vertigo.